
Kaylee Si Gadis Konglomerat
Bab 26
Sekarang,, Marisa sudah kembali ke kantor.
Henry membelikannya makanan dan menyuruh dia makan.
"Kau tidak memesan soto hari ini? Ada apa dengan mu? Ku rasa ada sesuatu yang baik terjadi padamu hari ini" Ucap Marisa merasa heran dengan sikap tak biasa Henry.
"Selamat untukmu"Jawab Henry tersenyum.
"Apa?" Marisa menatap henry dengan heran.
"Menurutmu bagaimana Nona Kaylee Smith bisa keluar?" Tanya henry.
"Dia adalah bagian dari SM Grup, jadi aku yakin mereka melakukan sesuatu" Jawab Marisa.
"Kau menjadi reporter sejati, Marisa Kau bahkan membuat salinan investigasi mu di belakang ku" Ucap Henry bangga dan menatap marisa yang sedang makanan yang sudah di belinya.
"Daging sapi pedas manis ini sangat sangat sangat lezat! Mungkin ini karena kau memberikan nya kepada ku sebagai hadiah?" Ucap Marisa.
Marisa mengambil daging Sapinya lagi, kemudian mencelupkan nya ke saos dan memakannya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Henry melihat Kelakuan marisa baru saja.
" mencelupkan daging sapi ini dan memakannya" Jawab Marisa dengan entengnya.
"Beraninya kau! Kau seharusnya menuangkan saus nya terlebih dahulu lalu memakannya!Jangan main-main dengan ini!" Ucap henry menatap tajam marisa.
"Kita harus mencelupkannya" Jawab Marisa santai dan kembali mencelupkan daging sapi yang ia pegang.
melihat itu,henry bertambah geram"Ada kebiasaan dan tradisi untuk makanan juga! Sudah adatnya menuangkan saus dan kemudian memakannya! Sudah ku bilang jangan mengacaukannya!"
"Apa kau pria tua? Kubilang, celupkan!" Ucap Marisa membantah ucapan Henry.
"Pria tua? Baiklah kalau begitu. Jangan menuangkan atau mencelupkan. Minumlah. Makan dan minum. Makan lalu minum sausnya. Enak" Ucap Henry.
"Sungguh?" Tanya Marisa.
"Coba lah" Jawab Henry.
"Haruskah aku minum dulu kemudian ku makan?" Tanya marisa lagi.
"Makan" Jawab Henry.
Marisa lalu memakan daging sapinya, kemudian meminum sausnya.
"Tidak buruk" Ucap Marisa.
Henry dan Marisa lalu melakukan 'high five' ala mereka lagi. Ya, mereka baikan.
***
Kaylee pulang kediaman Smith dan menghampiri Albern yang lagi baca naskah sambil minum. Kaylee menegur Albern, kemudian mendekatinya dan duduk di sebelahnya.
"Bagaimana kau bisa membaca naskah sambil minum?" Tanya Kaylee.
"Kudengar kau masuk penjara. Kapan kau keluar?" Tanya Albern tanpa menjawab pertanyaan kaylee dulu.
"Hari ini" Jawab Kaylee singkat.
Albern mengangguk anggukan kepalanya"Aku bermaksud untuk mengunjungimu, tapi kau keluar terlalu cepat"Ucap Albern.
__ADS_1
"Kau sungguh akan berkunjung?" Tanya Kaylee.
"Tentu saja. Aku mau membawa daging sapi panggang, kesukaanmu"Jawab Albern.
"Kau tidak boleh membawa makanan dari luar" ucap kaylee.
"Sungguh? Terakhir kali, putra bungsu CEO Chaiden Barnard dia di penjara juga. Ku dengar dia bisa memanggang sirloin di selnya. Hei, kau juga kaya. Kenapa kau tidak bisa?" Ejek Albern.
"Mungkin, karena aku bukan orang penting. Omong-omong, Kak Albern, apa sutradara film menggunakan dua ponsel sekaligus?" Tanya Kaylee.
"Dulu aku memakai beberapa" Jawab Albern.
"Sekarang tidak lagi?" Tanya Kaylee.
"Tidak. Kenapa? Kau butuh ponsel ekstra?" Tanya Albern memicingkan matanya.
"Tidak. Semoga film mu sukses. Semoga mendapatkan satu juta penonton!"Ucap Kaylee kemudian ia beranjak pergi
Begitu Kaylee, wajah Albern langsung berubah dingin (why?)
***
Galvin membantu ayahnya membawa meja dari luar ke dalam, lantaran mereka sudah mau tutup. Sambil membawa meja, Galvin sesekali memeriksa ponselnya.
Pak Anson yang melihat itu bertanya, apakah Galvin sedang menunggu telepon dari seseorang?
"Tidak" Elak Galvin.
"Kau bertingkah seperti anak anjing sembelit dan menatap ponselmu sejak tadi" Ucap Pak Anson.
"Begini, Ayah. Aku mengeluarkan seseorang dari tahanan, bukankah seharusnya orang itu berterima kasih kepadaku?" Tanya Galvin.
"Tentu saja! Hei, jika itu aku, aku akan menggendong mu selama tiga hari sebagai ucapan terimaksih"Jawab Pak Anson dengan mantap.
"Tentu saja tidak! Apa ada yang mengabaikan mu?" Tanya Pak Anson penasaran,pasti ada seseorang yang di maksud anak nya itu.
"Itu hanya seseorang" Jawab Galvin.
"Kau tidak seharusnya berteman dengan orang berengsek begitu" Ucap Pak Anson.
Galvin kembali memeriksa ponselnya dan ia kesal karena Kaylee tidak juga mengiriminya pesan ucapan terima kasih.
***
Sedangkan di tempat lain.
Kaylee duduk di ranjangnya dan bertanya-tanya siapa yang mengiriminya pesan teks itu.
Lalu tak lama, ia mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan ucapan terima kasih, tapi kemudian ia menghapusnya lagi dan batal mengirim ke Galvin..
Kaylee lantas berbaring. Lalu ia menatap paper bag hijau yang diberikan Galvin padanya tadi.
Kaylee tersenyum.
***
Tim GOLD sedang membahas cara untuk menjatuhkan Pak Menteri.
"Registrasi palsu, plagiarisme, kontrak ilegal. Dia tidak pernah melakukan kejahatan apa pun. Dia terlalu bersih." ucap Aleda.
"Dia terpilih dengan suara bulat oleh dewan dalam waktu singkat. Dia lulus dari sekolah menengah dan universitas terbaik. Tapi dia tidak menghadiri reuni apa pun. Sahabatnya semasa sekolah menengahnya adalah Pak Franc pejabat di Dewan Audit. Tapi ku dengar dia bahkan tidak pernah menjawab teleponnya setelah dia menjadi menteri." tambah Pak Jackie.
"Dia tidak ingin di salah pahami. Dia terkenal sebagai orang yang sempurna di mata NIS juga. Tapi dia memiliki hubungan yang buruk dengan pers. Dia berprinsip tanpa kelemahan agar dia tidak perlu menjilat mereka. Sekarang, mungkin lebih mudah dan efisien untuk menangani pemerintah lokal metro dan Natar. Aku akan menyuruh para penggiring opini untuk menulis kolom dan editorial soal mempromosikan Ruang Terbuka Hijau." ucap Clara.
__ADS_1
"Jadi, kesimpulannya kita tidak bisa mengincar Menteri Pertanahan?" tanya Pak Jackie.
"Temukan cara untuk menjatuhkannya malam ini." perintah Agatha, lalu beanjak pergi.
"Astaga, tidakkah kau berpikir dia terlalu terobsesi? Kenapa dia bertemu dengannya jika dia akan menolaknya?"Ucap Pak Jackie mengeluh.
"Ku rasa itu disengaja. Kenapa? Kau tidak melihat hal yang terjadi? Dia menemui Direktur Agatha untuk melukai harga dirinya" Ucap Clara.
"Oh, lalu di mana Galvin?" tanya pak Jackie menatap Aleda.
Aleda pun kembali menatap layar laptopnya.
"Dia meninggalkan kediaman dengan Nona Kaylee. Akan ku lacak dia" Ucap Aleda.
Aleda bangkit dan beranjak pergi.
***
Galvin dan Kaylee tiba di daerah kediaman si rentenir wanita yang dikatakan Pengacara Zaan.
Mereka lantas berjalan menuju kediaman si rentenir tanpa menyadari ada CCTV di lingkungan itu.
Lewat CCTV itulah, Tim GOLD berhasil melacak mereka.
***
Di sisi lain
"Mobil Pengacara Galvin berada di Amlampura." Ucap Aleda yang sudah berhasil melacak lokasi Galvin.
Pak Jackie yang tahu itu tempat apa, langsung berkata, kalau hanya tempat itu yang bisa mereka datangi.
"Amlampura? Milk Witch"Jelas pak Jackie.
"apa? Milk Witch?" Tanya Aleda.
"Dia mendapat kekayaan dari dana spekulasi internasional. Di Indonesia, dia menghasilkan keuntungan dari bunga pinjaman pribadi. Dia punya aturan. Dia kapitalis kejam yang tidak pernah mau rugi" Jelas Pak Jackie.
"Kenapa dia disebut Milk Witch?" Tanya Aleda.
"Dia seorang miliarder tapi dia pergi ke pusat perbelanjaan setiap hari Selasa untuk mendapatkan susu organik gratis yang diberikan mal ke VVIP mereka. Apakah seseorang seperti dia mau meminjamkan uang kepada orang sekarat dan Nona Kaylee yang mana di pihak yang kalah?"Ucap Clara.
"Sekarang ini, Menteri Pertanahan adalah masalah yang lebih mendesak daripada Nona Kaylee. Apa kalian mendapatkan sesuatu?" Tanya Pak Liam pada mereka.
Yang lain menggeleng.
"Kita tidak punya banyak waktu jadi mari kita bergegas. Jangan menyerah dan terus menggali!" Perintah pak liam pada mereka.
***
Galvin membukakan pintu gerbangnya untuk Kaylee. Keduanya masuk ke dalam.
Kaylee lantas teringat kata-kata Pengacara Zaan.
'Kau harus bersiap sebelumnya. Sulit untuk segera menjual tanahnya. Jadi, aku mencoba untuk mendapatkan uang tunai melalui rentenir wanita dari Amlampura. Tapi dia orang yang sangat pemilih'
Kaylee berjalan masuk duluan dan Galvin berjalan di belakangnya.
"Apa ada orang?" Ucap Kaylee celingukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Happy Reading All🥰🥰🥰...
__ADS_1