
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
......................
"Eh, iya mbak, apa yang bisa aku bantu?" tanya Lisa kepada gadis yang wajahnya tampak pucat tersebut.
"Lapar .. lapar..." ucapnya dengan bibir yang bergetar.
"Mbak mau makan? saya ada makanan kok mbak. Sebentar ya," Lisa masuk dan mengambilkan beberapa makanan yang dia punya.
Setelah itu dia memberikan gadis dress putih itu makanan yang dia miliki. Seandainya Jum sudah kembali tentunya dia ingin meminta Jum untuk mengambilkan gadis di depannya itu bubur seperti yang dia makan. Tapi entah kenapa Jum belum juga kembali dari buang hajatnya.
Lisa yang melihat gaya makan gadis dihadapannya itu cukup terkejut. Gadis itu makan begitu lahap dan rasanya tidak pakai dikunyah dulu. Karena makanan itu begitu cepat habis. Lisa sampai menelan salivanya melihat cara gadis itu makan.
"Mbak mau minum?" tawar Lisa.
Gadis itu mengangguk antusia. Lisa yang melihat itu seketika bergegas masuk ke dalam tendanya untuk mengambil air dalam termos mininya.
__ADS_1
"Kuat juga dia makannya ya? apa sudah berhari-hari nggak makan. Kasian banget sih, lagian kelompoknya juga mana lagi kok bisa dia sampai kelaparan begitu," gerutu Lisa sambil menuangkan air dari dalam termos ke gelas plastik miliknya.
"Aduh, panas!" pekik Lisa karena sibuk ngedumel sendiri sampai air nya luber nggak terasa.
"Ihhhh... panas," ucapnya sambil mengusap kulit tangannya yang terkenal air panas.
"Mbak, ini air minumnya, tapi ini masih pa...."
Belum sempat Lisa menyelesaikan ucapannya. Gadis itu sudah menyambar lebih dulu gelas minuman itu dari tangan Lisa. Tentu saja Lisa terkejut akan apa yang dilakukan si gadis.
Glek
Glek
Glek
'Apa tidak melepuh itu tenggorokannya?' batin Lisa dengan panik.
Bagaimana bisa dia meminum air panas itu sebegitu cepatnya. Dia saja tadi sampai mengaduh kesakitan gegara ketumpahan air panas itu.
Tidak sampai disitu saja keterkejutan Lisa. Dia kembali dikagetkan dengan aksi gadis itu yang memandang Lisa dengan tatapan yang sulit untuk dibayangkan.
Hahahahahahaha
Hahahahahahaha
__ADS_1
Hahahahahahaha
Gelegar tawa si gadis membuat Lisa semakin merasa ini ada yang aneh. Ada sesuatu yang tidak beres dengan gadis dihadapannya ini.
"Ap....apa? Si....siapa kamu ...." tanya Lisa dengan suara yang gemetar.
Pikiran-pikiran buruk sudah mulai menghampiri otak Lisa. Ini adalah kejadian diluar nalar. Gadis itu terus saja tertawa dan hal yang mencengangkan terjadi. Dia menghilang tepat di depan mata Lisa.
Melihat hal itu sontak saja seluruh tubuh Lisa lemas seketika. Dia langsung ambruk tak sadarkan diri di luar tenda.
πΌπΌπΌ
"Apa yang terjadi sebenarnya Jum? Kenapa sampai seperti ini?" tanya Yoga yang sudah kembali dari summit bersama rekan yang lain.
Betapa terkejutnya dia mendapatkan laporan kalau Lisa ditemukan pingsan di luar tenda. Padahal sebelum dia berangkat summit dia sudah menitipkan Lisa kepada Jum untuk menjaganya.
"Maaf bang, aku tadi pergi ke toilet. Perutku sakit bang, tapi begitu aku kembali Lisa sudah pingsan di luar tenda. Sebelum aku pergi, Lisa itu sedang makan bang. Dan kondisinya baik-baik saja," ujar Jum yang tampak ketakutan.
Yoga yang mendengar laporan dari Jum merasa ada yang tidak beres dengan lisa.
"Kita turun hari ini juga. Lisa harus kita bawa ke klinik terdekat," ujar Yoga kepada rekan-rekannya yang lain.
Atas perintah yoga. Akhirnya rombongan mereka pun turun ke bawah. Ke pos awal agar segera mendapatkan pertolongan untuk kondisi Lisa yang masih pingsan sampai detik ini.
TBC π»
__ADS_1