
Seperti rencana sebelumnya, pesta pernikahan akan di adakan di rumah Luna dan Azea, tetapi rumah baru mereka, namun tetangga lama mereka tetap diundang.
Beberapa undangan sudah di layangkan juga oleh keluarga besar Yolanda, namun akhirnya setelah bermusyawarah dengan kolega dan teman-temannya Yolanda serta suaminya, mereka juga akan mengadakan pesta pernikahan yang kedua di aula Orchid Hotel.
Glen dan tiga dua teman Luqi lainnya tengah duduk di meja tamu dengan memakai baju kemeja terbaik dengan jas yang senada mereka.
"Gila Man. Gue nggak nyangka Luqi yang main-main, beneran kepincut sama Azea!" Glen berkata.
"Anjay! Iya woy!" sahut temannya.
"Artinya, kita juga salah satu pengaruh jodoh mereka, ya kan? Hahaha!" Teman satu nya lagi tertawa.
"Kemarin, gue kaget banget pas Azea nelfon pakai ponselnya Luqi. Gila. Terus uang jajan Luqi aja dikendalikan sama Azea. Buset, gue nggak mau nikah lah kalau gini!" Gleen berkata lagi.
"Serius lu? Nelfon buat undang pesta nikah?" tanya temannya.
"Enggak. Dia bayar uang yang dipinjam Luqi waktu itu 1,5 juta. Cuma karena dia bilang 2 juta, gue iyain aja, dan untungnya gue iyain, jadi Luqi bisa megang uang 500ribu. Ngeri! Bisa-bisanya, Luqi menikah sama wanita pelit begitu!" Gleen mulai merinding.
Plak! Tepukan di kedua pundak Glen dan temannya, sedangkan Rudi ternganga kaku melihat Yolanda memegang pundak kedua temannya.
"Itu namanya bukan pelit Gleen, tapi perhitungan untuk masa depan. Kalian pun juga harus mulai irit dan hemat mulai hari ini. Oh ya, Mama kalian juga sepakat akan menjodohkan kalian dengan wanita baik dan rajin seperti menantu Tante." Yolanda tersenyum horor.
"A ... i-itu, Tante salah dengar!" Gleen meneguk salivanya.
__ADS_1
"Hahahah. Ya udah, semoga cepat ketemu jodoh kalian. Tante mau menyambut tamu dulu ya."
"Oh, astaga!" Glen dan dua temannya menghela nafas. "Jangan sampai Mama-Mama kita kayak Tante Yolanda. Kata Luqi kemarin, dia sama Azea sebenarnya dijodohkan karena Azea menolong Tante Yolanda, bukan karena mereka pacaran!"
"Hah? Loh, tadi Lo bilang mereka beneran jatuh cinta karena taruhan seratus ribu kemarin!" protes temannya.
"Ya, awalnya memang begitu, tetapi akhirnya Azea bertemu Tante Yolanda, dan mereka semakin dekat, jadi begitulah!" jelas Gleen.
"Wah, jangan-jangan Azea mengincar Luqi dari awal! Bahaya juga nih!" Rudi mulai berbisik.
"Hati-hati, nanti Tante Yolanda dengar lagi!" Gleen melirik.
Di sudut sana, gerbang masuk pesta, seorang gadis cantik bergaun putih masuk dengan anggun. Gleen langsung terpana dan terpanah akan kecantikan wanita itu.
Ya, dia adalah Jesica, teman terdekat yang sudah bertahun-tahun dengan Azea.
"Iya, aku senang banget berjumpa sama kamu Jes. Oh ya, kok kamu datang sendiri, pacar kamu mana?" tanya Azea.
"Udah, nggak usah bahas dia. Nyebelin banget. Alasan sibuk, sibuk ini itu, rupanya sibuk sama selingkuhan. Aku jojoba sekarang, jomblo bahagia!" Jesica memeluk Azea kembali.
"Ini, hadiah aku buat kamu, tapi boleh dibukanya nanti ya, pas kalian malam pertama!" kata Jessica yang tak tahu, jika beberapa hari ini, Luqi sudah sekamar dengan Azea usai menikah, sebelum pesta.
Setelah itu, Jesica menoleh pada Aluqi. "Selamat ya Bro. Kamu hebat, sudah meluluhkan hati kokoh sahabatku yang paling terbaik, kamu jaga dia dan jangan sakiti dia ya, kalau enggak, aku bakalan marah banget loh!" kata Jessica mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Iya," sahut Aluqi pendek, tersenyum kecil dengan terpaksa dan membalas jabatan tangan Jesica.
Tak lama, juga datang Erina dan teman-teman Azea lainnya yang satu kerjaan dengan dia. Sementara teman kuliah hanya Jesica seorang yang diundang oleh Azea. Dia sangat tertutup di kampus, karena fokus mencari uang saat kerja sampingan.
Dan begitulah, Aluqi selalu memaksakan senyuman saat bersalaman dengan teman-teman Azea dan teman-temannya orang tua mereka, intinya semua tamu.
Setelah usai pesta, Aluqi bergabung dengan Gleen dan dua teman lainnya. Dia duduk di kursi tamu dengan sepiring makanan. Sementara yang lain mulai bersih-bersih.
"Benaran Lo di paksa nikah sama Azea, Luq?" tanya Rudi penasaran.
"Bisa dibilang iya, ini semua gara-gara kalian, gara-gara uang taruhan seratus ribu yang kalian minta waktu itu!" ketus Aluqi.
"Loh, bukan salah murni kita, tapi Lo juga Luq. Lo lagian ambil uang Azea, padahal kan ada uang seratus ribu lainnya," balas Rudi.
"Tapi, kalian maunya yang ada tantangan!" Aluqi membela diri.
"Sudahlah, semuanya sudah terjadi, Lo juga udah nikah sekarang sama Azea. Sekarang, Lo mikirin masa depan aja deh, ke depannya gimana? Masa iya, yang jajan Lo di pegang dia!" Gleen berwajah buruk.
"Sialan! Memang itulah masalah utama gue sekarang. Gue pikir, dengan menikah dengan Azea, Mama dan Papa akan mengembalikan semuanya sama gue! Rupanya dia memberikan pada Azea! Gila kan. Mana Azea keras kepala, suka melawan sama gue!" Aluqi memijat kepalanya.
"Lo rayu aja dia dah! Lo kan jagonya!" kata Gleen.
"Ya begitulah cara satu-satunya!" kata Aluqi. Akan tetapi, Aluqi tidak terlalu yakin, karena dia paham betul, karakter Azea beberapa hari ini. Dia keras dan tega pada dirinya. Ya, jika masalah makan dan lainnya, Azea baik, tetapi untuk kesenangan, sangat buruk sekali bagi Aluqi yang terbiasa hidup dengan mudah dan bersenang-senang!
__ADS_1