Karena Bulan Dan Bintang

Karena Bulan Dan Bintang
Perubahan


__ADS_3

Rumah Antanasia kembali menjadi sepi setelah kepergian sahabatnya. Kini Antanasia pergi ke kamarnya dan segera tidur dengan pulas.


Keesokan harinya, Antanasia bangung puluk 06.00 WIB. Dia segera pergi memebersihkan dirinya setelah selesai membersihakan dirinya dia mengenakan pakaiannya dan segera turun ke dapur untuk menyiapakan makanan. Antanasia memasak banyak makanan dan di bantu oleh bi sumi, karena orang tuanya akan datang ke Bandung atas permintaannya.


Jam menunjukkan pukul 08.00 WIB dan orang tua Antanasia telas sampai di rumahnya.


" Mama.. Papa.. Sia kangen" ucapku sambil memeluk mama dan papanya


" Mama juga kangen sama kamu"


" Papa juga kangen sama putri papa"


"Ya udah yuk ma, pa masuk dulu, Sia udah masakin makanan buat mama sama papa"


" Kamu baik banget sih sayang, mama gak sabar deh buat nyobain masakan kamu" kata mama.


Dan Erik pun sudah datang, tentu saja karena permintaan Antanasia.


" Pagi om, tante" kata Erik.


" Pagi Erik" kata mama dan papa kompak.


" Rik, udah datang. Masuk yuk aku udah masak, kamu harus cobain masakan aku" kataku.


Mereka mulai menyantap masakan Antanasia deng lahap. Setelah selesai, mereka berada di ruang tamu.


" Ma, Pa, Rik, aku mau ngomong sesuatu sama kalian dan kalian harus jawab jujur." kataku serius. Mereka mendengarkan baik baik apa yang aku katakan.


" Apa aku terlihat tua?" mereka nampak terkejut dengan ucapanku.


" Enggak la sayang, kamu itu cantik mana ada tua." kata mama.

__ADS_1


" Mama jangan bohong?, aku serius!. Dengan penampilan aku yang kayak gini, Apa aku terlihat lebih tua? jujur!." kataku sambil menunjukkan gaya berpakaianku dan riasanku. Aku selalu memakai celana jins dengan atasan kaos atau sweter. Karena itu simpel dan nyaman. Sedangkan Mama, Papa dan Erik saling memandang satu sama lain.


" Sayang, kamu memang terlihat lebih tua dari wanita seusiamu. Tapi kamu sudah cantik nak." kata mama.


" Iya sayang kamu sudah cantik alami." kata papa menambahakan kata mama.


" Si, kamu hanya perlu jadi diri kamu sendiri." Ucap Erik.


Antanasia pergi ke kamar untuk melihat penampilannya di depan kaca. Sedangkan di sisi lain papa dan Antanasia sangat bingung dengan perkataan putrinya itu.


" Nak Erik, sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Sia jadi begitu memperduliakan penampilannya." kata papa Antanasia.


" Memangnya Sia belum cerita sama om dan tante?."


" Belum, mamangnya kenapa?" kata mama.


" Jadi kemarin itu pas kita pergi main di Disney sama teman-teman, kita ketemu sama pacarnya Sia yang lagi bareng cewek lain. Dan pacarnya Sia bilang ke cewek itu kalau Sia itu miskin......" Erik belum selesai bicara dan langsung terpotong oleh papa Sia


" Terus dia juga bilang kalau sia itu tua dan gak modis....." lagi lagi perkataan erik terpotong oleh mama sia.


" Apa!! siapa yang berani bilang kalau sia itu gak modis?" Teriak mama sia tidak terima juga.


" Om sama tante jangan teriak-teriak dong, pacarnya sia itu namanya Surya kalau gak salah nama panjangnya, Surya wijaya, putra dari Adit Wijaya yang ayahnya masuk kedalam 20 besar keluarga terkaya di Indonesia. Tapi Sia udah mutusin Surya kemarin." jelas Erik.


" Hanya 20 besar sudah berani menghina putri saya, harus di kasih pelajaran nih sama perusahannya biar gak sombong." kata papa geram.


" Pa, Sia gak suka ya papa kayak gitu, ya salah kan Surya bukan kelurganya. Lagi pula Sia maua nyelesaiin masalah Sia sendiri." Kataku yang mendengar pembicaraan papa mamanya dengan Erik.


" Kamu yakin sayang,bisa nyesaiin sendiri?." kata mama khwatir.


" Yakin dong ma, mama lupa ya kalau anak mama ini kuat. Dan aku sudah memutuskan aku bakal buat dia menyesal, aku akan merubah penampilanku." Kataku yakin.

__ADS_1


" Ya udah, apapun keputusan kamu mama dan pap akan selalu mendukung kamu. Kalau ada yang kamu butuhkan kasih tau mama sama papa, oke?." kata mama sambil memelukku.


" Oke, mamaku sayang"


" Terus kamu, kenapa nyuruh papa bawain mobil kamu kesini? kamu kan gak bisa nyetir mobil." tanya papa.


" Buat ke kampus pa. Dan papa tenang aja kan ada Erik yang bisa nyetirin, ya kan Rik"


" Hmm.. Maksudnya aku jadi supir kamu. Males"


" Erik mau dong, nanti aku buatin makanan setiap pagi ya , pleas!!" kataku sambil memelas. Aku tau Erik tidak bisa permintaan ku saat akau memohon.


" Iya deh iya, masakin makanan lo ya setiap pagi"


" Siap" kataku sambil tersenyum senang.


Hari sudah siang, Antanasia meminta Erik menemaninya pergi ke mall untuk berbelanja, sedangkan orang tuannya beristirahat dirumahnya.


" Kasih tau, perusahan wijaya grup bahwa kita memutuskan kontra dengan mereka" kata stevan (papa Antanasia) kepada sekretarusnya dalam telephon.


" Pa, kan Sia udah bilang sama papa kalau papa gak boleh ikut campur." kata Putri (mama Antanasia).


" Gak papa ma, cuma gertakan aja papa gak macem-macem kok."


" Ya udah jangan sampai kelewatan"


" Iya istriku tersayang"


Rendra Stevan adalah nama ayah Antanasia. Seorang pengusaha suksek yang sangat di hormati dan banyak dikenal di kalangan atas. Sedangkan Putri Stevan adalah nama mama Antanasian. Seorang Desainer terkenal yang banyak menerima penghargaan. Keluarga Antanasia adalah keluarka yang menempati posisi ke 2 dalam keluarga terkaya di Indonesia. Jadi wajar kalau papa dan mama Antanasia tidak terima saat putrinya di hina (miskin dan gak modis).


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2