Karena Bulan Dan Bintang

Karena Bulan Dan Bintang
Keluarga bahagia


__ADS_3

Erik meminggirkan mobil di tepi jalan terlebih dulu.dan membeli beberapa makanan untuk Antanasia dan kebetulan disana juga terdapat penjual buah-buahan.


Setelah membeli semuanya Erik langsung pergi ke rumah sakit. Sekitar 5 menit kemudian dia sudah sampai di rumah sakit.


tok tok tok.


" Loh den Erik ternyata, bibi kira siapa. Masuk den!." Ucap bi Sumi.


" Iya bi, Ini bi buat Sia sama bibi." Ucap Erik sambil memberikan keranjang buah.


" Wahh makasih ya den." Ucap bi Sumi.


" Iya bi sama-sama."


" Erik, kesini lagi?." Ucap Antanasia.


" Iya lah mana tega aku ninggalin kamu sendiri di rumah sakit." Ucap Erik.


" Kan, ada bi Sumi. Kamu kan besok harus kuliah." Ucap Antanasia.


" Kuliah mah gampang, Aku nginep disini aja ya terus besok aku berangkat kuliah dari sini. Aku juga udah bawa baju ganti di mobil." Ucap Erik.


" Ya udah gak papa. Nah itu kamu bawa apa, terus tadi apa yang kamu kasih ke bi Sumi?." Tanya Antanasia.


" Yang tadi aku kasih ke bi Sumi itu buah-buahan buat kamu sama bi Sumi. Terus kalau yang ini khusus buat kamu.." Ucap Erik sambil menyerahkan kotak yang ada di tangannya.


" Wahhh, apa ini?." tanya Antanasia yang menerima kotak tersebut.


" Tadi pas di jalan aku liat toko yang jual berbagai kue coklat, aku ke inget kamu yang akhir-akhir ini suka banget makan coklat jadi aku beli beberapa buat kamu." Ucap Erik.


" Wah.. Kamu baik banget deh tau aja kesukaan aku." Ucap Antanasia sambil memebuka kotak kue itu.


" Wah ini banyak banget macemnya, bentuk kuenya juga bagus-bagus. Bi Sumi sini bi." Ucap Antanasia.


" Ada apa non.?" Ucap bi Sumi.


" Ini bi Sumi ambil aja kuenya, aku tahu bi sumi belum makan jadi bi Sumi saya kasih kue." Ucap Antanasia.


" Ini kan khusus buat non Sia." Ucap bi Sumi.


" Udah gak papa bi ambil aja, saya belinya juga lumayan banyak kok." Ucap Erik.


" Eh, iya makasih ya non den." Ucap bi Sumi.


" Iya bi, sama-sama." Ucap Erik dan Antanasia.


" Bibi bisa keluar cari makan dulu, disini kan udah ada Erik jadi bibi pergi aja." Ucap bi Sumi.


" Beneran gak papa non?." Ucap Bi Sumi.


" Gak papa bi, tenang aja saya bakal jagain Sia." Ucap Erik.


" Iya bi, bibi cari makan aja dulu." Ucap Antanasia.

__ADS_1


" Iya deh non. Non mau titip sesuatu?" tanya bi Sumi.


" Gak usah bi." Ucap Antanasia.


" Ya udah saya pergi dulu ya non. Den Erik jagain no Sia ya, bibi pergi dulu." Ucap bi Sumi.


" Iya bi, hati-hati." Ucap Erik dan Antanasia.


Setelah bi Sumi pergi Antanasia dan Erik terus mengobrol membicarakan banyak hal.


Terdengar suara notivikasi dari Handphone Erik yang ternyata adalah pesan dari papanya ( pak Putra).


Pak Putra : Erik papa ada di bandung, sekarang papa menuju rumah kamu.


Chat on


Erik : Aku gak ada di rumah, aku lagi ada di rumah sakit. Kunci rumah juga aku bawa.


Pak Putra : Ngapain kamu di rumah sakit? kamu sakit? sakit apa? Kamu ada di rumah sakit mana?.


Erik : Bukan aku yang sakit tapi Antanasia, aku jagain Antanasia di rumah sakit. Aku ada di rumah sakit Medika jaya Bandung.


Pak Putra : Ya sudah papa ke sana sekarang.


Chat off.


" Siapa Rik?." Tanya Antanasia.


" Papa ada di Bandung, mau kesini katanya." Ucap Erik.


" Gak tau." Jwab Erik singkat.


" Kamu kenapa Rik?. Kamu masih marah sama papa kamu soal perjodohan itu." tanya Antanasia.


" Hm bukan itu aja." Ucap Erik.


" Kamu masih belum bisa nerima tante. Rik dia sekarang udah jadi mama kamu meskipun mama tiri , tapi kamu harus tetap bisa terima dia." Ucap Antanasia.


Papa Erik memang sudah menikah lagi sekitar 1 tahun yang lalu. Tapi Erik masih belum bisa nerima dia sebagai mamanya karena buat Erik dia hanya memiliki satu mama dan tidak mau mama yang lain.


Bahkan sampai sekarang kamar tempat ibunya yang berada di Surabaya tetap ada dan tidak berubah sedikitpun karena Erik melarang siapapun mengubah dan menempati kamar tersebut.


Dan sekarang mama baru Erik harus tinggal di kamar yang lain bersama papa Erik. Erik gak mau wanita lain menempati kamar mama kesayangannya itu.


" Mama aku cuma satu Si." Ucap Erik.


" Rik, saat kamu menikah nanti kamu gak akan punya waktu buat ngurusin papa kamu karena kamu akan sibuk dengan keluarga kamu sendiri. Dan papa kamu butuh tante buat nemenin papa kamu sampai tua nanti. Rik, kamu harus bisa nerima dia. Kalau kamu gak bisa nerima dia sebagai mama baru kamu, setidaknya terima dia sebagai pendamping papa kamu. Oke." Ucap Antanasia.


" Aku bakal coba." Ucap Erik.


" Gitu dong, udah gak usah bahas itu. Sekarang kamu mau kuenya gak? kue nya enak banget." Ucap Antanasia.


" Mau dong, suapin." Ucap Erik.

__ADS_1


" Ha, tumben minta di suapin biasanya juga bilang ( aku bukan anak kecil, aku bisa makan sendiri)." Ucap Antanasia terkekeh.


" Kalau gak mau ya gak usah." Ucap Erik memalingkan mukanya.


" Haiss ngambek nih ye, ya udah nih aku suapin. Aaaa..." Ucap Antanasia. sambil menyuapi sebuah kuedan Erik langsung melahapnya.


Beberapa saat kemudian bi Sumi sudah datang dan ternyata papanya Erik juga sudah datang.


tok tok tok. ( Bi Sumi membukakan pintu).


" Loh pak Putra sama istrinya. Eh silahkan masuk pak, bu." Ucap bi Sumi.


" Iya bi, makasih." Ucap pak Putra.


" Om Putra, tante Alfi (mama baru Erik)." Ucap Antanasia.


" Sia, kamu sakit apa nak? terus kepala kamu kok di perban?." Ucap Om Putra.


" Sia, gak sengaja jatuh Om, terus kepala Sia berdarah jadi di perban." Ucap Antanasia.


" Kamu ini lain kali harus hati-hati." Ucap Om Putra.


" Siap Om." Ucap Antanasia.


" Om sama tante gak bawa apa-apa, maaf ya." Ucap tante Alfi.


" Gak papa tan, nih udah banyak makanan kok di beliin sama Erik." Ucap Antanasia


" Pa, papa pulang aja, ini kunci rumahnya. Erik nginep disini jagain Sia. Papa sama mama pasti capek." Ucap Erik.


Ya itu membuat mereka semua terkejut karena selama ini Erik tidak pernah menyebut kata mama untul tante Alfi.


" Sayang kamu panggil apa? Kamu panggil saya mama? kamu sudah bisa menerima saya?." Ucap tante Alfi yang matanya sudah berkaca-kaca.


" Benar kata Antanasia, saya memang gak bisa nerima mama sebagai ibu saya, tapi saya akan berusaha menerima mama sebagai pendamping papa." Ucap Erik.


Bibir om Putra dan tante Alfi mulai mengembang. Dan Antanasia juga ikut tersenyum bisa melihat Erik akur dengan papa dan mamanya.


" Makasih sayang, mama akan berusaha untuk jadi ibu yang baik buat kamu." Ucap Tante desi.


" Iya, maaf kalau saya pernah menyakiti mama." Ucap Erik.


" Mama udah maafin Erik dari dulu. Boleh mama peluk kamu nak." Ucap Tante Alfi. dan di jawab dengan anggukan oleh Erik.


Saat mereka berpelukan, Om Putra juga ikut berpelukan dengan mereka. Senyum mereka mengembang dan bahkan tak terasa mereka meneteskan air mata karena bahagia.


Setelah puas berpelukan mereka pun melepasnya. Antanasia bisa melihat mata Erik yang sedikit berkaca-kaca.


" Gak nyangka mata es batu bisa berkaca-kaca juga.Aku seneng bisa jadi saksi kebahagian kamu, aku ikut bahagia. Aku jadi kangen papa sama mama." Batin Antanasia.


" Ya sudah, Sia om sama tante pulang dulu ya, kamu cepet sembuh." Ucap Om Putra.


" Iya Om, hati-hati om." Ucap Antanasia dan mereka pun pergi pulang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2