Karena Bulan Dan Bintang

Karena Bulan Dan Bintang
kedatangan papa dan mama


__ADS_3

Keesokan paginya.


Hanya terdapat Erik dan Antanasia di ruangan itu, sedangkan bi Sumi sudah pulang tadi malam.


Antanasia mulai terbangun dari tidurnya. Dia mendapati Erik yang tertidur di samping ranjangnya, duduk sambil memegang tangan Antanasia.


" Erik, kamu menjagaku sepanjang malam bahkan kamu tertidur dengan posisi seperti ini. Maaf, aku selalu merepotkanmu dan Makasih udah selalu ada buat aku." Batin Antanasia


" Aku sayang kamu Rik. Hah apa yang aku pikirkan, perasaan apa ini? Mungkin ini perasaan sayang sebagai sahabat." Batin Antanasia yang tersenyum memandang wajah Erik.


Perlahan Erik mulai membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah sosok Antanasia yang tersenyum kepadanya.


" Selamat pagi." Ucap Antanasia dengan tersenyum.


" Sia, kamu udah bangun. Selamat pagi juga." Ucap Erik.


" Apa kamu membutuhkan sesuatu? Apa kamu lapar." Tanya Erik.


" Aku gak butuh apa-apa kok, aku juga tidak lapar, kamu mandi dulu gih." Ucap Antanasia.


" Beneran kamu gak lapar?." Ucap Erik.


" Bener Rik, udah kamu mandi dulu sana." Ucap Antanasia.


" Ya udah, aku mandi dulu." Ucap Erik dan pergi ke kamar mandi.


Tok tok tok.


" Masuk." Ucap Antansia.


" Sia, anak mama. Kamu gak papa kan nak? Kepala kamu sampai di perban." Ucap mama Antanasia yang baru datang dan langsung memeluk Antanasia.


" Aku gak papa kok ma. Mama dan Papa tau dari mana kalau Sia di rumah sakit?." Tanya Antanasia.


" Kemarin pas mama telphon kamu yang ngangkat Erik, terus Erik cerita semuanya sama mama." Ucap mama.


" Papa sama mama gak sibuk?." Ucap Antanasia.


" Sia, kamu lebih penting buat papa dan mama nak." Ucap papa Antansia dan Antanasia membalasnya dengan senyuman.


" Kamu sendirian di sini, terus bi Suminya mana?." Tanya papa.


" Bi Sumi udah pulang semalam pa, karena Sia suruh pulang. Lagian ada Erik yang nemenin Sia." Ucap Antanasia.


" Terus dimana Erik sekarang?." Tanya mama.


" Di kamar mandi ma." Ucap Antanasia.


Tidak lama kemudian, Erik keluar dari dalam kamar mandi.


" Loh, Om dan tante udah dateng?." Tanya Erik. Sambil mencium tangan papa dan mama.


" Sudah, baru aja dateng. Makasih ya udah jagain anak kesayangan tante." Ucap Mama.


" Iya tan, sama-sama." Ucap Erik.


" Oh ya, tadi mama udah beli makanan di jalan. Kita makan dulu saja ya, kalian pasti belum makan." Ucap mama.


" Iya ma, mama tau aja." Ucap Antanasia.


" Iya dong, ayo makan dulu." Ucap Mama sambil memberikan makanan.


" Sia aku suapian aja ya." Ucap Erik.

__ADS_1


" Terus kamu gak makan." Ucap Antanasia.


" Aku makan setelah kamu makan. Udah sini aku suapin tidak menerima penolakan." Ucap Erik.


" Oke."


Antanasia menuruti perkataan Erik. Mama dan Papa Antanasia yanag melihatnya tersenyum bahagia.


" Mereka berdua so sweet ya pa." Bisik mama Antanasia.


" Bener banget, papa jadi keinget masa muda." Ucap papa.


Setelah selesai menyuapi Antanasia, Erik makan juga untuk mengisi perutnya. Dan beberapa menit pun Erik telah selesai makan.


" Erik kamu udah selesai makan?." Tanya papa Antanasia.


" Sudah om." Ucap Erik.


" Bisa keluar sebentar, om mau bicara." Ucap papa.


" Bisa om." Ucao Erik yang keluar ruangan bersama papa.


" Ma, papa mau bicara apa sama Erik?." Tanya Antanasia.


" Mama juga gak tau." Ucap mama.


Kembail ke Erik dan Pak, Stevan( papa Antanasia ).


" Om, mau bicara soal apa?." Tanya Erik.


" Soal Sia, Om ingin tau cerita yang lengkap tentang Sia dan mantannya itu, dan soal kejadian kemarin." Ucap papa.


" Jadi gini....." Ucap Erik yang menjelaskan semuanya.


" Sebantar lagi om jam 8 pagi." Ucap Erik.


" Baiklah om ikut kamu ke kampus. Dan sekali lagi makasih karena kamu udah jagain Antamasia." Ucap papa.


" Itu udah tugas Erik om." Ucap Erik


" Ya sudah ayo masuk!. Ucap papa dan tersenyum kepada Erik


" Iya om." setelah itu mereka masuk kembali ke dalam ruangan.


" Si, aku mau pergi ke kampus dulu ya nanti aku kesini lagi." Ucap Erik.


" Oke, tapi nanti kesininya bawa coklat ya." Ucap Antamasia terkekeh.


" Iya iya dasar."


" Papa juga pergi dulu ada urusan sebentar ya." Ucap papa.


" Papa mau kemana?, kan baru datang, papa gak capek?." Tanya Antanasia.


" Cuma sebentar kok sayang, kamu baik-baik di sini. Mama jagain Sia dulu, papa pergi dulu." Ucap papa.


" Iya pa." Ucap mama.


" Ya udah, tante, Sia Erik pergi dulu ya." Ucap Erik


" Papa juga." Ucap papa.


" Iya, hati-hati pa, Rik." Ucap Antanasia dan mamanya bersama.

__ADS_1


Di Kampus.


Erik dan pak Stevan telas sampai di kampus dan mereka segera pergi ke ruang kepala sekolah atau Rektor.


Tok tok tok.


" Masuk." Kata Rektor.


" Bapak Stevan, silahkan duduk pak." Kata Rektor, dan Pak Stevan pun langsung duduk di ikuti dengan Erik.


" Erik kamu bisa keluar dulu." Ucap Rektor.


" Biarkan dia di sini saya yang menyuruhnya." Ucap Pak Stevan.


" Baik, Bapak ada keperluan apa, ada yang bisa saya bantu." Ucap Rektor.


" Saya ingin bertemu dengan Surya wijaya dan panggilkan orang tuannya. Saya tidak suka menunggu lama." Ucap Pak Stevan.


" Baik pak." Ucap Rektor dan segera memanggil Surya dan menghubungi Orang tuanya.


" Pengumuman Surya Wijaya segera ke ruangan Rektor." Suara itu terdengar oleh seluruh mahasiswa.


Surya yang saat itu berada di kantin sangat bingung mengapa Rektor memanggilnya.


Sedangkan para sahabat Antanasia pun yang berada di kantin menghampiri Surya.


" Habislah kau Surya." Ucap Siska.


" Sepertinya kau akan di keluarkan." Ucap Silvi.


" Nikmati hari terakhirmu di sini." Kata Tris.


Reza hanya diam namun dia memberikan senyuman jahatnya kepada Surya begitupun dengan Siska, Silvi, dan Tris.


Surya merasa gelisah, kini dia berjalan menuju ruang Rektor.


Tok tok tok.


" Masuk."


" Bapak memanggil saya." Ucap Surya.


" Duduk, kita tunggu orang tua kamu." Ucap Rektor.


Surya pun segera duduk. Surya semakin gelisah saat melihat Erik juga berada di sana, namun dia masih belum tau kalau Pak Stevan adalah papa Antansia.


Beberapa saat kemudian, Orang tua Surya pun telah tiba dan berada di ruang Rektor.


" Baiklah, saya memanggil Surya dan orang tuannya karena Pak Stevan selaku pemilik kampus ini ingin bertemu dengan kalian. Silahkan pak Stevan." Ucap Rektor.


" Saya tidak suka berbicara panjang lebar, saya ingin Anak ini (menunjuk Surya) di keluarkan dari sini hari ini juga." Ucap Pak Stevan yang membuat terkejut semua orang di sana kecuali Erik.


" Apa maksud anda, mengapa anak saya harus di keluarkan dari sini? Apa anak saya membuat kesalahan?." Ucap Pak Wijaya (ayah Surya).


" Anak anda hampir melecehkan putri saya, dan sekarang putri saya Antanasia di rawat di rumah sakit. Dan ya sebaiknya anda bersiaplah perusahaan anda akan bangkrut." Bentak pak Stevan.


Bersambung.


Hai Readers.


Autor ingin meminta maaf karena Updatenya lama, dikarenankan Autornya masih sibuk dengan tugas sekolah.


Sekali lagi Autor minta maaf dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2