Karena Bulan Dan Bintang

Karena Bulan Dan Bintang
Sarapan Pagi


__ADS_3

Esok harinya waktu menunjukkan pukul 06:00 pagi.Antanasia tidak bisa tidur semalaman, dia masih merasa bersalah kepada Erik. Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi dia merapikan dirinya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan. Dia berencana untuk membuatkan Erik makanan sebagai permintaan maafnya.


" Masak apa ya?" ucapnya dalam hati.


" Nasi goreng aja deh, pakek telur sama sosis"


Antanasia mulai menyiapakan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng. 20 menit kemudian nasi goreng sudah jadi dan meletakkannya di dalam rantang dan segera membawanya ke rumah Erik.


Tin tong tin tong


" Erik.. Erik" ucapku lantang.


"Iya bentar". ucap erik sambil membukakan pintu untukku.


" Ada apa lagi si? ini tuh masih pagi. Bukannya kelas kita masih nanti siang."


" Ya emang nanti siang"


" Ya terus kamu nagapain kesini"


" Aku kesini mau makan bareng sama kamu. Nih aku udah masak" ucapku sambil menunjukkan rantang ya ku bawa.


"Kenapa kamu gak langsung makan aja di rumah kamu"


"Gak mau, aku maunya makan sama kamu. Aku kan udah sampai sini, masa kamu ngusir aku sih. Aku kan udah capek-capek masak buat kamu, Sebagai tanda permintaan maaf aku" ucapku sambil membuat ekpresi memelas.


" Ya udah, masuk sana"


" Nah gitu dong, ini baru sahabat aku" Kataku sambil tersenyum karenan senang.

__ADS_1


" Duduk sana, Aku mau mandi dulu" Katanya sambil menujuk kearah meja makan.


" Jadi kamu belum mandi" kataku .


" Pantesan bau" Gumanku perlahan.


" Kamu bilang apa" Kata erik sambil melotot.


" Ga-gak ada, a-aku gak bilang apa-apa. Udah mandi sana"


Erik pergi mandi sementara aku pergi menyiapkan makanan. 15 menit kemudian Erik sudah selesai mandi dan rabi. Dia berjalan turun tangga dan menuju ke meja makan.


Oh tuhan, sebenarnya sahabatku ini sangat tampan tapi dia begitu dingin. Bahkan dulu waktu kecil udan banyak bangen cewek yang naksir dia, bahkan sampai ngasih surat cinta. Tapi saat ada cewek yang menyatakan peresaannya pada Erik, dia hanya akan memelotohi wanita itu dengan garang. Seperti waktu SMP Dulu.


******


5 tahun yang lalu


" Erik, bisa bicara sebentar" ucap salsa segas tegas.


Erik hanya melihatnya dan tidak mengeluarkan satu kata pun. Aku pergi memasuki kelas terlebih dahulu.


" Rik, sejak pertama liat kamu, Aku udah suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku."


Aku dan teman sekelas begitu terkejut saat mendengar itu. Dan Erik masih diam tidak menanggapi perkataan salsa.


" Aku gak suka sama kamu dan kamu bukan tipeku" , kata erik to the poin.


" Lo itu............" ucap erik dan berhenti dan membuat kami penasaran, apa lagi salsa.

__ADS_1


" Aku kenapa rik" Ucap salasa dengan ekpreai sedih karena ditolak Erik.


"Jelek"


Kami teman sekelaspun langsung kaget dengan perkataan Erik. Dimana Salsa adalah cewek cantik dan banyak cowok yang ngejar dia, tapi erik bilang dia JELEK.


Hahahahaha


Sedangkan Salsa yang mendengar perkataan erik itu langsung pergi lari dengan menangis karena malu.


********


Aku tertawa saat menginggat kejadian itu.


" Kenapa ketawa?" tanya Erik padaku.


" Gak.. gak ada" ucapku masih dengan tertawa.


" Gak waras" ucap Erik perlahan.


" Kamu bilang apa?" kataku dengan lantang.


" Berisik, udah makan"


Antanasia yang kesal dengan Erik memakan nasi goreng itu dengan cepat dengan wajah cemberut. Dan Erik hanya tersenyum tipis melihat kelaluan sahabatnya itu.


" Pelan-pelan makanya si"


" Berisik, udah makan" ucap Antanasia masih dengan kesal.

__ADS_1


5 menit kemudian mereka sudah selesai sarapan pagi dan antanasia pergi pulang masih dengan keadaan kesal. Tanpa berpamitan antanasia langsung pergi. Dan Erik hanya tersenyum tipis melihat Antanasia pergi dengan marah.


Bersambung.


__ADS_2