Karena Bulan Dan Bintang

Karena Bulan Dan Bintang
Mengenang masa lalu


__ADS_3

Malam harinya Erik, dan orang tuanya sedang bersiap untuk pergi makan malam bersama.


Saat tiba di depan rumah Antanasia, Erik membunyikan belnya.


Tin tong tin tong.


" Iya sebentar." Ucap Bi Sumi dari dalam rumah dan membukakan pintu.


" Eh, den Erik sama tuan dan nyonya, ayo silahkan masuk." Ucap Bi Sumi.


" Iya makasih bi." Ucap mereka bersama dan mereka pun masuk bersama.


" Selamat malam tante, Sia sama Om mana Tan?." Ucap Erik.


" Selamat Malam Erik, Om masih di kamar. sia juga masih di kamar." Ucap bu Putri (mama Antanasia).


" Ma, Erik udah dateng ya?." Teriak Antanasia.


" Sudah sayang, kamu cepet turun gih." Ucap Mama Antanasia.


" Iya ma. Erik ke kamar ku sekarang." Teriak Antanasia memanggil Erik.


" Tan, saya ke kamar Sia dulu ya." Ucap Erik.


" Iya Rik kamu kesana aja, biar tuh anak gak teriak-teriak mulu." Ucap mama Antanasia.


" Iya tan, Erik permisi dulu." Ucap Erik sambil berjalan menuju kamar Antanasia.


Sedangkan untuk mama dan papa Erik sudah berkumpul di meja makan bersama mama Antanasia.


Back to Erik & Antanasia.


Tok tok tok.


" Masuk aja, gak di kunci." Ucap Antanasia dan Erik pun maauk ke dalam kamar Antanasia.


" Kenapa manggil aku?." Ucap Erik.


" Gak ada cuma manggil aja, gak boleh?." Ucap Antanasia.


" Boleh kok." Ucap Erik.


" Ya udah, sini." Ucap Antanasia.


" Apa?." Ucap Erik sambil mendekat ke arah Antanasia.


" Udah ayo turun ke bawah." Ucap Erik.


" GendongšŸ¤—." Ucap Antanasia memelas.


" Gak, kamu itu berat." Ucap Erik.


" Ya udah, aku gak mau turun." Ucap Antanasia.


" Manja banget sih nih anak."


" Bodo amat yang penting gendong."


" Jalan sendiri."


" Lemes, kan aku baru sembuh, aku gak boleh kecapean."


" Hadeh, banyak alasan."


" Gondong gendong gendong."

__ADS_1


" Iya, iya dasar manja." Ucap Erik sambil menggendong tubuh Antanasia.


" 😁."


Erik menggendong Antanasia menuruni anak tangga dan menuju meja makan.


" Lah, Sia kenapa Rik kok kamu gendong?." Tanya mama Antanasia.


" Gak papa kok tan, cuma dia lagi manja." Ucap Erik.


" Biarin ma, kapan lagi Erik gendong aku." Ucap Antanasia.


" Kamu ini ada-ada saja, udah turunin di kursi Rik." Ucap papa Antanasia.


" Iya Om." Ucap Erik.


" Sumpah, kamu berat banget tau gak." Ucap Erik.


"Bodo amat." Ucap Antanasia.


" Sudah-sudah sekarang kita makan Oke." Ucao Mama Antanasia.


" Oke." Ucap mereka bersama.


15 menit kemudian mereka telah selesai makan malam dan sekarang mereka berkumpul di ruang keluarga.


Namun Antanasia dan Erik pergi ke atap, tempat kesukaan Antanasia.


Di Atap.


" Aku paling suka berada di atap, sangat nyaman." Ucap Antanasia.


" Aku juga merasakan ketenangan saat berada di sini." Ucap Erik.


" Rik, kamu tau gak kenapa aku ngambil jurusan Astronomi?." Ucap Antanasia


" Kamu inget gak, waktu kita masih di Surabaya dan tempat favorit kita." Ucap Antanasia.


" Inget dong, di pinggir danau kan." Ucap Erik.


" Bener banget." Ucap Antanasia.


Flasback On.


Saat itu, hari sudah malam, hari dimana mama Erik meninggal dunia. Erik pergi ke tepi danau untuk menenangkan dirinya.


Erik duduk di tepi danau sambil melamun. Antanasia menghampiri Erik dan duduk di sebelahnya.


Erik menangis namun saat menyadari kedatangan Antanasia dia segera menghapus air matanya.


" Erik." Panggil Antanasia kecil.


" Sia, kamu ngapain di sini." Ucap Erik kecil.


" Aku ngikutin kamu, kamu ngapain kesini? Kamu nangis?." Ucap Antanasia


" Aku gak nangis, kamu pulang sana udah malem. Anak cewek gak boleh keluar malem." Ucap Erik.


" Kamu sendiri anak-anak juga gak boleh keluar malem." Ucap Antanasia.


" Aku itu cowok, kamu pulang sana." Ucap Erik.


" Gak mau, aku mau disini aja nemenin Erik.


Erik bisa nangis di depan aku, aku janji gak bakal ketawain Erik." Ucap Antanasia.

__ADS_1


" Aku itu cowok, kata mama cowok gak boleh cengeng." Ucap Erik.


" Kalau gak boleh cengeng kenapa Erik kesini trs nangis diam-diam."


" Gak papa, Erik pingin sendiri aja. Sia pulang aja." Ucap Erik.


" Kalau Erik gak pulang Sia juga gak. Erik bilang Sia temen baik Erik, tapi Erik gak mau cerita sama Sia. aku tau Erik sedih, karena itu aku akan menemani Erik biar Erik gak sedih sendirian. Mama bilang kalau berteman itu harus saling berbagi. Jadi Sia juga siap berbagi kesedihan dengan Erik." Ucap Sia.


Erik hanya terdiam kemudian di merebahkan dirinya di atas rumputan. Antanasia ikut merebahkan dirinya. Kini mereka menatap luasnya langit.


" Erik liat deh, langitnya banyak bintangnya, terus bulannya juga terlihat besar." Ucap Antanasia.


" Hemm." Ucap Erik.


" Erik itu harus seperti bulan. Tetap bersinar terang dalam kegelapan." Ucap Antanasia.


" Aku gak mau jadi bulan Sia, karena bulan itu cuma 1 tidak memiliki teman." Ucap Erik.


" Bulan memang cuma satu Rik, tapi Erik tenang aja. Sia akan menjadi bintang buat Erik. Sia akan menemani Erik, melengkapi Erik. seperti bulan dan bintang yang selalu melengkapi." Ucap Antanasia.


" Sia yakin bakal selalu menemani Erik." Ucap Erik.


" Tentu saja yakin, Sia akan selalu menemani Erik, sampai maut memisahkan. Erik mau kan selalu bersama Sia." Ucap Antanasia.


" Tentu saja mau, Erik janji akan bersama Sia sampai maut memisahkan☺." Ucap Erik yang mulai tersenyum.


" Yeyyyyy Erik senyum lagišŸ¤—, Erik udah malam kita pulang ya." Ucap Antanasia.


" Iya kita pulang sekarang, Makasih Sia udah ngehibur Erik." Ucap Erik.


" Tentu saja Sia harus menghibur Erik. Udah kita pulang sekarang ya." Ucap Antanasia.


" Iya yuk pulang." Kata Erik yang berdiri dan menjulurkan tangannya kepada Antanasia.


Antanasia memegang tangan Erik dan berdiri juga.


" Yuk pulang." Mereka pun pulang.


Flasback Off.


" Ha ha ha." tawa mereka berdua.


" Aku gak nyangka, ternyata aku bisa ngomong sebijak itu saat kecil." Ucap Antanasia.


" Kamu itu sok." Ucap Erik.


" Sok apa? Aku gak sok ya, semua yang aku omongin memang bener kan." Ucao Antanasia.


" Iya deh iya, terserahat, tapi waktu itu kamu udah berhasil ngehibur aku." Ucao Erik.


" Ya ya dong, Sia gitu loh." Ucap Antanasia sombong.


" Sekarang kamu masih mau tetep selalu bersamaku kan Si." Ucap Erik.


" Tentu saja sampai maut memisahkan, seperti janji kita dulu." Ucap Antanasia.


" Sampai meut memisahkan, kata-kata itu sedikit ambigu tau gak." Ucap Erik.


" Iya kah, biarkan saja." Ucap Antanasia.


" Aku inget ke danau itu lagi." Ucap Erik.


" Aku juga." Ucap Antanasia.


" Mari kita ke sana saat libur nanti." Ucap Erik.

__ADS_1


" Oke, kita akan membuat tenda dan tidur di sana, seperti waktu kecil dulu." Ucap Antanasia.


Bersambung.


__ADS_2