
Kaylee Si Gadis Konglomerat
BAB 37
Paginya, Kaylee sarapan bersama keluarganya.
"Kudengar rapat umum pemegang sahamnya digelar hari ini. Selamat ya" Ucap Albern pada Kaylee.
Kaylee memicingkan matanya."Apa kau tulus mengatakanya?"Tanya Kaylee.
"Tentu saja! Apa hanya aku yang menyemangati mu dengan tulus untukmu di sini?" Tanya Albern tak terima.
"Kak Albern, sepertinya kau tidak tahu apa-apa" Ucap Ghesia yang ikut menimbrung.
"Apa maksudmu?" Tanya Albern yang tak paham.
"Kannst du bitte die klappe haren?(bisakah kamu diam?)" ucap Alex menatap Albern jengah.
"Apa yang kamu katakan?" Tanya Albern pada alex tak mengerti arti ucapan alex.
"Ku rasa dia mengatakan hal buruk tentangmu" Yang menjawab bukan Alex melainkan Nathan yang duduk di samping Albern.
"Hast du diese verhardt von deiner mutter?(Aku penasaran apa bersikap tidak sopan sifat keturunan ibu tiriku)" Ucap Kaylee tiba tiba dengan datar dan dingin sambil melirik Elizabeth.
"Kenapa kalian berbicara Bahasa Spanyol sepagi ini?" Ucap Albern kesal menatap mereka.
"Kak, kurasa itu Bahasa Jerman" Bisik Nathan pada Albern.
"Apa? Itu Bahasa Jerman?" Tanya Albern malu.
Nathan mengangguk.
"Ekhem...."Albern mengalihkan malunya dan berkata"Omong-omong,Kaylee. Jika kau diangkat sebagai CEO hari ini, tolong investasikan banyak uang ke dalam seni dan budaya. Aku akan mengandalkanmu"Ucap Albern tersenyum menatap Kaylee
"Kak,Kau pasti senang menjadi yang memimpin. Kakek hanya menyukaimu" Ucap Nathan Pada Kaylee.
Kaylee tak menanggapi ucapan saudaranya itu,ia lalu meminum jusnya.setelah ia meminum nya ia lantas menatap jus itu dengan heran.
Sedangkan Pembantu yang ada di belakang langsung menatap jus yang diminum Kaylee.
Usai minum jusnya, Kaylee lalu pamit.
Kaylee keluar dan melihat razia di dekat rumahnya.
***
Rapat umum dimulai, tapi Kaylee belum juga datang.
Cemas, Pengacara Zaan menyuruh Galvin untuk menghubungi Kaylee tapi tidak dijawab.
Tak lama, artikel tentang Kaylee yang ditangkap atas kasus DUI keluar.
Sontak, para dewan direksi kaget melihatnya dan langsung menentang penunjukan Kaylee sebagai CEO.
***
Di ruangannya,Agatha melihat apa yang terjadi di ruang rapat.
Setelah itu, ia melihat apa yang terjadi pada Kaylee di jalan.
Ya, Kaylee diberhentikan polisi.
Kaylee hanya bisa terdiam dan menahan kesal hingga tangan nya mengepal kuat.
****
Flash Back...
__ADS_1
Berapa tahun yang lalu....
Kaylee dan kakeknya makan siang berdua di sebuah restoran cepat saji. Di belakang, dua pengawal berdiri, menunggui mereka.
"Apa rasanya lezat?" Tanya sang kakek tersenyum pada kaylee
"Ya, rasanya bahkan lebih enak karena aku di sini bersama Kakek" Jawab Kaylee dengan senang.
Richard tertawa mendengarnya.
Kaylee lalu berkata, bahwa ia tak dibolehin makan burger oleh ibunya.
Richard lantas mengatakan, bahwa Kaylee boleh melakukan apapun yang Kaylee mau hari ini.
Mendengar itu,kaylee girang,"sungguh?"
"Tentu saja. Apa yang ingin kau lakukan?" Ucap Richard.
Kaylee tampak berpikir dan berkata"Teman-temanku pergi ke pertandingan sepak bola bersama ayah mereka"Ucapnya dengan nada pelan.
Richard lalu mengambil sisa makanan Kaylee yang jatuh ke nampan dan memakannya.
"Kakek, itu kotor" Ucap Kaylee khawatir.
"Tidak. Sisa makananmu tidak kotor. Tidak apa-apa" Jawab Richard tersenyum.
Kaylee tertawa mendengarnya.
"Apa kau ingin pergi ke lapangan sepak bola bersama Kakek?" Tanya Richard pada Kaylee.
Sontak kaylee kaget"Sungguh?"
Richard mengangguk tersenyum"Kalau begitu, ayo pergi sekarang!"Ajak Richard.
"Baiklah! Aku akan membersihkannya" Ucap Kaylee berdiri, membawa peralatan bekas makannya. Melihat itu, para pengawal langsung mengambil nampan dari tangan Kaylee.
Richard kemudian melihat tali sepatu Kaylee yang lepas dan bergegas menalikannya.
"Tidak apa-apa." jawab Wang Pyo.
*Untuk seorang gadis yang tidak bisa hidup dengan ayahnya, kakeknya lebih dari sekadar figur ayah baginya.
Tak lama Agatha datang dan terkejut melihat Richard menalikan sepatu Kaylee.
Setelah itu, Richard pergi menemui Nyonya Dania.
"Kau pasti kesulitan membesarkan Kaylee tanpa ayahnya" Ucap Richard pada nyonya dania.
"Aku tidak merasa kesulitan sama sekali,kaylee adalah anak yang sangat cerdas dan baik hati" Jawab Nyonya tersenyum.
Richard menghela nafasnya"Kau adalah nyonya rumah yang sah. Sudah waktunya bagimu untuk pindah ke rumah utama"
Sedangkan di kediaman Smith....
Halbert, Elizabeth, Albern, dan Alex sudah berkumpul di meja makan, menunggu kedatangan Richard. Dari wajah-wajah mereka yg terlihat tegang dan kesal, sepertinya mereka tahu Kaylee dan Nyonya Dania akan mulai tinggal bersama mereka hari itu.
Tak lama, Richard datang bersama Nyonya Dania dan Kaylee.
Mereka semua sontak berdiri dengan wajah tak bersahabat.
Richard lantas duduk terlebih dahulu,setelah semua duduk.
Richard menatap nyonya Dania"Istri sah dari Keluarga Smith adalah ibu Kaylee. Pulanglah kembali ke rumah dengan Kaylee sekarang"
"Ya, Ayah" Jawab Nyonya dania menundukkan kepalanya hormat
Richard lantas memanggil Elizabeth dan menyuruh Elizabeth pindah.
__ADS_1
Elizabeth protes,"ayah!"Ucap nya tak terima dengan wajah kesal.
Melihat itu Nyonya dania justru tersenyum.
Richard kemudian menatap Kaylee.
"Kaylee Smith, kau harus kembali ke rumah dan menerima pendidikan yang layak sebagai ahli waris" Ucap Richard.
"Kakek! Kurasa itu akan membosankan." ucap Kaylee manja.
"Ayah, kita sudah memiliki seorang putra yang merupakan pewarisnya. Jadi kenapa Kaylee...?" Protes Halbert.
"Berhentilah berpikiran kuno! Gender bukan masalah! Di matamu, apakah keduanya cocok untuk menjadi ahli waris?" Jawab Richard dengan nada tinggi.
Halbert terdiam.
Richard kemudian memanggil Kaylee. Kaylee menoleh. Richard tersenyum dan mengerlingkan matanya. Kaylee balas melakukan hal yang sama.
Di depan ruang makan, Agatha berdiri dan mendengar semuanya.
*Mengasihi satu orang lebih dari yang lain menyebabkan kecemburuan, penghinaan, dan kemarahan.
Sekarang, Richard bicara dengan Agatha di ruangannya.
"Sepertinya Anda sangat menyukai Nona Kaylee, Pak." Ucap Agatha pada richard.
"Dia anak yang istimewa. Dia adalah pilar Keluarga Smith. Aku akan menyiapkan Kaylee untuk menjadi pemimpin yang akan memimpin SM Grup kita. Kau wanita, tapi kau juga hidup seperti pria, bukan?" Ucap Richard.
"SM Construction saat ini berusaha mendapatkan kontrak konstruksi besar di Timur Tengah" Ucap Agatha.
"Lalu?"tanya Richard menaikan sebelah alisnya.
"Pihak lain berencana untuk menyetujui dengan syarat bahwa Direktur Halbert Smith yang menjadi CEO. Selain itu, semua orang di SM Grup percaya bahwa Direktur SM(Halbert) adalah CEO berikutnya. Jadi jika Anda tiba-tiba mengumumkan bahwa Nona Kaylee akan menjadi ahli waris, maka itu bisa menjadi pukulan bagi pertumbuhan SM Grup"Jawab Agatha.
"Kekhawatiran yang tidak berdasar" ucap Richard setelah mendengar alasan Agatha.
"Pimpinan!" Ucap Agatha tak terima.
"Aku sudah memutuskan" Ucap Richard tegas tanpa mendengar adanya bantahan lagi.
Agatha kesal.
*Tekad Pimpinan Senior untuk tidak kehilangan sesuatu yang berharga baginya. Dan pengkhianatan Direktur Agatha. Mungkin begitulah tragedi di Keluarga Smith dimulai.
Flash Back End....
****
Kaylee di stop polisi yang sedang melakukan razia. Polisi bilang, akan melakukan tes kesadaran. Dan hasilnya, Kaylee mabuk.
Kaylee jelas kaget, ia mau menjelaskan kalau ia tidak mabuk tapi kemudian ia menyadari sesuatu dan tersenyum kesal.
Kaylee pun berakhir di kantor polisi. Galvin kemudian datang dan mengenalkan dirinya sebagai pengacara Kaylee. Galvin kemudian menjelaskan, bahwa Kaylee memakai SIM sementara.
"Ya, jadi dia tidak mengemudi tanpa SIM. Tapi selagi menunggu suspensi SIM-nya karena mengemudi sambil mabuk."Ucap Polisi itu.
Galvin kaget,"dia mengemudi sambil mabuk lagi?" Gumam Galvin.
"Kau tahu itu dua kali pelanggaran, bukan?"Tanya Polisi itu.
"Ya, aku yakin ada kesalahpahaman..."Belum selesai Galvin berbicara,kaylee sudah memotongnya.
"Tolong panggilkan dokter. Aku akan membuktikannya...."Ucap Kaylee menjeda ucapannya.
"...Aku punya penyakit."Lanjut Kaylee.
Mendengar itu,, Galvin pun langsung mengajak Kaylee bicara empat mata.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Happy Reading All🥰🥰🥰...