
Antanasia benar-benar terkejut dan sampai berdiri dari tempat duduknya. Dia melihatnya dengan jelas, sosok yang di lihat tidak lain adalah pacarnya Surya. Dan lebih mengujutkannya lagi Surya bersama seorang wanita dan wanita itu adalah Reni, cewek itu adalah seniornya di kampus. Seorang primadona kampus yang di kagumi oleh banyak pria.
"Bagaimana bisa, Surya bersama Reni. Bukankah Surya tidak dekat dengan dia." ucapku dalan hati.
Disisi lain Erik dan lainnya telah datang. Erik memberikan segelas minuman kepada Antanasia. Tapi dia mengabaikannya. Antanasia masih terpaku dengan Surya.
" Si,... Sia" ucap Erik
Antanasia masih mengabaikan Erik.
" ANTANASIA"
Meski di panggil berulang kali Antanasia masih tetap tidak merespon. Antanasia berjalan melewati Erik dan berjalan mendekat pada surya. berharap bisa dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.
Erik dan lainnya yang penasaran dengan kelakuaan Antanasia melihat ke arah yng di tuju Antanasia. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Surya dengan Reni. Erik yang marah ingin menghampiri Surya tapi Antanasia menahannya dengan tangannya.
Antanasia mengeluarkan Hanphone dari sakunya. Dia menekan nomer Surya dan menelphonnya.
........
" Halo" Suara surya bergema di telponku.
" Surya, kamu ada dimana?"
"Aku lagi ada di jalan nih, aku lagi nyetir jadi gak terlalu kedengeran. Ada apa?"
Tut tut.
Antanasia langsung mematikan telponnya. Padahal tadi dia berharao Surya akan jujur padanya namun ternyata dia berbohong.
__ADS_1
Disisi lain surya yang bingung saat Antanasia mematikan telponnya. Namun dia tidak memperdulikan hal itu.
"Surya, Siapa yang nelpon" kata Reni.
"Antanasia"
" Dia bilang apa"
" Dia nelpon aku,dia nanya aku dimana terus langsung ditutup, aneh kan."
" Ya udah la, biarin aja. Sur, aku mau tanya deh sama kamu, kok kamu bisa pacaran sih sama dia?"
" Kayaknya bentar lagi aku mau mutusin dia deh, aku nyesel pacaran sama dia"
" Nyesel kenapa?"
" Dulu aku kira dia orang kaya makannya aku mau pacaran sama dia. Setahu aku anak yang masuk jurusan astronomi kan kaya semua tapi ternyata dia masuk kesana karena beasiswa. Udan lagi dia gak cantik-cantik amat. Penamapilannya juga kayak orang tua gak modis"
" Ya mau gimana lagi, aku kan anak orang kaya kalau teman-teman aku tau aku pacaran sama orang miskin mau taro di mana mukaku. Gak usah bahas dia deh, aku males. Mending kita senang-senang saja. Lagian aku sukanya kan sama kamu"
" Gombal"
Antanasia yang mendengar ucapan surya itu benar-benar sangat marah. Sedangkan Erik langsung pergi dan memukul muka Surya dengan sangat keras sampai hidungnya berdarah.
" Apa-apaan nih" kata surya sambil menahan sakit.
Bukannya menjawab surya, Erik malah memukul surya kembali. Sedangkan Silvi dan Siska berusaha menenangkan Antanasia. dan Reza dan Tris mencoba mengehntikan Erik, namun merek tidak berhasil.
" Rik, berhenti!" ucap Antanasia. Erik yang mendengarnya kansung berhenti memukul Surya.
__ADS_1
Antanasia berjalan menuju Surya yang masih tersungkur karena pukulan Erik.
"Aku udah dengar semua yang kamu bicarakan sama Reni. Aku bener-bener gak nyangka kamu kayak gini sur. Kamu bohong sama aku dan pergi sama Reni. Dan kamu bilang mau mutusin aku. Jadi selama ini semua yang kamu omongin itu palsu."
" Kamu salah dengar Si, ini gak seperti yang kamu bayangkan"
Plak
Antanasia menampar Surya. Suara tamparan itu begitu keras dan membuat pengunjung lain melihat mereka. Dan Reni hanya diam melihat mereka bertengkar.
" 3 hari, dalam waktu 3 hari aku akan buat kamu menyesal sur. Dan lagi mulai sekarang kita, PUTUS."
Antanasia pergi meninggalkan Surya tanpa melihata surya. Terlihat Surya yang berusaha menahan Antanasia namun dia gagal karena dipukul lagi oleh Tris.
" Itu bayaran, karena kamu udah nyakitin sahabat aku" ucap Tris.
Mereka berenam pergi meninggal Surya dan Reni. Mereka pergi ke rumah Antanasia. Mereka berusaha menghibur Antanasia agar tidak bersedih.
" Si, kamu jangan sedih ya, dia gak pantes kamu tangisin" kata Silvi menengkan Antanasia.
"Benar si, kamu masih punya kita yang akan selalu nemenin kamu, jadi kamu jangan sedih ya" kata siska menambahakan.
Hahahahahaha...
Antanasia yang mendengara perkataan sahabatnya itu bukan bersedih tapi malah tertawa. Dan tentu saja itu membuat mereka terkejut melihat kelakuan Antanasia.
Hahahahahaa....
Lagi-lagi Antanasia tertawa sangat keras dan membuat teman-temannya itu ketakutan dan berpikir. Apa Antanasia bersedih sampai membuat dia menjadi gila.
__ADS_1
Antanasia masih tidak berhenti dengan tawanya itu sampai membuat dia sakit perut.
Bersambung.