Kaylee Si Gadis Konglomerat

Kaylee Si Gadis Konglomerat
BAB 35


__ADS_3

Kaylee Si Gadis Konglomerat


Bab 35


Di kamarnya, Kaylee duduk di depan meja riasnya dan memikirkan kata-kata agatha tadi.


Pertama-tama, kau harus menjadi CEO di rapat pemegang saham berikutnya.


Lalu ia ingat kata kata Halbert bahwa dirinya seharusnya tidak lahir.


Kaylee pun menatap dirinya di depan cermin dan tersenyum,i berusaha tegar.


***


Galvin minum minum, ditemani Detektif Van.


Detektif Van heran sendiri melihat Galvin meminum Soju nya terus ia lantas berkata, bahwa Galvin bertingkah seperti orang yang baru saja putus dari pasangannya.


Detektif Van lalu bertanya, kenapa Galvin memanggilnya jika ingin minum sendirian.


"Kau harus mengatakan padaku ada apa." ucap Detektif Van.


Galvin menghela nafas dan menenggak minumnya tanpa menjawab pertanyaan detektif Van.


Detektif Van nampak berfikir dan kembali bertanya"Apa kau pergi menemui ibumu?"


"Ya"Jawab Galvin singkat.


Detektif Van menghela nafasnya"Aku mengerti..."


"Aku menemui ibuku untuk pertama kalinya setelah 15 tahun. Ibuku menjadi wanita tua yang bahkan tidak bisa mengenali putranya" Ucap Galvin menceritakan kejadian tadi.


"Aku mengerti alasan kau minum" Gumam Detektif Van.


"Tapi, yang lebih konyol adalah..."Galvin lalu menceritakan apa yang sudah terjadi pada detektif Van.


Detekif Van kemudian meneguk minuman Sodanya dan menggerutu setelah mendengar cerita Galvin.


"Orang-orang berengsek di SM Grup pasti ikut campur tangan. Itu sebabnya kita tidak bisa melihat catatan investigasinya"ucap Detektif van setelah meneguk minumnya.


"Kalau begitu, apakah wanita kasar itu adalah putri korbannya?" Tanya Detektif Van yang sudah mulai mabuk.


Galvin mengangguk.


"Wow, dia memiliki temperamen yang luar biasa" Ucap Detektif Van.


Detektif Van lalu cemas. Ia takut Galvin akan dipecat dari SM.


"Ibumu memang dijebak, tapi putri korban memiliki hak untuk mencari tahu siapa pembunuh sebenarnya" Ucap Detektif Van meneguk minum nya lagi.


***


Galvin kemudian pulang dalam kondisi setengah mabuk. Pak Anson membuka pintu dan Galvin langsung memegang tangan ayahnya, kemudian membawa ayahnya ke kursi.


"Ayah...." Ucap Galvin menatap Pak Anson.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Pak anson dengan khawatir.


"Tidak ada, Semuanya baik-baik saja" Jawab Galvin.


"Aku tahu pasti ada sesuatu terjadi" Ucap Pak Anson.


"Ayah, saat kita bertemu di Sungai Kapuas bertahun-tahun lalu, kenapa ayah tidak bertanya padaku?" Ucap Galvin yang akhirnya membuka pembicaraan.


Pak Anson Mengernyitkan dahinya"Bertanya apa?"


"Hal yang orang tuaku lakukan atau bagaimana aku bisa berakhir sendirian,ayah tidak bertanya tentang hal itu" jawab Galvin.


"Ketika waktunya sudah tepat,kau akan mengatakan sesuatu dan ketika Kau tidak mengatakan apa apa.....pasti ada alasan nya" Ucap Pak anson.


"Kurasa waktu yang tepat itu adalah saat ini" Galvin kemudian membuang nafasnya dengan kasar.


"Ibuku ada di penjara. Selama 15 tahun. Jika bukan karena ayah, aku pasti benar-benar sudah mati. Ayah, terima kasih" Lanjut Galvin.

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih padaku" Elak Pak Anson.


" Aku harusnya berterima kasih padamu"Ucap Galvin.


"Aku tidak banyak membantumu, tapi kau bekerja keras dan akhirnya menjadi pengacara. Putraku... kau bertemu dengan ibumu untuk pertama kalinya setelah 15 tahun?" Tanya Pak Anson.


Galvin kemudian terdiam dan mencoba menahan tangisnya. Melihat itu, Pak Anson langsung memeluk Galvin.


***


Paginya, saat keluar dari rumahnya, Galvin menemukan Kaylee yang sudah berdiri di depan mobilnya.


"Apa yang terjadi? Ponselmu mati. Kau sudah menjadwalkan wawancaraku dengan Newspatch?" Tanya Kaylee beruntun setelah melihat Galvin keluar dari rumahnya.


"sudah" Jawab Galvin.


"Bagus" Ucap Kaylee.


"Ayo" Ucap Galvin lalu memanggil taksi.


Kaylee yang melihat itu heran"Kenapa kau memanggil taksi?"


Galvin menghela nafas"Bukankah seharusnya kau menemui mereka tanpa sepengetahuan GOLD? Jika kita membawa mobil, GOLD akan melacak mu"jelasnya.


"Benar. Tapi, kemana kita akan pergi?" Tanya Kaylee.


"Untuk menemui pembunuhnya." Jawab Galvin.


Kaylee sontak kaget,"apa?"


****


Dan sekarang, mereka sudah ada di penjara tempat Sarah ditahan.


"wanita yang bernama Sarah ada di dalam sana" Ucap Galvin.


Tapi kaylee malah memperhatikan raut wajah Galvin yang tidak seperti biasanya "Ada apa denganmu?"


"tidak ada,Pergi temui dia. Aku akan menunggumu di sini" Ucap Galvin lagi


***


"Nona Kaylee?" Tanya Sarah yang sudah duduk dihadapan Kaylee.


"Ya, ini aku. Aku menetap di London sejak hari itu. Aku ingin tahu kebenarannya. Apa bibi sungguh membunuh ibuku?" Tanya Kaylee menatap dalam Mata sarah.


Sarah menggeleng.


"Lalu siapa?" Tanya Kaylee dengan heran.


"Aku tidak tahu. Aku sungguh tidak tahu. Saat aku masuk ke dalam, dia sudah..."


****


Kaylee lalu keluar dan menghampiri Galvin yang sedari tadi menunggunya,Galvin berkata, bukan Sarah pembunuhnya.


"Kenapa?" Tanya Kaylee.


"Karena dia bukan orang yang mampu membunuh. Jika kucing membawa tikus mati, dia akan menaruhnya dalam kotak dan menguburnya. Dia juga tidak punya motif. Dia adalah pencari nafkah untuk keluarganya dengan menjadi pembantu. Untuk apa dia melakukan hal yang akan membuatnya dipecat? Dia tidak tahu cara membaca dan  dipandang rendah oleh semua orang seumur hidupnya. Tetapi dia masih mengatakan  dunia adalah tempat yang baik. Untuk apa dia membunuh seseorang?"Ucap Galvin.


"Siapa kau?" Tanya Kaylee merasa ada sesuatu dari Galvin.


"Aku putranya. Wanita yang kau temui, Sarah... Aku adalah putranya." Jawab Galvin.


"Lalu, apa kau sengaja mendekatiku? Apa GOLD yang mengirim mu?" Ucap Kaylee curiga.


"Tidak. Aku bertemu denganmu secara kebetulan" Bantah Galvin.


"Kebetulan? Kalau begitu beri tahu aku. Apa yang telah kau lakukan  jika ibumu bukan pembunuhnya? Kau adalah putranya! Dan kau adalah seorang pengacara" Ucap Kaylee.


"Kemarin aku juga bertemu dengannya untuk pertama kalinya. Untuk pertama kalinya setelah 15 tahun" Ucap Galvin kembali mengingat beberapa tahun yang lalu.


Flashback...

__ADS_1


Galvin kecil duduk di tepi Sungai Kapuas, seorang diri.


Setelah duduk berjam-jam di sana, Galvin kemudian bangun dan melihat Pak Anson duduk tak jauh darinya, sambil minum-minum.


Galvin lantas berdiri. Ia mau pergi tapi kemudian ia terpeleset dan pingsan.


Melihat itu, Pak Anson langsung mendekati Galvin.


Pak Anson lantas membawa Galvin ke rumahnya.


Galvin sendiri yang baru siuman, kaget mendapati dirinya di tempat asing.


Pak Anson kemudian datang, membawa makanan dan menyuruh Galvin makan.


Galvin diam saja dan menatap sekelilingnya dan menemukan foto Pak Anson bersama istri dan anaknya di atas meja dekat TV.


"Pakaian Galvin muat untukmu" Ucap Pak anson.


Galvin lalu melihat pakaian yang tengah dipakainya. Itu adalah pakaian Galvin, sama seperti yang dikenakan Galvin di foto.


"Apa kau mau menjadi putraku?" Tanya Pak Anson penuh Harap.


Galvin tidak menjawab dan mulai makan. Ia makan seperti orang yang kelaparan.


Flashback end....


"Begitulah caraku menjadi Galvin, putra ayahku yang bahkan tidak mendapatkan sertifikat kematian" Ucap Galvin setelah menceritakan masa lalunya.


"Kenapa kau tidak bisa menemui ibumu?" Tanya Kaylee yang penasaran.


"Dia menolak menemui ku. Aku yakin Direktur Agatha pasti mengancamnya" Jawab Galvin.


"Dia mampu melakukan hal itu, bahkan lebih"Ucap Kaylee yang setuju perkataan galvin.


"Ibuku bukan pembunuhnya" Ucap Galvin.


"Akulah orang yang menyaksikan kejadian itu!" Bantah Kaylee.


"Semua itu kebetulan. Aku menjadi pengacara untuk membuktikan ketidak bersalahan ibuku. Tapi, seolah kasusnya tidak ada. Aku tidak bisa menemukannya. Dan kemudian aku bertemu denganmu. Dan di sinilah kita sekarang" Ucap Galvin.


***


Sekarang, Kaylee dan Galvin sudah di taksi.


Kaylee memandang keluar jendela, lalu ia menatap Galvin, kemudian memalingkan lagi wajahnya ke jendela.


Galvin kemudian menatap Kaylee.


"Aku tidak tahu bahwa aku tidak akan bisa kembali ke Indonesia untuk waktu yang lama saat aku dikirim ke London" Ucap Kaylee yang masih memandang keluar jendela,kembali mengingat masa lalunya.


Flashback...


Di London, Kaylee sedang party bersama teman-temannya.


Selesai party, Kaylee langsung kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya.


Kamarnya terlihat berantakan dan penuh barang.


Kaylee kemudian menerima pesan yang membuatnya terkejut. Kaylee menerima pesan bahwa pembunuh ibunya masih berkeliaran.


*Satu-satunya hal yang bisa aku lakukan setelah dibuang ke London adalah makan, minum, dan berpesta untuk melupakan siapa aku. Jika pembunuh sebenarnya ada di luar sana, aku harus menemukannya. Orang yang membunuh ibuku  dan menghancurkan hidupku. Begitulah caraku mendapatkan tujuan hidupku. Tidak, aku membuatnya menjadi tujuanku. Karena aku tidak ingin menjalani kehidupan yang tidak berarti lagi. Setelah itu, aku melakukan riset di ruang VIP club dan mulai belajar lagi.


Kaylee mulai belajar lagi di kamarnya, sementara di bawah, temannya sedang berpesta.


Flashback end...


Kaylee dan Galvin sekarang duduk di kafe.


"Kau penasaran kenapa harus di Club? Karena aku harus berpura-pura sedang berpesta. Aku di awasi 24 jam penuh. Tidak ada artikel tentang pembunuhan ibuku. Bagaimana bisa tidak ada satu pun artikel pun tentang pembunuhan menantu perempuan sebuah perusahaan besar? Dan aku tidak dapat menemukan informasi apa pun di indonesia. Ketika aku mencoba melacak sesuatu, aku selalu diblokir. Dan setelah beberapa hari,  situs itu ditutup. Aku mulai menaruh kecurigaan bahwa ada sesuatu di balik itu"Ucap Kaylee membuka pembicaraan.


"Aku tahu. Aku juga mencarinya" Ucap Galvin.


"Tapi, aku menemukan artikel yang menarik. Lima tahun setelah pembunuhan itu terjadi, kasus ibuku disebutkan di sebuah artikel yang menceritakan tentang keluarga SM Grup. Tetapi setelah beberapa hari, artikel itu juga menghilang. Pasti GOLD menanganinya. Kau bertanya padaku hal yang kuinginkan, bukan? Hal yang kuinginkan adalah mengetahui kebenaran di balik pembunuhan itu. Itu sebabnya, aku menginginkan GOLD. GOLD mampu menggoyahkan ku dan mengawasi ku. Mereka juga tidak akan membiarkanku melakukan apa pun yang sungguh mau kulakukan. Itu sebabnya aku akan mengambil alih GOLD dan menghancurkannya. Kurasa kita punya tujuan yang sama. Aku telah menunggu selama 15 tahun. Batas waktu penuntutan belum berakhir. Pertama-tama, aku harus menjadi CEO dulu"Ucap Kaylee memberitahu rencananya pada Galvin.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Happy Reading All🥰🥰🥰...


__ADS_2