
...📖 Sebelum membaca,...
...Jangan lupa klik like, vote dan rate....
...Kasih komentar yang positif agar semangat menulis....
...Happy Reading...
.....................
Adelia yang melihat keresahan Riska pun menjadi tidak tega. Dia buru-buru ke warung Bu Minah untuk meminjam sebuah mukena. Sapa tau di tempat Bu Minah ada mukena buat dipakai oleh Riska.
"Eh, ton, kok baru pulang lu. Dari mana aja?" tanya Adelia yang melihat Toni tampak lesu.
"Tadi dari keliling kampung aja, Del. Liat-liat suasana," sahut Toni dengan sikap yang agak menutupi sesuatu. Hal ini membuat Adelia merasa ada sesuatu yang aneh dalam diri toni.
"Lu tadi keluar sama Mita ya? kalian kemana aja? jangan aneh-aneh lho ya?" ujar Adelia mengingatkan.
"Heh, Del, sembarangan aja kalau nuduh. Aku sama Mita cuma temen aja ya. Lagian tadi cuma bentaran aja keluar sama dia. Liat-liat suasana kampung aja. By the way, kamu mau beli apa ke warung Bu Minah, Del?" tanya Toni mengalihkan perhatian Adelia darinya.
"Oh, aku cuma mau pinjem mukena ke Bu Minah. Si Riska lupa bawa mukena," jelas Adelia.
__ADS_1
"Ya udah, aku mau istirahat dulu ya, capek aku," pamit Toni kemudian dia mendahului Adelia dan pergi ke kamarnya yang memang rumah yang ditempati Toni ada di belakang warungnya bu Minah.
Adelia pun tidak mempermasalahkan lagi sikap aneh Toni barusan. Dia segera ingin menyelesaikan masalah yang dialami oleh Riska.
"Bu, Minah," sapa Adelia.
"Eh, Adelia, apa ada nak?" tanya Bu Minah yang sedang sibuk melayani pembeli yang kebetulan siang itu pas jam makan siang orang-orang. Jadinya rame bener warung Bu Minah saat itu.
"Ini Bu, saya mau pinjem mukena buat riska. Sholat. Apakah Bu Minah ada mukenanya?" tanya Adelia apa adanya.
Namun, ucapan Adelia itu siapa sangka mendapatkan atensi yang begitu besar dari orang-orang yang makan disana.
"Eh, apa aku salah bicara, ya?" gumam pelan Adelia.
"Sudah, Del, nanti saja ya, kita bahas lagi, ibu akan bekerja dulu," tolak Bu Minah kepada Adelia kala itu.
"Oh, iya buk, maaf jika kedatangan ku mengganggu ini," seketika itu juga Adelia pamit pergi meninggalkan Bu Minah.
Dia merasa tidak enak sudah membuat suasana tidak nyaman para pembeli di warung Bu Minah. Sepertinya benar dugaannya jika di kampung itu mayoritas beragama non muslim. Bahkan dia pun baru sadar sepanjang perjalanan dia pulang tidak menemukan tempat beribadah.
"Lho, Del, dari mana kamu?" tanya Mita yang baru ketemu Adelia di teras.
__ADS_1
"Dari warung Bu Minah."
"Ngapain?"tanya Mita.
"Mau pinjemin Riska mukena, tetapi nggak ada sepertinya."
"Nggak ada gimana?" Mita masih merasa bingung dengan penjelasan Adelia.
"Ya, sepertinya orang-orang di sini beragama non muslim," sahut Adelia.
Mita hanya diem saja karena dia juga tidak paham dengan maksud Adelia.
"Gimana Del, ada mukena di Bu Minah?" tanya Riska setelah melihat Adelia kembali.
"Nggak ada deh ris kayaknya. Aku nggak enak deh ris," curhat Adelia.
"Nggak ada kenapa? kamu kayak habis liat setan aja. Wajahnya pucat kenapa sih?"tanya Riska bingung .
"Aku kayaknya salah bicara tadi pas di warung. Aku jadi nyesel."
TBC 👻
__ADS_1