
Keesokan harinya, Antanasia bersiap pergi ke kampus. Mengenakan dress merah sepanjang lutuh, dan sepatu boots berwarna hitam. Apalagi dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai membuat Antanasia terlihat sangat cantik. Antanasia siap berangkat ke kampus.
Di kampus.
Saat tiba di kampus, Antanasia merasa banyak mata yang melihatnya. Bagaimana tidak, dia yang turun dari mobil Lamborghini mewah berwarana merah, dan Erik sebagai supirnya. Antanasia mendapatkan mobil ini dia dapatkan dari ayahnya sebagai hadiah, karena dia lulus SMA dengan nilai tertinggi se-Indonesia
" Gila, cantik banget."
" Itu kan Antanasia, bagaimana bisa dia berubah menjadi secantik itu."
" Dan lagi dia turun dari mobil yang hanya ada 5 buah se-Asia, bukannya dia miskin ya."
" Itu pasti mobil Erik, kan Erik yang nyetir."
Ya semua orang membicarakannya, namun Antanasia tidak memikirkannya.
" Rik, makasih ya udah mau jadi sopir aku. Nih makanan kamu, sesuai perjanjian." kata Antanasia.
" Iaya sama-sama, makasih juga makanannya. Nih kunci mobil kamu." kata Erik sambil menyerahkan kuncinya.
" Makasih Erikku Sayang." sambil mengambil kunci mobilnya. Sedangkan Erik sangat kaget dengan apa yang diucapkan Antanasia. dan itu membuat wajahnya memerah.
"Rik, kok muka kamu merah sih, kamu malu ya."
" Apaan sih, udah yuk masuk kelas."
Antanasia hanya tersenyum melihat sahabatnya itu malu. Disisi lain ada Surya dan Reni yang sudah melihat Antanasia dan Erik sejak tadi menahan amarahnya.
" Sur, kata kamu Antanasia cewek miskin, tapi sekarang dia bawa Lamborghini tuh ke kampus." kata Bagas.
" Hahaha... Udahlah surya kan udah putus, kalau aku sih nyesel udah putus sama dia, mana sekarang jadi cantik banget lagi." kata Andre.
" Mading kalaian diam deh." Surya yang mendengar perkataan temannya itu semakin kesal dan marah.
" Surya kita masuk kelas aja yuk." kata Reni.
" Kamu juga, ngapain sih ngikutin aku terus, ganggu banget." bentak Surya.
" Kok kamu marah sih, aku kan pacar kamu."
" Udah deh mending kita putus sekarang." kata surya sambil pergi meninggalkan reni. Namun reni menhentikan surya dan memegang tangannya.
" Sur, kamu jangan putusin aku kayak gini. Aku salah apa sih? jangan putus ya."
" Lepas, kita putus. jauhin aku!" bentaknya sambil mengibaskan tangan reni dengan kasar.
" Sur..... Surya." Reni erasa sangat kesal karena perlakuan surya kepadanya.
"Ini semua gara-gara Antanasia s*alan itu, Awas aja ya." Ucap reni dalam hatinya.
Di Kelas Astronomi
" Hai... Pagi semua." kata Antanasia dengan sangat bersemangat.
__ADS_1
" Sia, ya ampun kamu cantik banget sih." kata siska.
" Makasih Siska kecil." kata Antanasia.
" Si, Aku gak nyangka ternyata kamu orang kaya ya." kata silvi.
" Gak la sil, ya kaya kan orang tua aku."
" Sama aja"
" Kayaknya hari ini, kelas kita libur deh." kata Reza.
" Oh ya, tau dari mana?." kata siska penasaran.
" Nih di group, gurunya pergi ke luar kota."
kata Reza sambil memperlihatkan pengumuman yang ada di Smartphonenya.
" Wah asik dong, ke kantin yuk!! leper nih." kata siska.
" Ya udah yuk, biar aku yang traktir." kata Antanasia.
" Beneran." kata siska.
" Iya Siska kecil."
" Yeee... ya udah yuk."
" Mau pesan apa?" tanya Antanasia.
" Terserah deh si, apa aja boleh." kata Reza
" Ya udah pasta ya, sama es jeruk aja. Biar aku yang pesanin?."
" Sia baik banget deh." kata siska.
" Biasa aja, kan kita sahabat."
Beberapa saat kemudian pesanan mereka telah sampai. dan langsung memakannya.
Braaak.
Reni dan teman-temannya mumukul meja kami.
" Apa-apaan sih," bentak Tris.
" Diam.. aku gak ada urusan sama kamu. Heh Antanasia dasar cewek sialan." kata Reni.
Antanasia hanya menarik nafas panjang dan mengabaikan Reni.
" ANTANASIA, lo dengerin gue gak sih." bentak Reni.
" Gak usah bentak-bentak, aku gak tuli. Lagian nih ya, di kampuskan udah ada peraturan, harus menggunakan bahasa indonesia yang baku. Ada apa sih?ganggu aja ." kata Antanasia
__ADS_1
" Gak usah nyeramahin gue, gue gak butuh. Ini semua gara-gara lo tau gak.Gara-gara lo Surya mutusin gue."
" Kenapa nyalahin aku, aku gak ada urusan tuh sama dia. Udah kamu pergi aja deh, ngelihat muka kamu bikin gak nafsu makan tau gak."
" Kurang ajar ya lo." bentak Reni sambil mengangkat tangannya dan akn menampar Antanasia, namun Erik. mengahalanginya dan memegang tangan reni dengan kuat
" Auu.. sakit. Lepas!!" kata Reni.
Erik tak berkata apapun namun dia memberikan tatapan yang menakutkan dan terus melepas tangan reni dengan kasar. Sedangakan Surya yan melihatnya segera berlari menuju Antanasia.
" Kamu gak papa, si?"kata Surya. Namun Antanasia tidak menjawab perkataannya.
" Ren, kamu pergi dari sini!" kata Surya mengusir Reni.
" Tapi Sur...."
" Pergi." bentak surya. Dan akhirnya Reni pergi.
" Sia, kamu beneran gak papa kan?, Reni gak ngapa-ngapain kamu kan?. Maafin aku ya si."
Antanasia masih mengabaikan nya dan masih memakan pastanya.
" Sia, aku bener-bener minta maaf soal kemarin. Kamu mau kan balikan sama aku."
'" Hahahaha... " Antanasia hanya tertawa mendengar perkataan Surya.
" Sia, kamu maukan maafin aku?"
" Aku udah maafin kamu kok." kata Anatanasia. Sedangan sahabat-sahabatnya terkejut dengan perkataan Antanasia.
" Kamu beneran udah maafin aku." kata Surya dengan senang.
" Beneran kok Sur, bahkan aku punya hadiah buat kamu. Kamu mau tau hadiahnya?." kata Antanasia polos.
" Hadiah apa."
" Nih Es jeruk."
" Ha, es juruk. Buat apa?"
" Buat....." Antanasia langsung menumpahkan es jeruk itu ke atas kepala surya. Dan surya sangat terkejut dengan hal itu.
Hahahaha.... Sahabat Antanasia terus tertawa melihat perbuatan Antanasia.
" Aduh maaf ya Sur, Aku gak sengaja. Aku bener-bener gak sengaja, Aku gak ada niat buat numpahin Es jeruknya, aku cuma ada niat nyiram aja."
" Maksud kamu apa sih? Kalau kamu gak mau maafin aku gak usah kayak gini caranya. Baju aku jadi basah kan."
" Ya kan aku gak sengaja." kata anatanasia dengan polosnya. Karena malu Surya akhirnya pergi dengan marah.
" Hahahahaaa... Guys karena aku lagi bahagia, jadi kalian boleh makan apa aja, aku yang taraktik." kata Antanasia kepada semua orang yang berada di kantin.Surya yang mendengar hal itu semakin menjadi marah
Bersambung.
__ADS_1