
" Hahahahaaa... Guys karena aku lagi bahagia, jadi kalian boleh makan apa aja, aku yang taraktik." kata Antanasia kepada semua orang yang berada di kantin.Surya yang mendengar hal itu semakin menjadi marah.
" Hahaha.... kok kamu bisa sih kepikiran buat nyiram kak.Surya." kata siska.
" Aku juga gak tau. Yang pastinya aku lega banget bisa nyiram dia. Oh ya bukannya acara olahraga tahunan mau di mulai ya." kataku.
" Iya, acaranya akan dia adakan satu bulan lagi dan tentu saja akan di tutup dengan pesta pemilihan raja dan ratu." kata Reza.
" Ada lomba apa aja kali ini?" kataku.
" Ada lari jarak pendek, lari jarak jauh, lari estafet, lompat tinggi, taekwondo, dan Basket. Dalam setiap perlombaan akan merebutkan juara 1,2,dan 3. Juara 1 Akan mendapatkan 15 poin, juara 2 mendapatkan 10 poin, sedangkan juara 3 mendapatkan 5 poin. Kelas yang mendapatkan poin paling banyak akan menjadi juara umum dalam perlombaan." Kata Reza menjelaskan.
" Wow seru dong, aku ikut taekwondo ah." kata siska.
" Kayak bisa aja." kata Tris.
" Lo ngeremehin gue."
" Emang lo bisa, sok bisa lo, kenak tendang keok lo."
" Cari masalah nih anak." kata siska sambil meninju wajah Tris, namun gagal karena Tris sudah memegang sabuk hitam.
" Udah, ribut mulu. Lagian kenapa cara bicara kalian ikut-ikutan kaya cara bicaranya Reni. Kembarannya Reni nih." kataku.
" OGAH." kata Siska dan Tris kompak. kemudian mereka saling memandangi satu sama lain, dan langaung memalingkan muka. Kami sebagai penonton hanya bisa menggelangkan kepala kami.
Kampus kami memang berbeda dengan kampus lainnya. Setiap tahunnya akan di adakan perlombaan pada cabang olah raga. Kata Rektor, perlombaan ini diadakan supaya mahasiswa bisa mendapatkan hiburan setelah menghadapi ujian. Dan para mahasiswa selalu menantikan acara ini.
" Nah aku udah selesai makan, aku pulang dulu ya, udah di jemput daaa semua." Kata siska.
" Aku juga selesai, balik dulu Sia." kata silvi.
" Aku dan Resa juga udah selesai, kita balik ya." kata Tris.
" Jangan lupa bayarin, daaa." kata mereka kompak dan langsung pergi.
" Hei kalian, dasar. Pergi gitu aja gak ada bilang makasih." teriakku.
" Udah, jangan teriak-teriak kayak anak kecil. Bayar sana." kata Erik.
" Kamu juga." kataku mendengus kesal.
Erik hanya tersenyum tipis melihatku kesal.
" Mbak Rani." kataku.
__ADS_1
" Iya, ada apa?." kata mbak rani.
" Mau bayar mbak, habis berapa mbak sama punya semua anak tuh."
" Habis 1 juta aja kok."
" Ya udah nih mbak." Kataku samabil menyerahkan uang 1 juta.
" Makasih lo ya udah ngeborong."
" Iya mbk sama-sama, aku pulang dulu ya mbk, dah mbak Reni."
" Daaa Sia, hati-hati."
" Iya mbak."
" Aku pulang dulu ya penghuni kantin."
" Makasih traktirannya, sering-sering deh." kata salah Bisma salah satu teman kelasku.
" Sama-sama. Bangkrut akunya."
Hahahah...
*******
Braak
Sontak semua orang terkejut dan melihat ke depan.
" Baiklah, perlombaan olahraga akan di mulai, jadi aku mau kita dapat memenagkang setiap cabang perlombaan." kataku tegas.
" Buset, tahun lalu aja kita gak dapat satu pun juara. Dan sekarang kamu bilang harus dapat semua, gimana caranya coba." kata Fina
" Karena itu, aku udah nyiapain jadwal untuk latihan kita. Di kelas kita hanya ada 15 anak (7 puta dan 8 putri), jadi kita harus bekerja keras." kataku menegaskan.
" Males a, nanti juga bakal kalah lagi." kata Rian.
" Kalian jangan pesimis dong, usaha aja belum udah nyerah aja."
" Bodo amat." kata teman satu kelas kecuali ke lima sahabatku itu.
" Kalian tuh ya, gini deh kalau kalian bisa memenangkan perlombaan, aku bakal minta mama aku untuk ngebuatin baju pesta khusus untuk kalian, gimana?" kataku.
" Emang mama kamu siapa, desainer." kata Ami
__ADS_1
" Kalian gak tau mama aku siapa. Hemm nih ya kalian tahu kan nama panjang aku."
" Antanasia PS." kata teman satu kelas.
" What? Kalian kira aku video game. Nama aku itu..."
" Antanasia Putri Stevani." kata Erik.
" Apa? Jadi kamu anak desainer Putri Stevan?" kata mereka kompak.
" Kalian bisa gak sih gak usah kenceng-kenseng ngomongnya. Jadi mau gak nih dibuatain baju? Tapi kalian haru bisa menang lomba, setuju?."
" Setuju" jawab mereka kompak lagi.
" Tapi emang mama kamu bisa buatin baju buat kita secara kan desainer terkenal pasti sibuk banget." kata Rara.
" Masalah itu aku udah bicara sama mama. Aku tahu kok dan aku udah hafal kalau teman-temanku ini gak akan semangat kalau gak ada bonusnya, jadi semalam aku udah bicara sama mama dan mama setuju." kataku
" Hafal banget kamu si" kata Bisma.
" Kalian kan taman aku, jadi aku udah pasti hafal." kataku
" Iya lah." Kata Bisma
Kami berdiskusi bersama untuk pembagian setiap perlombaan dan mendapatkan hasilnya.
Lari jarak pendek : Rian dan Fina
Lari jarak jauh. : Billy dan silvi
Lari estafet. : Siska, Ami, Nirma, Rara
Lompat tinggi. : Erik
Taekwondo : Tris dan Antanasia.
Basket. : Erik, Reza, Tris, Bisma, dan Riko
Sedangkan Riswa karena kondisinya yang lemah dialah yang akan mwnyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan.
" Oke karena udah di bentuk jadi kita harus semangat untuk latihan, kita harus tunjukin kalau kita bisa. Apa lagi tim basket kalian tidak memiliki cadangan jadi kalian harus tampil semaksimal mungkin. Dan untuk baju yang aku janjikan, kalian bisa desain sendiri pakaian yang kalian inginkan nanti kasih aja ke aku, kalau kalian kalah pakaiannya gak jadi. Jadi kalian harus semangat." kataku.
" Oke kita harus semangat guys, demi pakaian." kata Bisma keras.
" Demi pakian." Kemudian di ikuti oleh teman se kelas.
__ADS_1
Aku hanya bisa menggelangkan kepalaku melihat semua teman-temanku yang begitu senang dan bersemangat.
Bersambung.