JURNAL MISTERI

JURNAL MISTERI
Senyuman Misterius ~ 4


__ADS_3

...Selamat datang di novel karya...


...π‘†π‘žπ‘’π‘Žπ‘‘ π‘ƒπ‘’π‘›π‘¦π‘–β„Žπ‘–π‘Ÿ/PIMOYᢠᡃⁿⁿʸ 🌼...


...semoga kalian suka ya ☺️....


...Like, Vote, Koment, & klik β™₯️ nya, favoritin novel ini. Agar aku semangat menulisnya ✌️...


...π»π‘Žπ‘π‘π‘¦ π‘…π‘’π‘Žπ‘‘π‘–π‘›π‘”...


......................


"Lis... Lisa bangun.." gugah Jum agar Lisa segera makan siang dan meminum obatnya.


"Eugghhhhhh...."


Terdengar lenguhan dari bibir Lisa.


"Ayo makan Lis, udah siang ini. Nanti minum obat lagi biar badanmu segera membaik," ujar Jum menyerahkan makanan dan juga obat kepada Lisa.


Lisa yang baru melek pun berusaha untuk duduk dengan benar. Seharian tidur terus membuat dia cukup pusing juga. Tapi kalau dia nggak makan dan minum obat. Yang ada sakit dia tidak akan segera sembuh. Lisa tidak mau semakin menambah beban para anggota pendakian yang lain. Ini aja dia sudah merasa tidak enak dengan bang yoga dan teman-temannya yang lain.

__ADS_1


Eh ngomong-ngomong bang yoga. Dia jadi teringat kejadian yang tadi sempat dia alami.


"Bang yoga dimana Jum?" tanya Lisa sambil kini memakan bubur yang diberikan oleh Jum.


"Hmmm... bang yoga ya udah dipuncak kali Lis. Mereka pada summit pagi-pagi buta tadi. Kemungkinan malah udah perjalanan balik ke tenda neh. Paling sebentar lagi sampai," ujar Jum dengan tenang.


"Hah? yang bener?" tanya Lisa seakan tidak percaya.


"Lah ini anak dikasih tau juga malah nggak percaya. Untungnya aku bohong juga apa Lisa," kata Jum lagi membuat Lisa seketika terperangah.


"Soalnya tadi ada yang kresek-kresek di sebelah sini Jum. Aku kira itu tadi kamu. Udah aku panggil-panggil nama kamu tadi nggak ada sahutan. Terus aku coba panggil nama bang yoga. Dia nyahut kok Jum," ujar Lisa menerangkan.


"Kok bisa sih Lis? lha wong bang yoga itu sedari pagi tadi berangkat summit. Sebentar lagi palingan juga balik mereka. Masak iya sih Lis, sekarang bang yoga yang lagi summit mendadak turun disini. Kan aneh itu namanya?" terang Jum.


"Ya sudahlah Lis kamu makan siang aja dulu. Biar bisa minum obat. Biar kamu lekas membaik sebelum kita balik nanti," kata Jum lagi.


"Iya, Jum."


"Aduuuh...."


"Kamu kenapa Jum?" tanya Lisa yang melihat Jum nampak memegangi perutnya dan mengernyitkan dahinya seperti menahan sakit.

__ADS_1


"Perutku melilit lagi. Sedari tadi aku sudah bermasalah ini dengan perut. Aduh... aku udah nggak tahan lagi. Aku ke toilet dulu ya," pamit Jum buru-buru pergi meninggalkan Lisa di tenda.


Lisa hanya geleng-geleng kepala melihat Jum. Dia kembali meneruskan makannya. Tiba-tiba terdengar suara diluar tenda yang meminta tolong.


"Mbak... tolong mbak..."


Lisa terdiam mencoba mendengarkan kembali. Apa benar itu suara seseorang atau hanya halusinasi saja.


"Mbak... tolong saya mbak..."


Terdengar kembali suara yang meminta pertolongan.


"Siapa ya? kenapa ada yang manggil-manggil."


Lisa pun beranjak dari duduknya dan membuka resleting tendanya. Dia melihat di luar tendanya seorang gadis dengan pakaian yang menurutnya cukup mengejutkan. Di gunung sedingin ini kenapa dia hanya menggunakan dress putih dibawah lutut seperti itu. Apakah gadis itu tidak merasakan kedinginan.


"Mbak... tolongin saya mbak..." ujar gadis itu melambai ke arah Lisa.


Seketika Lisa terjaga dari lamunannya.


"Eh, iya mbak, apa yang bisa aku bantu?" tanya Lisa kepada gadis yang wajahnya tampak pucat tersebut.

__ADS_1


TBC 🌼


__ADS_2