Karena Uang Seratus Ribu

Karena Uang Seratus Ribu
Memeluk


__ADS_3

Azea keluar kamar dengan baju kaos longgar yang panjang di atas lutut setengah paha, rambut berantakan, sambil mengucek mata, dia berkata pada sang ibu.


"Iya Bu, ada apa?"


Plak! Luna menabok pelan bahu Azea. "Kamu ini gimana sih Zea! Suami kamu tidur di luar. Kamu mau jadi istri durhaka? Mau berdosa kamu?" kata Luna.


Aluqi yang baru tertidur langsung terduduk, dan melamun, nyawanya baru saja terkumpul perlahan.


"Bawa suami kamu masuk ke dalam kamar, Zea!" perintah Luna.


"Tapi, Bu—"


"Tidak ada tapi-tapi Azea. Tidak ada sepasang suami istri tidur berpisah ranjang! Bawa Nak Luqi ke kamar!" Luna meloto dan berkata serius. Kemudian berbalik berjalan ke arah sofa.


"Bu–"


"Maaf ya Nak Luqi, atas sikap Azea. Ayo, ajak suami kamu ke kamar Azea!"


"Eh? Enggak usah Bu, aku di sini aja, enggak enak," jawab Aluqi terkekeh canggung.


Luna tersenyum lembut. "Tak apa-apa, tak usah malu, kalian sekarang sudah suami istri. Lebih baik tidur sekamar dari pada berpisah tidur seperti ini. Ayo, Nak Luqi, pindah ke kamar kalian, jangan tidur di sini."

__ADS_1


"Ayo!" Dengan wajah cemberut, Azea mengajak Luqi.


Melihat Azea dan Luqi sudah masuk kamar, Luna pun segera berwudhu dan melanjutkan aktivitas malamnya seperti biasa, salat malam, mengaji beberapa ayat, baru tidur kembali.


Sementara di kamar Azea. Aluqi canggung sekali. Azea memberi pembatas guling di tengah ranjang kecil itu, bahkan ruangan yang tersisa dari ranjang ke dinding hanya 30 cm. Bagaimana bisa Aluqi tidur di tempat lain dalam ruangan ini, kamar ini sangatlah kecil, mungkin sebesar toilet di rumahnya. Di dinding di dekat ranjang, berbaris-baris buku dengan rak kayu buatan Azea. Terasa pengap, tak ada AC yang ada hanya kipas.


"Kipasnya tidak bisa lebih kencang?" kata Aluqi.


"Itu sudah paling kencang!" jawab Azea malas. Dia merasa kesal, karena dia yang tadi tidur begitu nyaman dengan baju kaus, kini harus menggunakan celana panjang.


"Oh, kalau begitu, aku izin buka baju ya, soalnya panas. Di luar tadi lebih sedikit dingin, karena ada anginnya, di tambah angin dari kipas lebih kencang," kata Aluqi.


"Ya buka aja, tapi cuma baju! Jangan sampai kau buka celana, dan lagi ... kau jangan macam-macam padaku!" Azea menunjuk wajah Aluqi.


"Heh! Ngapain kau gabungkan gantung baju di sana! Itu baju bersih ku! Sudah di gosok itu, tahu!" seru Azea marah.


Aluqi menghela nafas kasar. "Ok, terus, aku harus letakkan bajuku di mana, agar tidak kusut?"


"Taruh aja tuh di sana!" Azea menunjuk sebuah meja belajar mini yang bisa di lipat-lipat.


"Hah? Di sana? Yang benar saja!" Aluqi tak suka, tetapi akhirnya tetap saja menuruti apa yang dikatakan Azea.

__ADS_1


Dia cukup sadar diri, karena dia di sini hanyalah seorang tamu yang menumpang. "Awas saja, jika Mama dan Papa sudah reda marahnya, kau akan dapat balasan dariku Azea!" Aluqi berkata dalam hati.


"Ya sudah, aku mau tidur, itu selimut jika kau butuh!" Menunjuk lipatan sarung dan beberapa kain lainnya di samping ranjang, ada sebuah meja kecil terbuat dari kayu yang cukup kuat di sana.


***


Pagi subuh, Luna mengetuk pintu mereka, tetapi tak ada sahutan.


"Azea, kamu sudah bangun? Jangan lupa salat!" Luna meninggikan suara, tetapi masih gak ada sahutan, akhirnya Luna memilih pergi dari kamar itu.


Keduanya malah terbangun jam sembilan pagi, itu hampir beriringan. Alasannya karena keduanya sama-sama susah tidur, padahal sama-sama hening dan diam saling memunggungi, tetapi malah tertidur jam empat dini hari.


Azea menggeliat, dan menemukan dirinya tengah memeluk tubuh lelaki tanpa baju, tubuhnya wangi bercampur aroma keringat tubuh lelaki, apalagi wajah tampan Aluwi tersuguh alami, gak ada cacat, bahkan pori-pori di wajahnya nyaris mulus sempurna seperti kulit bayi.


"Aaaaa!" Azea telat merespon teriakan dirinya sendiri karena cukup lama terpesona memandang wajah Aluqi.


Aluqi terkejut dan langsung terduduk, menyadari tangannya juga sudah berada di pantat Azea. Dia langsung melompat.


‘Ah, sial!’ gumam Aluqi. "Maaf, aku enggak sengaja!" kata Aluqi cepat.


"Cepat pasang baju kamu, dasar mesum!" teriak Azea.

__ADS_1


Aluqi pun segera meraih bajunya dan memakainya.


__ADS_2