
...Selamat datang di novel karya...
...πππ’ππ ππππ¦πβππ/PIMOYαΆ α΅βΏβΏΚΈ πΌ...
...semoga kalian suka ya βΊοΈ....
...Like, Vote, Koment, & klik β₯οΈ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya βοΈ...
...π»ππππ¦ π ππππππ...
......................
Lisa yang sudah mendapatkan chat dari kakak seniornya, yoga, dia kini mulai bersiap-siap barang apa saja yang dia akan bawa ke gunung nantinya. Dia sudah mempersiapkan apa saja yang yoga berikan dalam daftar list untuk barang yang dibutuhkan saat pendakian.
__ADS_1
"Ah, akhirnya selesai juga prepare nya. Aku udah nggak sabar nunggu hari dimana aku akan mengikuti rombongan pendakian nanti," ucap Lisa dengan bersemangat.
Seminggu pun berlalu, kini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Lisa.
Lisa, Jum, dan enam orang cewek lainnya sudah berkumpul di kampus di depan ruangan anak HIMPA karena menunggu si yoga dan dua rekannya yang bersiap. Entah persiapan apa lagi yang sedang ketiganya lakukan.
Karena mereka bertiga adalah anak Himpunan Mahasiswa Pencinta Alam (HIMPA) tentu hal semacam pendakian sudah bukan sesuatu yang asing buat mereka.
Kini rombongan mereka pun berangkat ke salah satu gunung yang tidak terlalu tinggi untuk melakukan pendakian. Hanya sekitar 1350 m saja tingginya dari atas permukaan laut. Hal ini dikarenakan banyak anggotanya yang masih pemula dalam pendakian tersebut. Seniornya tidak ingin adanya anggota yang tidak kuat nantinya kalau dipaksakan mendaki.
Kelompok dibagi menjadi dua. Saat sudah sampai di tenda perkemahan. Mereka masing-masing tidur dua orang pertanda kecuali yoga yang setenda berisi tiga orang.
"Kalian semua istirahatlah, karena besok pagi kita baru bisa melakukan pendakian sampai puncak. Sekarang langit sedang mendung, sebentar lagi turun hujan sepertinya," ujar Yoga.
__ADS_1
"Baik kak, jawab kedelapan cewek yang ikut pendakian saat itu.
Merekapun memasuki tenda masing-masing. Lisa yang setenda dengan Jum mulai menata barang-barang bawaan di dalam tenda. Sejujurnya Lisa sudah sangat lelah. Dia yang pemula mengikuti pendakian ini. Tentu saja fisiknya belum terlatih seperti yang lainnya.
"Hah, capek banget," keluh Lisa sambil selonjoran di dalam tenda.
Benar kata yoga, kini suasana di luar tenda sedang hujan deras. Dan itu membuat Lisa merasa tidak nyaman. Dia yang terbiasa anak rumahan sekarang mencoba pendakian begini. Rasanya pengen pulang saja tetapi itu kan tidak mungkin. Dia sendiri yang pengen banget ikut pendakian. Kini setelah dia bisa melakukan pendakian justru ada sedikit penyesalan dalam dirinya.
"Namanya juga baru ikut, Lis. Nanti kalau sudah terbiasa kayak aku juga akan santai aja," jawab Jum yang memang sudah terbiasa ikut pendakian.
"Aku jadi kapok Jum mau ikut lagi. Tubuhku rasanya remuk banget ini," keluh Lisa lagi sambil memijit-mijit kakinya yang terasa pegal.
"Hehehehe... kamu ini ya, siapa tuh yang kemarin-kemarin ngerengek pengen ikutan pendakian. Nanti pengen selfi-selfi, eh sekarang udah lemes aja begitu sampai gunung. Ya beginilah kondisi di gunung, Lis. Nggak seindah yang kamu bayangkan," ujar Jum.
__ADS_1
"Ya, kamu benar banget Jum, nggak sesuai dengan ekspektasi ku ternyata," ujar Lisa dengan raut wajah lelahnya.
TBC πΌ