Karena Uang Seratus Ribu

Karena Uang Seratus Ribu
Menikah Sebulan Lagi!


__ADS_3

"Bu–"


"Tidak, Zea. Ibu ingin kamu menikah dengan Nak Luqi, dia anak yang baik, Ibu tau kalian saling menyukai."


"Bu, de–"


"Tidak, Zea!" Ibu lagi-lagi memotong ucapan Azea. "Ibu sudah berbicara dengan kedua orangtua Luqi, sudah menjatuhkan tanggal pernikahan kalian." Ibu Azea berbicara.


"Loh? Ibu, ini nggak boleh. Aku dan Luqi tidak ada hubungan apa-apa. Baiklah, aku akan menjelaskan sejujurnya sama Ibu. Jadi, aku dan Luqi itu tidak dekat, kami itu pernah bertengkar, dia anak yang resek, dia juga mengambil uangku tanpa izin hanya untuk bermain-main, dan itu adalah uang gaji pertamaku, aku hanya terpaksa jalan dengannya, itu saja Bu. Kalau untuk menikah, tidak bisa, ini semua harus dihentikan," jelas Azea panjang lebar dan mengakui semuanya.


Sayangnya, Ibu malah tak percaya, wanita paruh baya itu menganggap ucapan Azea hanya karena tidak ingin menikah cepat.


"Kamu jangan egois Azea. Nak Luqi sangat tulus dan baik, dimana kamu bisa menemukan lagi pria sebaik itu? Keluarganya juga baik," kata Ibu Azea.


"Hah, baik? Dia tidak sebaik itu Bu, mungkin jika ibunya memang baik, tetapi tidak dengan Luqi," jawab Azea.


"Ini karena kamu tengah bertengkar dan merajuk pada Luqi kan, jangan sampai menyesal dan Luqi di ambil orang." Ibu Aze membalas ucapan Azea lagi dengan menatap putrinya serius.


"Biarin, aku malah senang jika dia diambil orang!" Azea menjawab dengan kesal karena tak habis pikir dengan ucapan sang ibu.

__ADS_1


"Ya udah, terserah kamu. Yang jelas, Ibu dan Bu Yola sudah membicarakan tanggal pernikahan kalian, sebulan lagi," kata Ibu Azea, lalu wanita paruh baya itu langsung pergi dari sana.


"Bu .... " Azea menghela nafas melihat kepergian ibunya.


***


Sementara di rumah besar dan mewah Luqi. Pria tampan itu baru pulang dari bersenang-senang bersama teman-temannya.


"Oke, bye!"


"Eh, lu besok kuliah gak, Luq?" tanya Gleen sebelum melajukan motor besarnya.


"Entahlah, kalo gue bangun cepat, lagian dosennya si bebek kan? Hahaha!" Luqi tertawa bersama teman-temannya usai memberi julukan pada dosen yang pemarah namun memiliki perut besar yang maju ke depan.


Luqi pun masuk ke dalam rumah dan teman-temannya pulang.


"Sudah jam berapa ini? Kau baru pulang?" Suara sang ayah terdengar dan mengejutkan Aluqi saat dia baru saja memasuki rumah dan berada tepat di ruang tengah yang harus dia lewati saat menuju kamarnya


"Papa?"

__ADS_1


Yolanda mengucek mata dan terbangun, tadi rencana mereka menunggu Aluqi, tetapi Yolanda sampai tertidur di pangkuan suaminya, sementara sang suami sibuk menonton Chanel gulat sampai Aluqi datang.


"Ini baru jam 12 lewat Pa, belum tengah malam," jawab Luqi.


"Lalu tengah malam menurut kamu jam empat subuh begitu?" Suara sang ayah meninggi dan dia melotot. "Kau sudah besar Aluqi." Menghela kecewa.


Aluqi diam. Tak menyahut lagi, jika menjawab, pasti ayahnya semakin murka.


"Mama dan Papa mau bicara sama kamu, kemarilah duduk, Nak," kata Yolanda, menunjuk sofa di depan mereka berdua.


"Ada apa Ma, nggak bisa dibicarakan besok saja? Aku udah ngantuk," jawab Luqi, dia berjalan malas ke arah sofa yang ditunjuk sang ibu.


"Tidak bisa, harus sekarang!" Yolanda bicara tegas.


Aluqi menatap lesu kedua orangtuanya.


"Sebulan lagi, kau akan menikah dengan Azea," kata Yolanda.


"Apa!" Aluqi terkejut. "Apa maksudnya Ma, kenapa aku harus nikah dengan wanita itu sebulan lagi? Yang mau nikah itu siapa juga? Aku tak ingin menikah!" kata Luqi memprotes.

__ADS_1


"Kau tidak bisa sembarangan mempermainkan wanita dan orangtuanya yang sakit, dia tidak memiliki ayah lagi, kau harus bertanggungjawab, Papa dan Mama sudah mengatur semuanya, kau akan menikah sebulan lagi dengan Azea. Semua uang dan segalanya akan Mama sita, Mama dan Papa akan memberikan semua kartu debit dan lain-lainnya setelah kamu menikah dengan Azea," terang ayah Aluqi juga menerangkan setelah Yolanda bicara.


"Apa!" Aluqi berseru dan tak habis pikir dengan keputusan orangtuanya, kenapa permainan yang dia lakukan harus berakhir aneh seperti ini, sesuatu yang mustahil, hanya karena uang seratus ribu yang dia permainkan, menjadi masalah besar sekarang!


__ADS_2