Karena Bulan Dan Bintang

Karena Bulan Dan Bintang
Pesta(2)


__ADS_3

Setelah 10 menit, dansa telah berakhir.


" Baiklah dansa pertama telah berakhir. Sekarang kita lanjutkan dengan permainan (Menari di atas kertas lipat)." kata sang MC.


Prok prok prok


" Nah jadi cara mainnya, nanti setiap pasangan akan menari di atas kertas, pasangan yang keluar dari dalam kertas dianggap gugur. Setiap lagu berhenti kertas akan di lipat, begitu seterusnya sampai kami menemukan pemenangnya. Karena terlalu banyak orang, jadi nanti yang akan bermain adalah perwakilan kelas. Setiap kelas akan mengirim 4 pasangan." lanjutnya.


" Jadi sekarang bisa di pilih untuk perwakilan kelasnya."


" Wau... siapa noh yang mau mewakili kelas kita." kata Siska.


" Aku gak deh, kalian aja." kata Nirma.


" Aku juga Engga." kata Risma dan Fina.


" Aku juga gak deh, aku gak bisa dansa." kata fina.


" Aku tidak ikut." kata Billy.


" Aku yang lihat aja deh." kata Rian.


" Ya udah aku yang video in aja." kata Bisma.


" Kalau semua gak mau, terus siapa yang mewakili." kata Antanasia.


" Aduh gini deh. Sia dan Erik, Siska dan Tris, Rara dan Riko, dan yang terakhir Aku dan Silvi." tegas Reza.


" Apa! aku dan dia." kata Tris dan Siska sambil saling menunjuk.


" Udah gak usah mulai deh. Ini perintah ketua kelas." tegas Reza.


" Iya." kata Trsi dan Siska kompak.


" Baiklah waktu berunding sudah berakhir. Untuk pasangan yang sudah di tentukan bisa langsung menempati tempat di atas kertas yang sudah di sediakan." kata MC.


" Permainan di mulai."


Prok prok prok


Lagu pertama di putar.


🎶


Para peserta telas menari bersama pasangannya. Tarian pertama berjalan dengan lancar tidak ada satu pasangan pun yang keluar dari kertas.


Lagu ke dua di putar.


🎶


Kini kertas dilipat menjadi separuh dari yang pertama.


Pasangan mulai menari di atas kertas. Terlihat beberapa pasangan yang keluar dari dalam kertas.


" Kenapa sih kertasnya harus di lipat." kata Siska.


" Namanya juga menari di atas kertas lipat, ya harus di lipat lah kertasnya." ketus Tris.


" Mending kamu diam aja deh, dari pada nanti kita kalah." lanjutnya


" Iya iya bawel."


Mereka terus menari, sampai lagu berhenti. Hampir 20 lebih pasangan yang gugur pada permainan ke dua. Keryas di lipat kembali menjadi lebih kecil.


Lagu ke tiga di putar


🎶


Kertas semakin kecil, sehingga semakin sulit untuk bergerak.


" Taruh kaki kamu di sela-sela kaki aku." kata Reza.


" Oke." kata silvi.


" Oh tuhan kenapa makin deket sih, jadi gak fokus kan narinya." Batin Silvi.


" Silvi cantik banget." Batin Reza.

__ADS_1


" Akh." Teriak Silvi dan Reza. Silvi terjatuh menimpa Reza.


" Aduh, kamu berat banget sih sil." kata Reza.


" Maaf Za, gak sengaja. Tadi aku nginjak gaun aju jadi gak seimbang."


" Ya udah gak papa. Kamu berdiri dulu, sakit pinggang aku." seketika silvi langsung berdiri.


" Maaf ya Za." Kata Silvi sambil memajang muka kasihan.


" Gak papa Silvi. Kamu gak papa kan? ada yang sakit?"


" Aku gak papa kok, hanya kakiku sedikit sakit."


" Ya udah kita cari tempat duduk. Kamu bisa jalan, apa perlu aku gendong."


" Ahh gak usah, aku bisa kok jalan sendiri."


" Ya udah aku bantu, ayuk." kata Reza sambil mengulurkan tangannya, untuk membantu Silvi berjalan.


" Makasih." katanya sambil menjabat tangan Reza.


Untuk lagu ke tiga ini sekitar 30 pasangan yang telah gugur. Dan untuk pasangan yang lainnya yang masih tetap bertahan terus melanjutkan permainan.


Lagu ke empat di putar


🎶


Sekarang hanya tersisa sekitar 30 pasangan saja. Kertas semakin kecil, pasangan harus bisa membagi tempat.


" Sia, kamu injak aja kaki aku." kata Erik.


" Nanti kaki kamu sakit rik"


" Kamu copot aja high heels kamu, biar kaki aku gak terlalu sakit."


" Kamu yakin"


" Yakin," Setelah itu Antanasia langsung mencopotnya dan menginjak kaki Erik. Dan mereka mulai menari.


Disisi lain ada Siska dan Tris.


" Emang kamu kuat aku injak." kata Siska dengan nada mengejek.


" Jangan meremehman orang, aku kan cowok gantle, ya harus kuat lah"


" Ya deh iya."


" Kamu yang bener dong narinya." kata Siska.


" Gimana mau bener, kaki aja kamu injak. Kan sakit."


" Katanya gantle, gini aja udah gak kuat. Tuh liat, Erik aja kuat gak kayak kamu."


" Cerewet banget sih, diam deh." Siska pun langsung diam dan memalingkan mukannya karena kesal.


Saat lagu berhenti Siska langsung turun dari kaki Tris yang terlihat sudah sangat kesakitan. Saat ini hanya tersisa sekita 5 pasangan saja. Ada Tris dan Siska, Erik dan Antanasia, Surya dan Reni, dan 2 pasangan dari kelas lain.


Sekarang kertas semakin kecil hanya bisa menampung satu orang saja. Setiap pasangan semakin bingun bagaiman cara mereka untuk menari. Berbeda dengan Erik yang terlihat tenang-tenang saja.


" Rik, gimana nih cara narinya." kata Antanasia yang kebingungan.


Tanpa berbicara Erik langsung menggendong Antanasia.


" Eh-eh, Erik kok kamu gendong aku sih?" katanya kaget.


" Udah diam aja, nurut aja lagi. Gak usah berisik."


" Ihh... t-tapi kan malu, Rik.." Katanya yang dengan muka yang sudah memerah.


" Malu kenapa?"


" Aaa-Anu."


" Udah diam!"


" Ahh Erik, kamu gak peka banget sih. Aku kan malu banyak yang liat. Dan lagi jantung ini gak bisa di ajak kompromi lagi, gak mau berhenti." Batin antanasia.

__ADS_1


" Aduh ini jantung kenapa gak bisa diam sih, jangan sampai Sia bisa dengerin, kan malu." Batin Erik.


Disisi lain ada Surya yang sedari tadi selalu melihat ke arah Antanasia dan Erik dengan tatapan tajam dan menahan kesal nya.


" Kurang ajar banget sih tuh Erik, Ngapain coba pakek acara gendongin Antanasia. Aku gak boleh kalah, pokoknya aku harus dapetin Antanasia kembali." Batin Surya.


Sedangakan Reni yang melihat Surya yang terus memandangi Antanasia dikalah kesalnya. Tatapan cemburu terpancar jelas di matanya.


" Ishh... Surya ngapain sih ngelihatin cewek itu mulu, jelas-jelas yang nari sama dia itu aku. Tapi liatin dia mulu, cantikan juga aku." Batin Reni.


Disisi lain ada Tris dan Siska yang masih terus bertengkar dan berdebat.


" Kamu kuat kan gendong aku?." tanya Siska.


" Kuat lah, gendong Reza aja aku kuat apa lagi kamu."


" Awas aja ya, kalau kamu jatuhin aku. Aku itu Limited Edition."


" Oh... Di produksi dimana? berapa harganya?."


" Kamu kira aku barang apa?"


" Katanya Limited Edition."


" Ya emang Limited Edition, kan aku cuma satu-satunya, gak ada yang sama kayak aku, jadi Limited Edition."


" Iya lah."


Lagu terakhir di putar. kali ini pasangan yang bisa bertahan paling lama maka dia lah pemenangnya.


Bruuuk.


" Aduh, Sakit." kata Siska.


" Kok kamu jatuhin aku sih, Sakit tau." Lanjutnya sebal.


" Maaf, maaf... tangan aku Kram. Gak sengaja jatuh."


" Siska, kamu gak papa kan?" kata silvi yang khawatir melihat Siska kesakitan.


" Gak papa apanya, sakit tau. Tris jahat tau gak."


" Ya maaf Sis, maaf ya." kata Tris.


" Tau ah, aku ngambek." kata Siska yang langsung pergi meninggalkan Tris dan Silvi.


Antanasia dan Erik yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala dengan tingkah sahabtanya itu.


Bruk


Bruk


Ya susara pasangan ya jatuh sangat jelas. Kini hanya tinggal 2 pasangan saja. Erik dan Antanasia, Surya dan Reni. Antanasia sangat gugup saat berada di gendongan Erik.


" Rik, kamu gak capek?"Kata Antanasia.


" Gak kok, Kamu tenang aja, aku gak akan pernah jatuhin kamu." jawab Erik.


Sedangkan Antanasia hanya terdiam sambil bersandar di leher Erik dan memeluknya.


" Aku gak papa kan meluk kamu kayak gini"


" Gak papa, aku malah seneng bisa di peluk sama kamu." dan pipi mereka berdua mulai memerah bersama.


" Kamu berat banget sih Ren, tangan aku sampai sakit nahan kamu." kata Surya.


" Ihh Surya, aku itu gak berat. Tahan dong, biar kita bisa menang." kata Reni.


" Aduh gak kuat nih, tangan aku kram."


" Eh-eh kamu jangan jatuhin aku."


Bruk.


" Auuu, Surya sikit tau." bentak Reni.


" Maaf Ren"

__ADS_1


Antanasia di buat ketawa saat melihatnya. Dan sudah di pastikan siapa pemenangnya. Perlahan Erik mulai menurunkan Antanasia dengan lembut. Mereka saling menatap satu sama lain.


Bersambung.


__ADS_2