
Kaylee Si Gadis Konglomerat
Bab 39
Mobil Galvin tampak berhenti di depan Sungai Rhein.Kaylee yang duduk sendiri di mobil, menatap Galvin yang bernyanyi keras-keras di tepi Sungai Rhein. Galvin menyanyikan lagu yang ia putar tadi.
Tak lama, Kaylee pun turun dan menghampiri Galvin.
Melihat kedatangan kaylee,galvin berkata"Setiap kali aku stres, aku datang ke sini dan bernyanyi. Bukankah memalukan jika tidak ada orang lain yang mendengarkan ku?" Ucap Galvin tersenyum.
"Bagaimana kau tahu?" Tanya Kaylee dengan datar menatap sungai Rhein tanpa memandang galvin.
Galvin mengernyitkan dahinya heran"Tahu apa?"Tanya Galvin balik.
"Aku suka lagu ini" Jawab Kaylee.
"Sungguh? Hei, kita memiliki kesamaan juga! Sejujurnya, aku juga menyukai lagu ini. Kurasa memang sudah ditakdirkan!" Ucap Galvin senang.
kaylee lalu mengalihkan pandanganya menatap Galvin"Pengacara Galvin, kau berusaha sangat keras"
"Aku tidak berusaha. Ini fakta" Elak Galvin.
Galvin lalu mengajak Kaylee untuk bernyanyi bersamanya.
Kaylee langsung celingukan ke belakang.
"Kenapa? Tidak ada seorang pun di sini. Tidak apa-apa. Ikuti aku" Ucap Galvin yang paham dilakukan kaylee.
Galvin mulai menyanyi. Setelah itu, ia menyuruh Kaylee bernyanyi.
Kaylee terdiam sejenak karena malu,, sebelum akhirnya mulai bernyanyi.
"Lebih keras!" Seru Galvin tersenyum.
Kaylee pun akhirnya mulai bernyanyi lebih keras dan mereka bernyanyi bersama.
***
Galvin lantas mengantarkan Kaylee pulang.
"Sampai jumpa" Ucap Kaylee lalu turun dari mobil.
"Sebentar...."Cegah Galvin,ia pun mengambil sebuah buku dan memberinya pada Kaylee.
"Apa ini?" Tanya Kaylee heran.
"Lihat saja. Masuklah. Aku akan pergi setelah aku memarkir mobil mu" Jawab Galvin kemudian memarkirkan mobil kaylee.
Kaylee menatap galvin yang mulai menjauh lalu membaca judul buku yang diberikan Galvin.
__ADS_1
"I Took Your Name as Medicine"
****
Sampai di rumah, orang pertama yang ditemui Kaylee adalah Richard yang sedang berbaring. Kaylee minta maaf pada Richard karena sudah merusak semuanya. Richard pun menenangkan Kaylee. Ia bilang, semua belum berakhir.
Bu maya sendiri juga kesal"kita sudah bekerja sangat keras untuk sampai sejauh itu"Ucap bu maya yang ada berdiri di belakang kaylee.
"Kakek bilang ini belum berakhir"Jawab Kaylee menatap bu maya.
Kaylee lalu tanya ke Bu maya apa kakeknya sakit keras?
Bu maya menatap Richard. Richard menggeleng,meminta Bu maya merahasiakan penyakitnya.
Kaylee lalu kembali menatap kakeknya.
"Aku punya rencana. Jadi jangan berkecil hati dan bersiaplah" Ucap Richard serius.
Kaylee mengangguk mengerti.
Apakah rencana Richard???
***
Kaylee berjalan di lantai atas dan mendengar suara Albern di bawah. Ia pun menghentikan langkahnya dan melihat Albern sedang bicara dengan Alex yang sedang makan ditemani Ghesia di sampingnya.
"Sepertinya Tuhan telah memberimu semua keberuntungan. Sekarang lawan terkuat mu adalah kaylee,dan dia sudah keluar dari permainan, kau lah satu-satunya pewaris" Ucap Albern.
"Makan malam bukan yang penting saat ini. Filmku hampir dibatalkan" Jawab Albern tak terima.
"Lalu?" Tanya Alex berhenti makan.
"Apa yang kau inginkan?" Lanjut Alex.
"Berikan aku Uang! Aku hampir kehilangan seluruh kru filmku sekarang! Kau sempurna. Tapi kupikir kau kurang dalam kemanusiaan. Apa pria dingin seperti mu tidak akan berdarah? Itu sangat kuno. Pemimpin selanjutnya harus lebih sensitif! Adik, tolong bantu aku menyelamatkan reputasiku. Tolong bantu aku, Alexavier!"Jawab Albern dengan wajah frustasinya.
"apa Kau tidak punya malu?" Tanya Alex menatap Albern dengan dingin.
"Apa maksudmu?" Tanya Albern tak terima.
"Akui saja bahwa kau tidak memiliki bakat. Hanya dengan pengakuan itu, kau akan menunjukkan bahwa kau memiliki nilai" Jawab Albern dengan santainya.
mendengar itu,Albern marah,"kau bajingan berhati dingin!"
Alex lantas berdiri dan menghina Albern.
"Jika kau menginginkan perusahaan, silakan ambil. Dapatkan lah kemampuan untuk mengambilnya. Atau diam saja" Ucap Alex.
"Apa katamu? Beraninya kau...!" Albern yang udah gak tahan lagi, berniat memukul Alex tapi dicegah Ghesia.
__ADS_1
"kak Albern! Kenapa kau bertingkah seperti ini?" Tanya ghesia tak percaya akan tingkah Albern.
"Kenapa aku bertingkah seperti ini? Sekarang kalian berdua bersikap dingin. Tidak heran kalian berdua sudah menikah!" ketus Albern.
Kaylee pun datang.
"Indah sekali. Pertengkaran antar saudara" Ucap Kaylee dan duduk di meja.
Melihat kedatangan Kaylee,Albern langsung memarahinya.
"Nona Kaylee Smith.Kau harusnya berusaha sebaik mungkin! Kau harapanku satu-satunya. Filmku hampir dibatalkan! Apa yang akan kau lakukan?" Ucap Albern dengan marah.
"Aku tahu. Maafkan aku. Kau harus mengurangi minum dan menggunakan uang itu untuk membuat film anggaran rendah" Jawab Kaylee dengan santai.
"Bagaimana bisa tidak ada seorang pun di keluarga ini yang mengerti seni? Jika aku tidak bisa minum-minum sekarang, aku akan berakhir di rumah sakit jiwa" Jawab Albern frustasi dan berjalan pergi.
Alex juga mau pergi, tapi Kaylee kembali bersuara.
"Kak Albern mungkin bukan sainganmu. Tapi kau tidak perlu memperlakukannya seperti itu. Lagipula kalian bersaudara. Kalian berdua rukun" Ucap Kaylee menatap Alex.
"Kenapa kalian berdua tidak bekerja sama? Kau adalah saudara tirinya." Jawab Alex.
"Saat terpojok, kau bisa menggigit dan mencabik-cabik seseorang" Ucap Kaylee.
"Sungguh? Hanya memikirkannya saja membuatku takut" Ucap Alex kemudian tertawa, lalu beranjak pergi. Ghesia menyusul Alex.
Kaylee tertawa menatap kepergian Alex, tapi hanya sebentar.
****
Di restoran, Galvin sedang makan malam bersama ayahnya dan Gladis.
"Internet dipenuhi berita tentang putri tunggal keluarga konglomerat. Bukankah dia wanita yang sebelumnya?" Tanya Gladis menatap Galvin.
"Dia tampak begitu baik dan cerdas. Bagaimana dia bisa berakhir mengemudi sambil mabuk? Mengemudi sambil mabuk itu tidak berbeda dengan pembunuhan. Jangan pernah lakukan itu! Jangan pernah!" Jawab pak Anson memperingati kedua anak muda itu.
"Ayah, jangan percaya semua yang ada di berita" Ucap Galvin menatap ayahnya.
"Jika aku tidak percaya dengan berita itu, lalu siapa yang aku percayai?" Ucap Pak Anson.
"Ada banyak berita palsu belakangan ini" Jawab Galvin.
"Mereka mengatakan bahwa dia minum sepanjang malam sehingga dia masih mabuk di pagi hari. Dia pasti banyak minum hingga dia gagal dalam tes kesadaran di pagi hari" Ucap Gladis menceritakan berita yang sudah ia lihat.
mendengar itu,galvin marah," sudah kubilang itu tidak benar!"Bantahnya.
Gladis dan Pak Anson pun heran melihat Galvin marah.
Galvin lalu berhenti makan dan beranjak masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Happy Reading All🥰🥰🥰...