Karena Bulan Dan Bintang

Karena Bulan Dan Bintang
Es batu


__ADS_3

Hari ini adalah hari perlombaan taekwondo. Jujur aku masoih ragu karena sudah lama aku tidak berlatih. Untung saja semalam aku sempat berlatih bersama Erik dan itu membuatku sedikit percaya diri.


" Sia." Teriak Tris.


" Apa sih teriak-teriak, aku gak budek." Kataku.


" Aku tahu kalau kamu gak budek."


" Terus ngapain teriak-teriak."


" Aku mau nantang kamu."


" Nantang apa?"


" Siapa yang menghabiskan waktu paling lama saat lomba dia harus traktir yang menang selama 1 bulan. Gimana, berani gak?"


" Siapa takut."


*****


" Untuk seluruh peserta lomba di harap memasuki arena." Kata pembawa acara.


Setelah semua peserta berkumpul, wasit menjelaskan beberapa peraturan lomba. Setelah itu lomba siap di mulai.


Terdapat 2 lapangan lomba, satu untuk putra dan satunya lagi untuk putri. Peserta akan melawan peserta lainnya sesuai undian yang telah di ambil.


Antanasia dan Tris mendapatkan nomer 2 yang artinya mereka akan bermain pada putaran ke dua. Putaran pertama telah di mulai.


Dan Sekarang putaran kedua pun di mulai. Antanasia dan Tris telas berada di dalam lapangan. Dan perlombaan di mulai.


Tris menghadapi lawannya dengan mudah nya. Dia menghadang pukulan lawan, memegang tangannya dan kemudia membanting tubuh lawan ke lantai dengan keras. Sehingga membuat lawan langsung menyerah.


Tidak mau kalah dengan Tris, Antanasia langsung menedang lawan pada bagian perut sebanyak 2 kali dengan gerakan yang cepat, dan lawan tidak sempat mengelak. Hal itu membuat lawan keluar dari lapangan dan Antanasia lah pemenangnya.


Antanasia dan Tris menghabiskan waktu yang sama untuk mengalahkan lawan. Hanya dalam Waktu 30 detik saja.


" Yoooo, Hebat juga kamu." kata Tris sambil mengulurkan tangannya.


" Kamu juga hebat kali." balasku sambil mengulurkan tanganku juga. Menandakan kami saling memberikan ucapan selamat.


Sementara itu perlombaan terus berlanjut. Sedangkan Tris dan Antanasia sedang beristirahat.


" Ehh ... Aku minta air dong." kata Tris.


" Airnya gak ada Tris." kata Riswa.


" Kamu gak beli air nih?."


" Uangnya mana."


" Ya mintalah ke Sia!."

__ADS_1


" Uangku habis, buat kalian makan kemarin." kata antanasia.


" Ya elah, pelit amat sih."


" Bukannya pelit, tapi aku belum di kasih uang sama papa."


" Ya udah, Riswa nih beliin minuman." Kata Tris sambil memeberikan uang dua ratus ribu.


" Oke" kata Riswa.


2 jam kemudian.


Sekarang sudah memasuki babak final. Tersisa 4 peserta putri dan 4 peserta putra. Merebut juara 1,2 dan 3.


Antanasia dan Tris kini akan bertanding untuk memperebutkan juara 1 dan 2. Lawan mereka yang sekarang sangat tangguh karena berasal dari fakultas olah raga.


Namun itu tidak membuat mereka takut. Malah semakin membuat mereka bersemangat.


" Tris, lawan kita kali ini tangguh nih." kata Antanasia.


" Kenapa? Kamu takut."kata Tris


" Mana ada. Dalam kamusku gak ada kata takut tuh."


" Bagus, aku juga gak takut. Jadi siap bertanding." Kata Tris sambil melihat ke arah Antanasia dan Antanasia juga melihat ke arah Tris.


" Tentu saja." Kata Antanasia dengan senyum sinis.


Pertandingan dimulai.


Rini bergerak dengan cepat dan mencoba membuat beberapa gerakan tipuan, namun semua berhasil di hadapi Antanasia. Kemudian Rini menedang Antansia oada bagian perut sehingga membuat antanasia mundur beberapa langkah, namun tidak sampai keluar dari garis lapangan.


" Hemm.. aku suka." kata Antanasia dalam hati kemudian di tersenyum ke aragmh Rini. Tentu saja itu membuat Rini heran, bukannya kesakitan tapi malah tersenyum senang.


Kemudian Rini menedang Antanasia dari arah samping, namu berhasil di tangkis oleh Antanasia. Kemudian Antanasia membalasnya dengan menendang Rini kembali. Saat memukul Rini, Antanasia malah di banting oleh Rini. Antanasia tetap bangun kembali walau merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


" Sudah lama aku tidak merasakan sakit sepeti ini. Menarik..." kata Antanasia dalam hati dan dia kembali tersenyum.


Dengan cepat Antansia langsung mengakhiri pertandingan ini dengan membanting Rini dan saat Rini kembali bangun Antansia langaung mendang Rini sebanyak 2 kali sampai rini keluar dari garis lapangan.


" Sia, kamu hebat tau gak." kata Siska. Antansia hanya membalas dengan senyum manisnya.


" Si, kamu gak papa kan?." kata Erik.


" Gak papa, aku kan kuat." katanya sambil tersenyum kembali.


Kemudian Antanasia merasa sedikit pusing dan penglihatannya mulai buram. Seketika Antanasia langaung pingsan di tempat.


Erik yang mengetahuinya langsung panik dan membawa Antanasia ke UKS. Saat tiba di UKS, dengan teliti Erik mengobati setiap luka memar di tangan dan wajah Antanasia.


" Kamu kenapa sih, selalu bikin aku khawatir. Aku bisa jantungan tau gak." kata Erik dalam hati.

__ADS_1


Erik terus menemani Antansia sampai dia bangun. 1 jam kemudian, Antansia mulai membuak matanya dan mendapati Erik yang sedang duduk di sampingnya.


" Kamu udah sadar? sekarang apa yang kamu rasain? mau makan atau minum?." kata Erik.


" Rik, pelan-pelan tanyanya, Aku bingung mau jawab yang mana dulu. Aku udah baikan kok Rik, Dan sekarang aku lapar, tuh perut aku bunyi." kata Antansia sambil mengelus perutnya.


" Ya udah, kamu mau makan apa, biar aku beliin?"


" Mau makan ayam bakar yang gak pedas, Es jeruk, salat buah, sama Es cream coklat pokoknya sama yang coklat-coklat deh." Kata Antanasia polos. Erik yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas panjang.


" Ya udah, aku beliin ya."


" Aku ikut, mau makan di tokonya aja. Kalau makan di UKS gak enak."


" Kamu yakin, Emang kamu udah kuat buat jalan."


" Kuat dong, nih lihat aku udah gak papa." kata Antansia sambil berdiri dan mengangkat tangan menunjukan ototnya.


" Ya udah yuk."


" Traktirin lo ya."


" Iya iya bawel."


" Aku gak bawel. Oh ya, gimana pertandingannya Tris? dia menang gak ?"


" Dia menang kok tapi sama kayak kamu, wajahnya memar semua."


" Tapi aku tetep cantik kan?" kata antansia sambil tersenyum manis ke arah Erik.


"Sia kamu itu selalu yang paling cantik buat aku." kata Erik dalam hati.


" Terserah kamu dah."


" Huh.. Emang aku jadi jelek ya? Gak cantik lagi dong? Nanti gak ada yang mau sama aku lagi? Terus akunya sama siapa? Erik kan bakal ninggalin aku kalau udah punya cewek.!"


" Aku gak akan ninggalin kamu si"


" Boong, nanti juga bakal ninggalin aku."


" Terserah deh, kamu mau percaya atau enggak."


" Huh.. dasar Erik es batu." kata Antansia smbil memajukan bibir bagian bawahnya


" Bilang apa kamu?" kata Erik melotot


" Erik gateng deh." kata Antansia sambil tersenyum terpaksa.


" Drama."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2