
Hari menunjukkan pukul 06:00 pagi. Aku terbangun dan pergi ke kamr mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi aku mulai merapikan diri dan bergegas turun.
Saat turun tangga, Aku melihat pemandangan yang begitu ku rindukan. Aku takut kalau semua ini hanya mimpi. Tapi ternyata semuannya sangat nyata. Aku mulai tersenyum lebar melihat kedua orang tuaku itu.
" Pa ma, selamat pagi"
" Selamat pagi sayang" ucap papa dan mama kompak.
" Sini duduk mama udah masakin makanan buat kamu"
Tidak ada hal lain yang bisa membuatku sebahagia ini. Papa dan mama menyempatkan waktu untuk makan bersamaku.
" Papa sama mama gak pergi kerja"
" Tidak sayang, selama 2 hari ini kami tidak akan masuk kerja. Karena kami ingin menghabaiskan waktu bersama putri kami ini." ucap mama
" Beneran ma", kataku dengan penuh semangat
" Tapi aku gak mau ganggu pekerjaan kalian dan malah ngerepotin kalian" lanjutku.
" Sia, kamu sama sekali gak ngerepotin kita. Jadi kamu gak usah mikir kayak gitu, Oke!" Kata papa.
" Oke pa"
" Kalau gitu kita bisa pergi belanja dan makan barsama kan" ucapku.
" Apapun, sayang" ucap mama sambil mengelus kepalaku.
Aku bahagia, sangat, sangat bahagia.
*****
Selama 2 hari ini aku menghabiskan waktuku bersama keluarga ku. Dan hari ini aku akan kembali ke Bandung. Semua barang sudah di siap kan dan Erik juga sudah menjemputku.
__ADS_1
" Pa, Ma, Sia pamit ya."
" Ya udan, kamu hati-hati ya sayang. Jaga kesehatan kamu disana. Kalau kamu butuh apa-apa kamau langsung hubungin mama atau papa." ucap mama
" Iya ma. Mama dan Papa juga jaga kesehatan ya disini. Jangan terlalu begadang karena kerjaan, aku gak mau kalian sakit."
" Baik-baik ya sayang, kalau ada waktu kami akan mengunjungimu" ucap papa.
" Erik, om titip Sia ya, jaga dia baik-baik"
" Iya om, Erik bakal jagain Sia sesuai permintaan om"
"Makasih ya Rik"
" Iya om"
" Ya udah, pa ma, Sia pergi dulu ya" ucapku sambil mencium tangan mereka.
" Dahhh pa, ma, aku sayang kalian"
******
Kami akhirnya tiba di Bandung setelah melakukan 7 jam perjalanan. Kami sudah sampai di rumah masing-masing.
Aku berfikir sejenak, sepertinya aku melupakan sesuatu.
Ya ampun Sia, kamu bodoh banget sih. Kamu ngajak Erik balik ke Surabaya tapi kamu mengabaikan Erik sepernuhnya dan malah bersenang-senang dengan papa dan mamamu. Aku harus menemui Erik.
Aku bergegas pergi ke rumah Erik, Karena rumah kami bertetangga, jadi aku sudah sampai di rumah Erik hanya dengan waktu 2 menit saja.
Aku membunyikan bel berharap Erik masih belum tidur. Dan benar, dia membukakan pintu untukku. Aku merasa lega.
" Rik"
__ADS_1
" Ada apa lagi Si, kamu ada masalah?"
" Gak ada"
" Terus kenapa?"
" Kamu gak mau nyuruh aku masuk dulu gitu, aku haus habis lari-lari"
" Ngapain juga kamu lari- lari. Ya udah, ayo masuk"
" Nih minum dulu!", Kata Erik sambil memberikan secangkir air untukku. Tanpa pikir panjang aku langsung meminumnya.
" Makasih", ucapku.
" Kamu kenapa?"
" Rik, a aku mau minta maaf sama kamu", ucapku sambil meras bersalah.
" Maaf untuk apa?"
" Ma maaf rik, kemarin akun sama sekali gak hubungin kamu, padahal aku yang ngajak kamu ke Surabaya, tapi aku malah ngabaiin kamu dan malah senang-senang sendiri.Aku minta maaf rik, padahal kamu ke Surabaya untuk nemenin aku, tapi aku malah.....", belum selesai aku bicara dan Erik langsung memotong perkataanku.
" Si, Aku bahagia dengan kebahagiaan kamu. Wajar, aku ngerti kok Si kalau kamu ingin menghabiskan waktu dengan mereka, lagian aku juga gak mempermasalahkannya, Sia."
" Tapi rik...." lagi lagi Erik memotong perkataanku.
" Si, kalau kamu kayak gini aku bakal marah beneran sama kamu. Aku gak papa Si, Udah sekarang kamu pulang gih, istirahat, kamu pasti capek"
" Oke" kataku dengan malas.
" Kamu istirahat juga ya rik, goog night"
" Night"
__ADS_1
Aku pulang masih dengan perasaan bersalah. Padahal aku tau Erik tidak suka pulang karena dia tidak ingin bertemu papanya. Oh tuhan Antanasia kamu orang paling bodoh di dunia.
Bersambung.