
Di rumah sakit.
" Rik." Ucao Antanasia.
" Iya Si, ada apa?."Ucap Erik.
" Kamu gak pulang yang lain udah pada pulang loh." Ucap Antanasia.
" Gak, aku mau nemenin kamu aja. Kalau aku pulang nanti siapa yang jagain kamu." Ucap Erik.
" Kan ada suster. Kamu kelihatan capek banget, kamu pulang aja Rik, aku gak papa kok." Kata Antanasia.
" Udah aku nemenin kamu aja." Ucap Erik.
" Rik, aku haus." Ucap Antansia.
" Nih, minum." kata Erik sambil memberikan segelas air putih.
" Tunggu tangan kamu kenapa Rik, kok bengkak sih." Ucapa Antanasia.
" Gak papa kok Si, udah nih minum dulu." Ucapa Erik dan Antanasia langsung meminumnya.
" Makasih. Rik tangan kamu kenapa jujur deh sama aku." Ucap Antanasia.
" Gak papa beneran Sia, aku tadi cuma ngasih orang pelajaran aja kok." Ucap Erik.
" Rik ngasih pelajaran gak papa tapi kamu juga harus jaga diri kamu. Nih sampai bengkak kayak gini pasti sakit." Ucap Antanasia.
" Ini mah luka kecil aku udah biasa kok." Ucap Erik.
" Ya udah, lain kali jangan di ulangi. Kasihan tangan kamu." Ucapa Antanasia.
" Iya, iya." Ucap Erik.
Erik masih teringat dengan kejadian tadi, itu benar-benar membuat dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Antanasia dengan baik.
Antanasia menyadari perubahan wajah Erik mulai khawatir.
" Rik, kamu kenapa sedih gitu sih?." Ucap Antanasia.
" Sia, aku bener-bener minta maaf, aku gak bisa jagain kamu dengan baik, aku bener-bener nyesel, maafin aku Si." Ucapa Erik yang seketika langsung menundukkan kepalannya itu.
" Rik, ini semua bukan salah kamu oke. Kamu gak usah ngerasa bersalah kayak gitu. Lagian sekarang aku udah gak papa kan." Ucap Antanasia.
" Tapi Si..."
" Gak ada tapi-tapian." Kata Antanasia yang memotong perkataan Erik.
" Oke." Kata Erik singkat.
" Gini deh dari pada kamu sedih, mending kamu cariin aku makanan. Aku laper banget." Kata Antanasia manja.
" Kamu mau makan apa?." Tanya Erik.
" Salat buah, sama coklat panas." Ucap Antanasia.
" Kamu gak inget kata dokter, harus makan makanan yang bergizi biar cepet sembuh." Nasehat Erik.
" Rik, sebenernya yang bikin pasien cepet sembuh itu bukan makanan yang bergizi melainkan mood pasien. Kalau pasien bahagia pasti cepet sembuh tapi kalau pasien sedih gak akan sembuh-sembuh. Jadi kalau kamu beliin aku salat buah sama coklat panas aku akan bahagia terus cepet sembuh deh." Ucap Antanasia.
" Kamu semakin pintar membuat alasan rupannya." Ucapa Erik.
__ADS_1
" Ayo lah Rik, ya boleh ya Pleass." Ucap Antanasia memelas.
Erik tidak pernah bisa menolak kalau Antanasia sudah memelas seperti itu.
" Oke, tunggu disini." Kata Erik dan pergi meninggalkan Antanasia.
" Oke."
Hari mulai siang Erik masih mencari penjual salat buah dan coklat panas. Dan akhirnya dia menemukannya.
" Mbak Salat buahnya 2 sama coklat panasnya 2 ya mbak." Ucap Erik.
" Baik, ditunggu ya." Ucap penjual tersebut.
Setelah menunggun beberapa menit kemudian akhirnya pesanan Erik sudah jadi.
" Berapa mbak." Ucap Erik.
" Semuanya 50 ribu saja." Ucap penjual itu.
" Ini mbk." Kata Erik sambil memberikan uangnya.
" Terima kasih."
" Iya sama-sama."
Erik segera pergi kembali ke rumah sakit, dia tidak tega kalau harus meninggalakan Antanasia sendirian lerlalu lama.
Beberapa saat kemudian Erik telah sampai di ruang perawatan Antanasia dan mendapati Antanasia yang sedang tertidur pulas.
Sebenarnya dia tidak tega membangunkannya, tapi Erik tetap membangunkannya karena makanannya akan jadi tidak enak kalau tidak cepat di makan.
" Si, bangun!. Nih salat dan coklat panasnya." Ucap Erik.
" Iya gak papa, nih cepet makan." Kata Erik.
" Suapin." Kata Antanasia manja.
" Haisss kamu ini kayak anak kecil tau gak." Kata Erik.
" Huh, siapa yang anak kecil kalau gak mau nyuapain ya gak usah." kata Antanasia yang langsung memalingkangkan mukannya.
" Gitu aja ngambek, dasar anak kecil. Ya udah nih aku suapin." kata Erik.
" Kalau gak iklas gak usah." Ucap Antanasia.
" Aku iklas kok Sia, ayo makan keburu gak enak." Ucap Erik.
" Aaaa....." kata Erik sambil menyuapi sesendok salat buah. Antanasia langsung melahapnya dengan senang.
Setelah beberapa saat kemudian Antanasia telah menghabiskan sekotak kecil salat buah. Gak kecil-kecil juga sih kotaknya.
" Kenyangnya." Ucao Antanasia.
" Rik, kamu belum makan kan, nih satu kotak salatnya kamu makan aja." Ucap Antanasia.
" Gak deh, aku gak suka terlalu manis." Ucap Erik
" Rik, kita itu harus makan-makanan yang masih biar hidup kita manis juga. Tapi kalau kamu gak suka kamu juga bisa ngelihatin aku aja, aku kan manis jaga." Ucap Antanasia terkekeh.
" Kamu tuh ya, orang sakit masih aja pedenya selangit." Ucao Erik.
__ADS_1
" Ha ha ha biarain. Nih kamu makan dulu aku suapin." Ucap Antanasia.
" Aku bisa makan sendiri." Ucap Erik.
" Gak boleh, aku kan maunya nyuapin kamu." Ucap Antanasia manja.
" Terserah kamu deh." Ucao Erik pasrah.
" Aaaaa....." Ucap Antanasia sambil menyuapi sesendok salat buah dan Erik memakannya.
" Gimana? Enak kan?." Tanya Antanasia.
" Lumayan." Ucap Erik.
Antanasia terus menyuapi Erik sampai salat itu habis. Antanasia tampak bahagia saat menyuali Erik, bagaimana tidak Erik sangat lucu dan menggemaskan.
Setelah selesai menyuapi Erik, mereka meminum coklat panas tersebut. Coklatnya saat nikmat kental manis dengan sedikit rasa pahit.
" Rik, kamu pulang aja dulu. Kamu bisa mandi dan beristirahat. Aku beneran gak papa kok Rik. Kamu bawa aja mobil aku, nanti kamu bisa nyuruh bi Sumi kesini buat nemenin aku." Ucap Antanasia.
" Kamu yakin, gak papa aku tinggal sendiri." Ucap Erik.
" Iya Rik, udah kamu pulang aja dulu." Ucap Antanasia.
" Oke aku pulang, tapi nanti aku bakal kesini lagi. Nanti aku suruh bi Sumi kesini sama bawain baju ganti kamu." Ucap Erik.
" Oke, hati-hati dan itu kunci mobilnya." Ucap Antanasia.
" Oke, istirahatlah, bye." Ucap Erik.
" Bye." Ucap Antanasia dan Erik pun langsung pergi.
Erik mengendarai mobil dengan pelan stelah sampai di rumah, Erik terlebih dahulu ke rumah Antanasia untuk bertemu bi Sumi.
tok tok tok
" Bi Sumi." Ucap Erik.
" Iya, sebentar." Ucao bi Sumi yang kemudian membukakakan pintu untuk Erik.
" Eh, den Erik ada apa den? Non Antanasianya mana?." Tanya bi Sumi.
" Sia ada di rumah sakit bi, tadi dia jatuh tapi sekarang udah gak papa. Bibi ke rumah sakit ya sekarang sama tolong bawahin Sia baju ganti." Ucap Erik.
" Iya den, bibi akan langsung kesana, makasih ya den udah ngasih tahu bibi." Ucap Bi Sumi.
" Iya bi, ya udah Erik pulang dulu." Kata Erik.
" Iya den." Dan setelah itu Erik langsung pulang ke rumahnya.
Setelah sampai di rumah Erik segera membersihkan dirinya. Beberapa saat kemudian Erik telah selesai dan kini dia tengan merebahkan tubunya di atas tempat tidurnya itu daan tanpa sadar dia pun langsung tertidur.
4 jam kemudian, Erik terbangun dari tidurnya. Erik mulai membuka matanya dan mendapati sebuah ruangan yang sudah tidak asing lagi baginya.
Hari sudah malam, Erik pergi mencuci mukannya sedikut membersihkan diri. Setelah itu dia langsung pergi ke rumah sakit lagi.
Dia takut Antanasia merasa bosan karena sendirian. Saat dalam perjalanan Erik melihat sebuah toko yang menjual berbagai olahan coklat.
Erik tahu kalau sekarang Antanasia sangat menyukai coklat dan berencana membelikan beberapa untuk Antanasia.
Erik meminggirkan mobil di tepi jalan terlebih dulu.dan membeli beberapa makanan untuk Antanasia dan kebetulan disana juga terdapat penjual buah-buahan.
__ADS_1
Bersambung.