
Hari pesta penutupan.
Saat ini waktu menunjukkan pukul 18.00 WIB. Sedangakan pesta akan di mulai pada pukul 19.00 WIB.
Kini Antanasia sedang bersiap-siap dikamarnya. Dia mengenakan dress panjang berwarna putih yang di desain khusus oleh mamanya itu. Dia tampak cantik hayak dengan riasa tipis di wajahnya.
Antanasia berjalan menuruni anak tangga. Erik yang sedari tadi menunggunga itu pun sangat tercengang dengan kecantikan Antanasia.
"Oh tuhan, apa ini yang di namakan bidadari turun dari surga" batin Erik.
" Hei.. Mengapa kau terus melihatku." kata Antanasia.
" Kamu cantik sekali." kata Erik.
" Apa? apa kau memujiku?.Oh tuhan baru kali ini Sang Es batu memujiku, ini momen yang sangat langka."
" Hadehh... Lebay."
" Biarin, emang ini momen langka tau. Nih ya selama 15 tahun kita sahabatan baru kali ini kamu muji aku. Banyak sih yang bilang aku cantik, tapi kalau kamu yang bilang jadi beda tau gak."
" Segitu senangnya kamu aku puji. Mau aku puji tiap hari?
" Mau dong."
" Kalau mau aku puji tiap hari, kamu nikah aja sana aku. Nanti aku puji tiap hari." goda Erim
Antanasia membulatkan matanya dan wajahnya mulai memerah.
" Haiss.. suka bercanda ya sekarang." Kata Antanasia sambil mencubit perut Erik gemas.
" Auw.. sakit Sia. Aku gak bercanda tau."
" Au Ah. Yuk berangkat." kata Antanasia sambil pergi menuju mobil mendahului Erik karena sebal.
Mereka kini telah berangkat menuju kampus. Pesta akan di adakan di kedung milik kampus sendiri. Gedung ini sangat luas cukup untuk menampung seluruh mahasiswa.
setelah melakukan perjalanan selama 15 menit, mereka akhirnya tiba di kedung tersebut. Mereka terlebih dahulu memarkirkan mobil. Setelah itu mereka berjalan bersama menuju gedung.
Erik terlihat begitu tampan dengan mengenakan kaos putih yang di tutupi dengan jas putih serta celana putih, dan sepatu berwana putih pula. Sedangkan disampingnya terdapat Antanasia yang juga mengenakan gaun berwarna putih, membuat mereka tampak begitu serasi.
Banyak mata yang memandangi mereka dan mereka di sambut oleh ke empat sahabatnya itu, siapa lagi kalau bukan Tris, Reza, Silvi, dan Siska.
" OMG.. Erik gandeng banget."
" Antansia juga cantik banget."
" Serasinya."
" Jadi pengen di gandeng Erik."
" Aduh smSur, mantan lo itu cantik banget sih." kata salah satu teman Surya.
Surya hanya terdiam.
" Sia, aku bakal dapetin kamu kembali bagaimana pun caranya. Aku yakin kamu pasti masih cinta sama aku" batin Surya.
" Sia, kamu cantik banget sih. Aku sampai gak bisa ngenalin kamu tau gak." kata Siska. yang berjalan ke arah Antanasia bersama dengan Silvi.
" Kamu kayak putri raja tau gak." kata Silvi.
Siska Ayuni.
Siska mengenakan Dress berwana merah muda sepanjang lutut itu tampak begitu imut.
Silviana Dewi.
Mengenakan dres merah muda yang panjang dan di hiasai bunga-bunga kecil pada bagian pinggangnya. Dia tampak begitu Elegan.
__ADS_1
" Makasih, kalian juga cantik tau gak." kata Antanasia.
" Siska imut banget dan Silvi kamu sangat Elegan." lanjutnya.
" Ini berkat baju dari mama kamu yang sangat cantik." kata Silvi.
" No... Ini karena kalian memang sudah cantik." kata Antanasia.
" Iya iya kalian semua cantik kok. Gak selesai-selesai mujinya." kata Tris. Tris terlihat tampan dengan pakaian simpelnya itu.
Trisna Saputra
Dia mengenakan jas dan celana berwarna putih dengan kaos berwarna merah. Dia tampil begitu menawan.
Reza Rahardian
Mengenakan jas dan celana putih juga dengan kaos butih sama seperti Erik. Dia tampil dengan penuh berwibawa dan tampan.
"Hai Rik.. bisa dandan juga kamu." kata Reza sambil mengahampiri Erik.
" Haiss.. ini semua kerjaannya Antanasia tau gak. Dan kamu sendiri, kayak pangeran kau." kata Erik.
" Hahaha... bisa aja kau. Ini juga kerjaannya Silvi dan Siska yang milihin desain baju kayak gini. Berasa kayak jadi Raja tau gak." kata Reza.
Hahaha
Mereka tertawa saling menilai penampilan masing-masing. Ya beginilah setiap tahunnya. Berpakaian layaknya seorang putri dan pangeran.
" Udah yuk, kita kesana aja. Sebentar lagi acarannya di mulai." kata Siska yang mengajak sabahat-sahabatnya itu ke aula utama.
Mereka hanya menjawabnya dengan anggukan kepala dan berjalan menuju aula utama.
" Erik." Panggil Antanasia.
" Ada apa?" Katanya.
" Emang kamu mau ngomong apa."
" Kamu hari ini TAMPAN sekali." bisik Antanasia sambil tersenyum.
Erik terkejut dengan apa yang di dengar tadi. Kini mukannya tampak berubah menjadi sedikit merah.
" Akhhh... Sia, aku malu tau gak." batin Erik.
" Haiss.. memang aku tampan." Kata Erik sambil mengusap rambutnya dan mengedipkan satu matanya.
" Iya lah." kata Antanasia pasrah.
*****
" Selamat malam semuanya." kata MC.
"Malam." kata semua mahasiswa
" Acara kali ini akan kita buka dengan berdansa ya. Jadi teman-teman bisa memilih pasangan dansannya masing-masing."
Reza dan Silvi.
" Hei tuan putri mau berdansa denganku." kata Reza sambil mengulurkan tangannya kepada Silvi.
" Hemm.. tentu saja. Dengan senang hati pangeran Reza." kata Silvi sambil tersenyum dan Reza pun tersenyum juga.
Tris dan Siska.
" Ya udah yuk." Kata Tris sambil menjulurkan tangannya.
" Apaan?." kata Siska.
__ADS_1
" Kamu mau dansa gak?."
" Ya mau lah."
" Ya udah ayuk."
" Kamu ngajakin aku dansa."
" Ya terus ngajak siapa lagi, kan disini cuma ada kamu."
" Ya bilang ke dari tadi." kata Siska sambil menjabat tangan Tris.
" Cerewet."
" Bodo amat".
Antanasia dan Erik.
" Erik.. aku boleh gak dansa sama kamu?." kata seorang wanita entah siapa.
" Gak boleh! Erik sama aku." kata Antanasia tegas. Kemudian wanita itu pergi dengan kesal.
" Aku tanya Erik bukan kamu." kata wanita itu.
" Maaf tapi aku gak mau sama kamu." Kata Erik singkat. Dan wanita itu langsung pergi dengan kesal mungkin
" Sia.. Boleh aku berdansa denganmu." kata Surya yang menghampiri Antanasia.
" Gak boleh! Antanasia sama aku." Kata Erik tegas.
" Aku tanya sama Antanasia bukan sama kamu." kata Surya.
" Tapi aku gak mau sama kamu." kata Antanasia sambil menggandeng tangan Erik dan pergi meninggal Surya.
"S*al." batin Surya kesal.
Hahaha.
Tawa Antanasia dengan puas. Sedangkan Erik ya hanya tersenyum saja.
" Rik, kok bisa sama sih." Kata Antanasia yang masih tertawa.
" Mungkin jodoh." goda Erik
Antanasia kini membulatkan matanya.
" Haiss... kau selalu saja menggodaku." kata Antanasia.
" Aku tidak menggodamu Sia."
" Iya lah Rik."
" Ingat jangan menginjak kakiku saat berdansa." kata Erik.
" Biarlah... Agap saja sebagai bonus untukmu."
" Bonus?"
" Iya bonus. Karena kamu sudah berdansa bersama wanita cantik ini dan itu bonusnya."
" Penyakit terlalu percaya dirimu itu sepertinya harus di obati. Dan lagi bonus itu seharusnya yang menyenangkan bukan mengenaskan."
" Huft.. tak apa la Rik."
" Haiss." katanya sambil menghembuskan nafas panjang.
Setelah itu musik mulai dinyalakan pertanda dansa akan dimulai. Dengan alunan lagu yang merdu membuat suasana semakin indah.
__ADS_1
Bersambung.