Kaylee Si Gadis Konglomerat

Kaylee Si Gadis Konglomerat
BAB 23


__ADS_3

Kaylee Si Gadis Konglomerat


Bab 23


"Bisakah aku melakukan wawancara eksklusif dengan Nona Smith?"ucap Marisa.


"Tentu saja. Aku akan mengaturnya untukmu" Jawab Galvin.


"Kau dapat menuliskan kontrak sederhana karena kau seorang pengacara, bukan?" Tanya Marisa.


" kau Reporter pintar. Aku akan menulis satu untukmu"Jawab Galvin.


Galvin pun langsung membuatkan kontraknya.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kau dulu sekolah mana?" Tanya Marisa menatap Galvin yang menurutnya tidak asing baginya.


"Provinsi" Jawab Galvin singkat.


"Provinsi mana?" Marisa menaikan sebelah alisnya.


Galvin tidak menjawab dan menunjukkan kontraknya.


Melihat kontraknya, Marisa pun memberikan USBnya(USB atau singkatan dari Universal Serial Bus,kalian bisa mencari pengertian nya di mbah google ya gays😃☝)


***


Sekarang, Galvin melihat isi flashdisk Marisa di kantor polisi, bersama Detektif Van.


Flashback...


Pada hari Kaylee di tangkap, Kaylee memang ada di butik yang di rekomendasikan Geisha padanya.


Marisa yang bersembunyi di balik manekin, diam diam memvideokan Kaylee.


Kaylee lantas masuk ke kamar pas Dia meninggalkan tasnya di meja. Begitu Kaylee masuk ke kamar pas, seorang wanita yang merupakan pegawai butik, membuka tasnya dan meletakan Sesuatu di sana(kamar pas itu sama aja kek ruang ganti baju)


Flashback end...


"Wow, ini perangkap." ujar Detektif Van.


"Perangkap?" tanya Galvin.


"Begitulah cara mantan narapidana memperdagangkan obat terlarang dan melaporkannya untuk mengurangi hukuman mereka." jawab Detektif Van.

__ADS_1


"Lalu apakah wanita ini juga mantan narapidana?" tanya Galvin.


"Kemungkin besar. Dia melakukannya untuk menyelamatkan dirinya sendiri." jawab Detektif Van.


"Maka dia harusnya berada dalam daftar kejaksaan jika dia mantan narapidana. Bisa kau periksa untukku?" pinta Galvin.


"Galvin Anson, apa aku membunuhmu di kehidupan masa lalu atau sesuatu?"ucap Detektif Van.


"jika iya Aku pasti menyelamatkan hidupmu dalam kehidupan masa lalu kita. Tolong bantu aku."Ucap Galvin memelas dengan memeluk lengan Detektif Van.


"Baiklah, tapi jangan peluk aku seperti itu. Menjijikkan."


Tak lama, Detektif Van mendapatkannya. Pegawai yang meletakkan ganja di tas Kaylee bernama Candy Mayland.


***


Maka Galvin bergegas ke alamat Candy yang di berikan Detektif Van. Berhari-hari, dari pagi hingga ke pagi laginya, Galvin terus mengawasi tempat tinggal Candy.


Ia bahkan makan malam hanya dengan mie instan saja dan tidur di mobilnya.


Dan paginya, begitu terbangun, ia melihat sosok Candy muncul. Candy berjalan melewati mobilnya sambil mendorong koper. Galvin bergegas turun dan menghampirinya.


"Candy Mayland? Apa liburanmu menyenangkan?" Ucap Galvin.


"Siapa yang menyuruhmu melakukannya?" Ucap Galvin tanpa mengindahkan pertanyaan Candy.


"Kau siapa?" Tanya Candy lagi.


Galvin pun menunjukkan video saat Candy memasukkan ganja ke tas Kaylee.


"Apakah kau tahu seberapa besar kejahatan ini? Orang yang tidak bersalah masuk penjara karena dirimu. Aku akan memastikan tidak akan ada yang terjadi padamu. Kau tidak akan dikenakan denda atas tuduhan palsu dan aku akan menyembunyikan identitasmu. Katakan saja siapa yang menyuruhmu melakukannya"Tanya Galvin.


"Nona Geisha datang dan memberi tahuku bahwa aku ada dalam daftar untuk penyelidikan narkoba,tapi dia bilang dia akan memastikan aku tidak diselidiki jika aku membantunya" Jawab Candy dengan takut.


"Nona Geisha?" Gumam Galvin.


"Dia menyuruhku untuk meletakkannya di tasnya ketika dia masuk ke dalam kamar pas. Itu sebabnya aku memasukkan ganja ke dalam dompet Nona Smith" Lanjut Candy lagi.


***


Candy kemudian mempertemukan Galvin dengan Geisha. Ia membawa Galvin ke butik.


"Candy bersaksi bahwa kau menyuruhnya melakukannya. Mengapa kau melakukan itu pada adik iparmu? Bukan hanya kau, kan? Siapa yang menyuruhmu melakukannya?"Tanya Galvin To The Point menatap Geisha.

__ADS_1


"Bukankah kau pengacara GOLD? Kau harusnya sudah tahu. Ngomong-ngomong, aku tidak punya masalah dengan Kaylee."Jawab Geisha.


Geisha lantas beranjak pergi.


***


Galvin pun langsung datang ke kejaksaan, menemui Arlen.


"Bagaimana kau tahu? Kau tidak berpikir itu aneh seberapa spesifik laporan itu? Jaksa tidak melihat bagaimana terdakwa mendapatkan obat-obatan. Dan kau sangat yakin bahwa itu adalah narkoba tanpa mendapat surat perintah penggeledahan. Bagaimana kau tahu itu obat terlarang saat itu?"Ucap Galvin yang kini sudah dihadapan Arlen.


Arlen masih saja bersikap pongah. Galvin lantas mengaku, akan mengajukan keluhan resmi untuk itu.


"Bagaimana caranya?"Tanya Arlen.


"Seorang jaksa penuntut bodoh yang dibodohi dengan melemparkan narkoba. Bagaimana judulnya? Atau seorang jaksa yang membalas dendam setelah ditolak pada kencan buta?" Ucap Galvin.


"Kedengarannya bagus juga. Kau lebih pintar dari penampilanmu. Tetapi bagaimana kau akan membuktikannya?" Ejek Arlen.


"Dengan ini"


Galvin lantas mengeluarkan ponselnya dan memperdengarkan rekaman suara Candy si pegawai butik yang mengaku disuruh seseorang memasukkan ganja ke tas Kaylee.


"Dia bebas"Ucap Galvin beranjak pergi tanpa menghiraukan Arlen lagi.


***


Setelah itu, Galvin pergi menjemput Kaylee.


Kaylee yang baru keluar dari penjara, tersenyum melihat Galvin yang datang menjemputnya.


Galvin juga tersenyum.


Galvin lantas menghampiri Kaylee.


"Terima kasih untuk foto-foto Kiana, Ibunya Kiana sangat berterima kasih." ucap Kaylee.


Galvin lalu memberikan kunci mobil dan tanya kemana Kaylee ingin pergi.


"Bukankah hotel tempat terbaik?"Jawab Kaylee.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Happy Reading All🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2