
" Baiklah tuan putri, tolong maafkan semua kesalahanku, aku tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Erik sambil memelas.
" Akhh... Tidak dia sangat imut." Batin Antanasia.
" Baiklah baiklah aku memaafkanmu." Ucap Antanasia.
Mereka pun menghabiskan malam ini dengan penuh canda tawa.
****
Keesokan paginya, Antanasia yang sudah selesai membersihakan dirinya pun menuju tempat makan karena hari ini dia ada jam kuliah pagi.
" Pagi mama dan papa." Ucap Ella sambil mencium pipi papa dan mamanya bergantian.
" Pagi juga sayang, ayo duduk kamu sarapan dulu." Ucap mama Antanasia.
" Iya ma." Ucap Antanasia.
Setelah selesain makan Antanasia pun segera berpamitan untuk pergi ke kampus. Seperti biasa Antanasia akan berangkat bersama Erik. Saat ini pun Erik sudah menunggu di ruang tamu.
" Ma, pa, Sia berangkat dulu ya, udah di tungguin Erik tuh." Ucap Antanasia.
" Iya, kamu hati-hati ya sayang." Ucap mama.
" Bilang sama Erik jangan ngebut kalau naik mobil." Ucap papa.
" Siap." Ucap Antanasia tegas.
" Ya udah, Sia berangkat dulu, bye ma, pa." Ucap Antanasia.
" Bye sayang."
Antanasia pun segera berangkat ke kampus bersama Erik. Saat tiba di kampus mereka selalu menjadi pusat perhatian.
Antanasia yang tampil begitu cantik dengan dress birunya dan Erik yang sangat tampan dengan wajah dinginnya.
Mereka pun segera menuju ke kelas mereka. Sampai di kelas, mereka langsung duduk di kursi masing-masing. Beberapa saat kemudian bapak guru memasuki kelas mereka.
" Pagi anak-anak." Ucap pak guru.
" Pagi juga pak." Ucap semua murit.
" Antanasia, gimana keadaan kamu? Udah baikan?." Tanya pak guru.
" Sudah pak." Ucap Antanasia.
" Alhamdulillah kalau begitu." Ucap Pak guru.
Memang berita kemarin tentang Antanasia dan Surya, sudah di ketahui oleh semua warga kampus. Surya juga telah di keluarkan dari kampus dan bisnis keluarganya pun juga telah mengalami kebangkrutan.
" Ya sudah sekarang kita lanjut pelajaran dulu. Silahkan kalian lihat video ini dan tulis beberapa poin pentingnya." Ucap pak guru dan memperlihatkan sebuh video di layar.
Semua siswa pun melihat video tersebut dengan tenang dan mereka juga menulis poin-poin penting dari video tersebut.
2 jam kemudian, jam pelajaran telah selesai.
" Baik anak-anak sebelum saya tutup perjumpaan kita kali ini, saya akan mengumumkan kalau 5 hari lagi, tepatnya saat hari sabtu depan kita akan melakukan kegiatan kemping. Nanti tolong siapkan teleskop kalian masing-masing, nanti kita akan melakukan pengamatan pada bintang dan buat laporan dari pengamatan yang kalian lakukan. Untuk perlekapan lainnya akan saya kasih ke ketua kelas kalian. Bisa di mengerti?." Ucap pak guru panjang kali lebar
" Bisa pak." Ucap semua murid.
" Baik kalau begitu, sampai bertemu di pertemuan selanjutnya, selamat siang." Ucap Pak guru.
" Selamat siang juga pak." Ucap semua murid.
__ADS_1
Semua siswa pun segera keluar dari ruang kelas tersebut. Reza sebagai ketua kelas juga telas mendapatkan daftar rincian apa saja yang akan di bawa saat kembing nanti.
" Si, mau nongkrong dulu gak?." Tanya Siska.
" Boleh tuh, Sil kamu ikut apa gak?." Tanya Antanasia pada Silvi.
" Ikut kemana?." Tanya Silvi balik.
" Nongkrong." Ucap Siska.
" Boleh, aku juga bosan di rumah terus." Ucap Silvi.
" Yang cowok ikut apa nggak?." Tanya Siska pada ketiga sahabat laki-lakinya itu.
" Kita mah ikut-ikut aja."Ucap Reza.
" Oke, kalau gitu kita mau nongktong dimana?." Tanya Antanasia.
" Di pasar aja, nanti kita sambil nyobain makanan pedagang kaki lima aja gimana? Aku lagi pengen makan sate nih." Ucap Silvi.
" Boleh, kayaknya enak tuh." Ucap Antanasia.
" Yang lain gimana? Setuju gak?." Tanya Silvi kepada sehabatnya yang lain.
" Boleh." Ucap mereka bersama.
" Good, sekarang kita berangkat. Za aku nebeng kamu ya?." Ucap Silvi pada Reza.
" Boleh." Ucap Reza.
" Lah terus, aku sama siapa?." Tanya Siska.
" Tuh ada Tris Kamu nebeng dia aja." Ucap Antanasia.
" Kamu tuh ya, udah nebeng masih aja ngomel." Ucap Tris. ketus. Itu membuat Siksa menatap tajam ke arah Tris
" Udah, kita berangkat sekarang." Ucap Antanasia.
" Iya."
Mereka pun segera berangkat ke salah satu pasar terdekat. 20 menit mereka melakukan perjalanan ke sana. Saat tiba di sana, mereka pun memarkirkan mobil mereka terlebih dahulu.
*****
Mereka berjalan kaki menelusuri pasar itu, mereka membeli banyak makanan. Mulai dari makanan tradisional dan makanan yang lainnya.
Kini mereka telas sampai di salah satu penjual sate di sana. Mereka pun segera memesan sate tersebut.
" Kalian masu pesan sate ayam apa sate kambing?." Tanya Antanasia kepada semua sabahatnya.
" Ayam." Ucap mereka kompak.
" Oke."
" Bang, sate ayamnya 100 tusuk ya." Ucap Antanasia kepada penjual sate.
" Siap mbak, di tunggu ya." Ucap penjual sate itu.
" Oke bang." Ucap Antanasia dan segera bergabung dengan sahabat-sahabatnya.
" Si, kamu pesan berapa tusuk?." Tanya Silvi.
" 100." Ucap Antanasia singkat.
__ADS_1
" Banyak bener." Ucap Tris.
" Lah kita kan berenam, jadi satu orang 10 tusuk.
" Lah yang 40 tusuk buat siapa?." Tanya Tris.
" Buat aku lah, nanti kalau kamu kurang bilang aja, aku kasih kok." Ucap Antanasia.
" Rakus bener mbak." Ucap Reza.
" Bodo, lagian aku tau kok kalian pasti kurang kalau cuma 10 tusuk, jadi aku pesan lebih." Ucap Antanasia.
" Kamu pengertian banget deh." Puji Reza.
" Iya dong, Antanasia." Ucap Antanasia menyombongkan diri.
" Ini mbak pesanannya." Ucap penjual sate.
" Makasih yang bang." Ucap Antanasia.
" Sama-sama, silahkan di nikmati." Ucap penjual sate ramah dan berlalu pergi.
Mereka pun segera melahap sate tersebut dwngan lahap. Dan benar kata Antanasia bahwa sahabat-sahabatnya itu kurang hanya dengan 10 tusuk.
100 tusuk sate pun segera di lahab habis oleh mereka.
" Za, beli minum sana!." Ucap Silvi menyuruh Reza.
" Enak banget ya nyuruh-nyuruh." Ucap Reza.
" Sekali-kali Za." Ucap Silvi.
" Ya udah, kalian mau minum apa?." Tanya Reza.
" Za, aku beliin Es serut itu dong." Ucap Antanasia dan menunjuk salah satu penjual.
" Aku juga." Ucap Silvi dan Siska.
" Samain aja." Ucap Erik dan Tris.
" Oke, tunggu bentar." Ucap Reza dan berlalu pergi ke penjual Es serut tersebut. Beberapa menit kemudia Reza pun telah kembali sambil membawa 6 bungkus Es serut di tangan kanan dan kirinya.
" Nih." Ucap Reza sambil membagikan Es serut tersebut.
" Makasih." Ucap mereka kompak.
" Hem."
" Eh, gak kerasa udah jam 2 siang. Ternyata kita lama juga jalan-jalannya." Ucap Silvi.
" Bener juga, keasikan belanja ini mah." Ucap Siska.
" Si, kita pulang ya." Ucap Erik pada Antanasia.
" Oh ya udah, aku dan Erik pulang dulu ya guys." Ucap Antanasia.
" Kita juga mau balik lagi Si." Ucap Silvi dan di angguki oleh Siska.
" Yaudah sampai ketemu besok, bye guys." Ucap Antanasia.
" Bye."
Mereka pun kembali ke rumah mereka masing-masing.
__ADS_1
Bersambung.