
...📖 Sebelum membaca,...
...Jangan lupa klik like, vote dan rate....
...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....
...Happy Reading...
.....................
Pesta pernikahan mewah pun digelar tepat di malam bulan purnama. Sungguh sangat meriah sampai-sampai murni tidak bisa berkata-kata. Dia terlalu takjub dengan segala kemewahan yang dia dapatkan.
Keluarga kerajaan begitu memanjakan dia. Bahkan menghormatinya layaknya dia adalah seorang ratu di sana.
Pesta mewah itu dihadiri seluruh penghuni di sana. Semuanya berbahagia dengan pernikahan antara dia dan juga pangeran Ragata. Dan tepat saat bulan purnama bersinar dengan terangnya. Disitulah dinobatkannya pangeran Ragata sebagai raja pengganti dari sang Ratu. Dan Murni otomatis akan menjadi seorang ratu pendamping sang raja.
__ADS_1
Ragata tampak begitu bahagia karena bisa menikahi gadis pujaan hatinya. Yang ditemuinya pertama kali menangis di bawah pohon beringin saat hujan turun dengan derasnya. Itulah pertama kali mereka berjumpa dan sejak itu pula Ragata menaruh hati kepada murni, si manusia.
"Aku mencintaimu, ratuku," ucap Raja Ragata dengan tatapan penuh cinta.
"Aku juga mencintaimu, suamiku," sahut Murni dengan perasaan bahagia yang tak terkira saat ini.
Ciuman mesra dibawah bulan purnama yang bersinar penuh pun terjadi. Sorak Sorai penghuni kerajaan itu terdengar riuh di pendengaran Murni saat ini. Dia tidak mampu menolak sejuta pesona yang diberikan oleh sang raja yang kini sudah resmi menjadi suaminya itu.
Murni hanya bisa pasrah berada dalam pelukan sang suami. Ciuman demi ciuman yang berlangsung lama itu mau tidak mau harus diterima oleh murni.
"Aku sudah tidak tahan lagi, sayang," ucap Ragata yang kini sudah melepaskan semua yang melekat pada tubuhnya.
Ragat juga dengan lihainya melakukan hal yang sama kepada sang istri. Dia memperlakukan istrinya dengan sangat lembut. Dia tahu kalau ini adalah yang pertama buat murni. Jadi dia tidak mau jika sampai sang istri takut bahkan trauma untuk dia sentuh lagi nantinya.
"Pelan... pelan," ujar Murni yang sebenarnya masih merasa malu saat kini benar-benar tanpa sehelai benangpun tampak di depan sang suami. Meski mereka sudah menikah tetapi murni masih merasa malu tampil polosss seperti itu.
__ADS_1
"Aku akan melakukan sangat pelan sayang, jangan khawatir," ujar Ragata menenangkan sang istri dari ketegangan yang dia rasakan.
Ragata mulai melancarkan aksinya dengan mencumbu, merayu, dan membuai sang istri agar bisa rileks sehingga dia bisa membenamkan bibit terbaiknya ke dalam rahim sang istri, manusia yang dinikahinya tersebut.
"Sayang...aku takut,"rengek Murni saat Ragata sudah hampir sampai di surga kenikmatan keduanya.
"Jangan takut sayang, aku akan pelan-pelan,"ucap Ragat mencoba sabar padahal keinginan sudah berada di ubun-ubun. Dia tetap berusaha menahan itu demi melihat sang istri tercinta merasa nyaman dengannya.
Segala usaha dilakukan oleh Ragata agar Murni tetap tenang. Dan dia bisa fokus dengan kegiatan inti mereka. Lalu tiba-tiba....
"Arrrrkkkhhhh..... sakit... sayang...," ujar Murni sambil menggenggam sprei dengan kuat. Dia menahan segala kesakitan yang dia rasakan..
Sedangkan Ragata membiarkan saja sang istri berderai air mata. Dia tidak bisa menghentikan usahanya untuk meneruskan keturunan di kerajaan miliknya.
Bibit terbaik untuk kerajaan adalah anak-anaknya dengan murni nantinya. Dia tidak akan menyia-nyiakan usahanya ini karena dia hanya bisa menyentuh murni setiap malam purnama tiba untuk bibit terbaik penerus tahta kerajaannya.
__ADS_1
TBC 👻