JURNAL MISTERI

JURNAL MISTERI
Senyuman Misterius ~ 6


__ADS_3

...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


......................


Setibanya di pos satu, Lisa segera ditangani oleh petugas medis disana. Karena pos satu selalu siaga dengan tim medisnya jikalau ada sesuatu yang terjadi dengan para pendaki.


Tak lama kemudian Lisa pun tersadar setelah mendapatkan penanganan. Yoga dan yang lainnya merasa lega melihat Lisa telah sadarkan diri. Hampir saja mereka merasa putus asa dengan kondisi Lisa yang mengkhawatirkan.


"Kalian boleh kembali ke kediaman masing-masing. Kalian juga pastinya lelah. Nantinya Lisa biar aku yang antarkan ke rumahnya," ucap Yoga kepada dua rekannya yang seangkatan.


"Baiklah, kalau ada apa-apa kabari ya yoga,"pinta salah satu temannya.

__ADS_1


"Siap," sahut yoga.


Kedua teman laki-laki yoga pun mengajak beberapa anggota pendakian untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Tinggallah tiga orang di sana. Yoga, Jum dan juga Lisa.


Mereka masih tinggal sebentar lagi karena kondisi Lisa yang musti benar-benar pulih.


Setelah dirasa sudah membaik, Yoga mengajak kedua gadis itu untuk pulang. Tak lupa mereka juga mengucapkan terimakasih kepada tim medis yang sudah membantu Lisa di sana.


Kini ketiganya telah sampai di mobil yang akan membawa mereka pulang. Di sana barulah Yoga mau bertanya apa yang sebenarnya terjadi dengan Lisa. Hingga membuat dia sampai pingsan di luar tendanya.


Lisa pun menceritakan apa yang terjadi kepada dirinya. Jum yang mendengarnya pun menjadi bergidik ngeri sendiri.


Yoga mengangguk membenarkan ucapan Jum. Karena mustahil bisa ada manusia yang tahan cuaca di pegunungan dengan hanya menggunakan dress biasa seperti itu.


"Lagipula aku juga sedang summit saat kamu mengalami gangguan di tenda. Mana mungkin juga sedang summit bisa turun ke tenda kamu lagi Lisa," tutur Yoga memberitahu Lisa.


"Aku mengira itu benar-benar Abang karena dia menyahut saat aku memanggil nama Abang," kata Lisa.


"Sepertinya mereka tau kondisi kamu seperti ini jadinya mereka pada mendatangi. Karena kamu sensitif jadi bisa mendeteksi keberadaan mereka, Lis," ujar Jum.

__ADS_1


"Ya benar juga ucapan Jum," timpal yoga.


"Dan aku tadi juga mengalami sesuatu yang aneh saat turun dari pos satu," ujar Lisa sambil menggigit bibir bawahnya


"Apa itu Lisa?" tanya Jum penasaran.


Begitu juga dengan yoga. Lelaki itu sampai menoleh kebelakang melihat ekspresi ketakutan dari Lisa.


"Aku melihat gadis itu lagi dibalik pohon besar pertama yang kita lewati. Saat aku duduk sebentar di batu hitam itu. Aku melihat dia tersenyum ke arahku dari balik pepohonan. Serem banget....."ujar Lisa sambil memeluk Jum dan merasa ketakutan.


"Jadi itu kenapa kamu tadi minta cepet-cepet turun," Jum baru menyadari kenap sikap Lisa tadi menjadi aneh.


"Iya, Jum, aku takut," ujar Lisa.


"Bang yoga, bagaimana ini?" tanya Jum pada yoga.


"Sudahlah Lisa jangan takut lagi. Sepertinya mereka hanya memperingatkan kita bahwa mereka ada diantara kita saat kita disana. Kamu sudah aman sekarang. Itulah sebabnya aku bilang dari awal. Tidak mudah melakukan pendakian. Akan ada hal-hal seperti ini. Kamu harus berpikir positif dan jangan berbuat hal yang tidak sepantasnya dilakukan. Karena dimanapun kita berada. Makhluk tak kasat mata itu selalu ada. Kita harus menjaga perilaku dan sopan santun dimanapun itu. Sekarang kamu tenang ya Lisa. Banyak berdoa dan jangan berpikir ke sana terus. Agar kamu tidak lagi terbayang-bayang dengan kejadian di gunung, ya. Kita kembali jalani rutinitas harian kita seperti biasa," ujar Yoga menasehati Lisa.


END πŸ‘»

__ADS_1


__ADS_2