
" Anak anda hampir melecehkan putri saya, dan sekarang putri saya Antanasia di rawat di rumah sakit. Dan ya sebaiknya anda bersiaplah perusahaan anda bangkrut." Bentak pak Stevan.
Itu membuat orang tua Surya sangat terkejut, Surya sendiri tak kalah terkejutnya.
Rektor pun terkejut, pasalnya Surya merupakan salah satu murid berbakat, namun dia hanya bisa menuruti kemauan pemimpinnya itu.
" Pak, tolong maaf kan putra saya, saya akan menebus semuanya bapak bisa mengambil berapa pun uang saya, tapi tolong jangan kelurkan putra saya." Ucap Bu Wijaya ( Ibu Surya).
" Anda fikir saya kekurangan uang ha, Segera buatkan surat pengeluaran anak ini segera." Bentak Pak Stevan.
" Ba baik pak." kat Rektor.
" Tidak, tidak saya mohon pak maaf kan saya, saya mohon." Ucap Surya.
" Cih, kau berani menyakiti putri kesayangan saya, kau masih beruntung karena saya tidak membawa ini semua ke jalur hukum." Ucap Pak Stevan.
Plakk (Tamparan pak Wijaya kepada Surya).
" Papa kecewa sama kamu Surya, kamu membuat malu papa, saya malu mengakui kamu sebagai anak saya." Ucap pak Wijaya dan langsung pergi dari ruangan tersebut.
" Ini suratnya, kamu sudah bukan lagi maha siswa di kampus ini." Ucap Rektor dan memberikan surat itu kepada Surya.
" Tolong keluar dari ruangan saya." Ucap Rektor kepada bu Wijaya dan Surya dan mereka pu segera keluar dari sana.
" Saya, menyekolahkan anak saya disini karena saya berharap anda sebagai Rektor bisa menjaga anak saya dengan baik. Ini yang pertama dan yang terakhir kalau hal ini terjadi lagi anda akan menerima akibatnya." Ucap pak Stevan tegas dan keluar dari ruangan itu bersama Erik.
" Om balik dulu ya Rik, kamu semangat belajarnya." Kata pak Stevan.
" Iya Om, om hati-hati di jalan." Ucap Erik.
Pak Stevan pun pergi dari kampus itu, sedangkan Erik pergi ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran.
Di kelas.
" Rik, gimana?, gimana?." Ucap Tris.
" Apanya yang gimana? Gak jelas." Ucap Erik.
" Ya tentang Surya itu." Ucap Tris.
" Dia di keluarin gak dari sini?." Ucap Siska.
" Iya, di keluarin secara papanya Sia kan pemilik kampus ini." Ucap Erik.
" Jadi kampus ini tuh milik papanya Sia." Ucap Silvi.
" Iya begitu lah." Ucap Erik.
" Akhirnya dia di keluarin juga." Ucap Siska.
" Siapa yang di keluarin?." Tanya Bisma.
" Surya." Ucap Reza.
" Surya senior kita, kok bisa, emang dia buat salah apa?." Ucap Bisma.
" Jadi...." Ucap Reza menceritakan.
" APA." Ucap Semua siswa di kelas kecuali Siska, Silvi, Tris, Dan Erik.
" Wah gak nyangka, ternyata Kak Surya orangnya kayak gitu ya." Ucap Riswa
__ADS_1
" Bagus deh, kalau di keluarin." Ucap Rara
" Cowok gak bener tuh." Ucap Riko.
" Nanti pulang dari kampus kita jenguk Antanasia yuk." Ucap Bisma
" Oke." Ucap Semua siswa.
Ya begitu lah obrolah mereka semua. Materi telah di mulai, setelah 2 jam materi pun berakhir dan mereka semua pergi ke rumah sakit.
Di Rumah Sakit.
Tok tok tok (bi Sumiembukakan pintu).
" Selamat siang." Ucap mereka semua.
" Temannya non Sia ya, ayo masuk." Ucap bi Sumi
" Terima kasih." Ucap semua teman Antanasia dan segera masuk.
" Sia, kami datang." Ucap meraka.
" Selamat siang Om dan tante." Ucap mereka.
" Selamat siang." Ucap papa dan mama Antanasia.
" Ya ampun, kalian datang semua." Ucap Antanasia.
" Iya dong, masak temen sakit gak di jenguk." Ucap Rara.
" Makasih semuanya." Ucap Antanasia.
" Gimana keadaan kamu sekarang?." Ucap Reza.
" Syukur deh." Ucap Reza.
" Aduh gak nyaka bisa ketemu desainer terkenal." Ucap Siska.
" Bener banget, senengnya." Ucap Silvi.
" Oh ya, kami berterima kasih banget untuk baju yang di buat tante kemarin." Ucap Reza.
" Sama-sama, tante juga seneng bisa buatin baju buat kalian. Apa kalian suka?." Tanya mama Antanasia.
" Suka banget tante." Ucap mereka kompak.
" Syukur deh kalau kalian suka, tante senang mendengarnya." Ucap Mama Antanasia.
" Rik, mana?." Ucap Antanasia.
" Apaan?."
" Yang tadi pagi itu lo."
" Hadeh, nih." Ucap Erik sambil memberikan 5 buah coklat silverqueen.
" Wahhh, makasih makin sayang deh." Ucao Antanasia tekekeh.
" Dasar." Ucap Erik.
Setelah mengobrol banyak hal, akhirnya mereka semua pulang kerumah masing-masing kecuali Erik yang masih tetap di sana.
__ADS_1
" Ma, Sia pulang sekarang aja ya. Sia udah baikan kok beneran deh." Ucap Antanasia memelas.
" Kan kata dokter besok baru boleh pulang." Ucap mama.
" Tapi Sia pinginnya sekarang, disini sia gak bisa istirahat dengan nyaman, bau obat-obatan Sia gak suka. pulang ya ma, plisss ma ya." Ucap Antanasia memohon.
" Gimana pa." Ucap mama Antanasia bertanya kepada pak Stevan.
" Ya udah gak papa, biar papa urus administrasinya dulu." Ucap Papa dan pergi mengurus Administrasi
" Yeyyyy, pulang." Ucap Antanasia senang.
" Ya sudah bi, tolong beresin barang-barang Antanasia." Ucap mama.
" Baik nyonya." Ucap bi Sumi.
" Ma, nanti kita makan malam bersama ya sama Om Putra dan tante Alfi." Ucap Antanasia.
" Memang mereka ada di Bandung." Ucap mama.
" Iya ma, semalam mereka juga sempat kesini." Ucap Antanasia.
" Ya udah nanti kita makan malam bersama dengan mereka. Erik, nanti kamu suruh papa dan mama kamu ke rumah ya, kita makan bareng, kamu juga harus ikut." Ucap mama.
" Siap tante." Ucap Erik.
Beberapa saat kemudian Pak Stevan sudah selesai mengurus Administrasi.
" Papa sudah selesai mengurus Administrasinya, sekarang kita pulang." Ucap papa.
" Yeyyyy pulang." Kata Antanasia semangat.
Mereka pun pulang ke rumah dan Erik juga pulang ke rumahnya sendiri.
POV Erik.
Erik telah sampai dirumahnya. Dia membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.
" Kamu sudah pulang nak." Ucap Pak Putra
" Iya pa." Ucap Erik sambil mencium tangan papa dan mamanya itu.
" Nanti malam kita di undang makan malam di rumah Sia. Ada om Stevan dan tante Putri juga." Ucap Erik.
" Mereka sudah di Bandung, bagus lah, sudah lama kita tidak makan malam bersama." Ucap Pak Putra.
" Hmm, Erik ke kamar dulu mau istirahat." Ucap Erik dan pergi ke kamarnya.
" Ya sudah, istirahat ya kamu pasti capek." Ucap bu Alfi.
" Iya ma." Ucao Erik dan pergi ke kamarnya.
Hari menunjukkan pukul 15.00 WIB. Erik memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu karena semalam dia tidak tidur dengan benar karena menjaga Antanasia.
Erik terbangun dari tidurnya pukul 17.00 WIB, dia segera membersihkan dan merapikan dirinya.
Bersambung.
Hai Readers.
Terima kasih sudah menjadi pembaca setia karya saya. Autor berterima kasih atas dukungan para pembaca.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan votenya