
18.00 WIB.
Antanasia sedang berada di dalam kamarnya. Dia mencari teleskop miliknya. Saat menemukannya Antanasia baru sadar kalau teleskopnya telah rusak.
" Hah, rusak?"
" Hais, beli lagi aja deh, minta ke papa hehe."
Antanasia pun segera munuju ke taman belakang, dimana papanya yang sekarang sedang bersantai bersama mamanya.
" Papa" berlari ke arah papanya.
" Apa sayang?." Tanya Stevan pada anak ke sayangannya itu.
" Papa, beliin Sia teleskop yang baru ya, soalnya teleskop yang lama udah rusak." Ucap Antanasia.
" Beli aja sayang, nanti uangnya papa tranfer." Ucap Stevan sambil tesenyum ke arah anaknya.
" Makasih papaku sayang" Sambil mencium pipi Stevan.
" Oh ya, lima hari lagi, kelas aku akan ngadain kemping." Ucap Antanasia.
" Benarkah?, dimana tempat kempinnya?." Tanya Putri.
" Di bukit ma" Jawab Antanasia.
" Kamu udah, nyiapin perlengkapan buat kembing?" Tanya Putri.
" Belum ma, mungkin besok Sia mau ke mall aja sama ngajak temen-temen buat beli teleskop sama perlengkapan lainnya." Jelas Antanasia.
" Emang besok kamu nggak kuliah?." Tanya Stevan.
" Nggak kok pa, besok nggak ada jam kuliah." Ucap Antanasia, sedangkan Stevan hanya mengangguk mendengar jawaban Antanasia.
" Ya udah, Sia ke kamar dulu ya pa, ma. Sia nggak mau jadi obat nyamuk." Ucap Antanasia terkekeh dan segera pergi ke kamarnya.
" Dasar anak itu, ada-ada saja." Ucap Putri tertawa kecil.
" Itu namanya pengertian sayang. Dia tau kalau papa sama mamanya sedang berduaan." Ucap Stevan.
" Kamu ini mas." Ucap Putri sambil memukul lengan Stevan pelan.
Kembali ke Antanasia, yang saat ini sudah berada di dalam kamarnya yang sibuk mengotak-atik Handphonenya. Antanasia menghubungi teman-temannya dan mengajak mereka pergi ke mall besok pagi.
Chat grup on.
Antanasia : P
Antanasia : P
Siska : Apa sih Si?.
Silvi : Apa?.
Reza : Apa?.
Kris : Apa woy?.
Antanasia : Besok ke mall yuk, beli perlengkapan buat kamping.
Siska : Boleh tuh, dari pada gabut di rumah😄.
__ADS_1
Silvi : Setuju.
Reza : Aku mah ngikut aja.
Kris : Sama.
Antanasia : Sama apaan Kris🤔?.
Kris : Sama, ngikut kalian aja.
Siska : Ngikut terus, kagak ada pendirian😒.
Kris : Serah gue lah, Reza ngikut lo diam aja tuh, kenapa saat gue ngikut lo ngomel😒.
Siska : Karena kita musuh😏.
Silvi : Musuh jadi cinta.
Siska : Ogah.
Kris : Ogah.
Antanasia : Off.
Reza : Off.
Silvi : Off.
Tris : Lah malah off semua, ini gara-gara lo nih Sis.
Siska : Lah kok gue sih.
Tris : Karena lo ngomel mulu.
Tris : Tau lah * Off.
Siska :😤
Siska : Off
Chat grup off.
Hari sudah malam, Antanasia mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur. Perlahan dia menutup matanya. Beberapa saat kemudian, diapun sudah tertidur dengan lelap.
Keesokan paginya, sinar mata hari mulai menyilaukan mata Antanasia dan membuatnya terbangun dari tidurnya. Antanasia mengerjapkan matanya beberapa kali sampil mengumpulkan kesadarannya.
Antanasia bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk memberaihkan dirinya. 30 menit kemudian, Antanasia sudah selesai dengan ritual mandinya.
Antanasia mengenakan kaos polos berwarna biru, dengan celana jins panjang. Setelah merapikan dirinya, Antanasia langsung berjalan menuju meja makan untuk sarapan pagi.
" Selamat pagi, pa, ma." Sapa Antanasia kepada Papa dan mamanya sambil mencium pipi mereka.
" Selamat pagi juga sayang." Ucap Stevan dan Putri bersama.
" Pagi-pagi udah cantik aja anak papa, mau kemana nih?." Ucapa Stevan.
" Ke mall pa, sama teman-teman. Kalau pagi kan enak tuh, mallnya gak terlalu ramai." Ucap Antanasia.
" Ya udah yang penting harus hati-hati." Ucap Stevan.
" Siap pa."
__ADS_1
" Sudah, sekarang kita makan dulu keburu dingin makanannya." Ucap Putri.
" Iya ma/sayang." Ucap Antanasia dan Stevan bersamaan.
Setelah selesai makan, Antanasia pergi ke rumah Erik untuk menjemputnya. Dia harus merayu Erik agar mau ikut pergi bersamanya.
Antanasia mengetuk rumah Erik beberapa kali. Tidak lama kemudia seseorang membukakan pintu untuknya. Ternyata tante Alfi yang membukakan pintu.
"Loh Sia, masuk sayang. Kamu cari Erik ya, tapi Eriknya masih tidur, biar tante bangunin ya." Ucap Alfi.
"Nggak usah tante, biar Sia aja yang bangunin Erik. Boleh kan?" Ucap Antansia.
" Tentu sayang, kamu langsung masuk aja ke kamarnya ya"
" Iya tante, kalau gitu Sia ke kamar Erik dulu ya." Ucap Antanasia dan di angguki oleh Alfi.
Antanasia berjalan menaiki anak tangga dan menuju ke kamar Erik. Saat sampai di depan kamar Erik, Antanasia langsung masuk ke kamar Erik.
Dilihatnya Erik yang masih tertidur pulas dengan memeluk guling. Saat tidur wajah dinginnya berubah menjadi saat manis, seperti anak kecil. Muncul ide jail dalam kepala Antanasia. Segera dia mengeluarkan Hpnya dari dalam saku dan memfoto Erik diam-diam.
'" He he, sahahat gue lucu banget sih, saat tidur. Gemesnya."
" Rik, bangun udah siang!." Ucap Antanasia seraya membangunkan Erik tapi Erik masih tetap dengan tidur lelap nya.
" Erik.... Rik, bangun woy udah siang."
" Haiss susah banget sih bangunin nih anak. Aha, aku ada ide." Gumannya.
"ERIK KEBAKARAN, KEBAKARAN." Teriak Antanasia di telingan Erik.
Seketika Erik langsung bangun dari tidurnya dengan ekpresi terkejutnya. Dia langsung berlati keluar dari kamarnya.
" TOLONG TOLONG KEBAKARAN, HUAA PAPA MAMA, LARI." Teriak Erik sambil terus berlari sampai keluar rumah.
" Tunggu, tunggu. kok nggak ada asap sama api ya?." Guman Erik bingung, dia baru sadar bawa dirinya sedang di kerjaiin.
" AN TA NA SIA" Teriak Erik dengan penuh penekanan. Dia sangat kesal dengan Antanasia, karena sudah membohonginya dan mengganggu tidurnya.
Erik langsung saja masuk ruamh dengan sangat kesal. Dia mencari Antanasia. Kini Antanasia sedang tertawa terbahak-bahak di dalam kamar Erik.
Melihat Antanasia tertawa, Erik semakin kesal. Bisa-bisanya gadia itu menertawainya. Dia harus memberikan pelajaran.
" Apa kau sudah selesai tertawa." Ucap Erik dengan dinginnya.
" Sudah." Ucap Antanasia singkat dan langsung duduk tenang di tepi ranjang Erik.
" Kau, sangat menyebalkan." Dengan kesal Erik langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dia menutup pintu kamar mandi dengan keras dan memebuat Antanasia tertawa kembali. Mendengar Antanasia menertawakannya kembali, Erik benar-benar kesal sampai di ubun-ubun.
Buas tertawa, Antanasia hanya diam di kamar Erik sambil mengotak-atik smartphone-nya. Beberapa saat kemudian, Erik keluar dari kamar mandi, dengan rambut basah dan tubuh yanh tertutup oleh baju handuknya.
Antanasia terpesona oleh ketampanan Erik. Namun tiba-tiba Antanasi sadar karena mendengar pertanyaan Erik.
" Ngapain kamu disini?." Ucap Erik ketus.
" Mau jemput kamu buat ke mall😊." Jawabnya.
" Minta maaf." Ucap Erik dingin. Antanasia mengerti maksud Erikpun langsung meminta maaf pada Erik.
" Erik, maafin Sia ya, Sia hanya bercanda🙁." Ucap Antanadia yang tak lupa memasang wajah imutnya.
Erik mengusap wajahnya kasar, pertanda dia frustasi. Erik tidak bisa marah lagi kalau Antanasia sudah begini.
__ADS_1
" Hem, jangan di ulangin." Ucap Erik masih mencoba acuh. Sedangkan Antanasi yang mendapatkan maaf dari Erik langsung mengembangkan senyumnya.
Bersambung.