
Kaylee Si Gadis Konglomerat
Bab 32
Kaylee dan Galvin mengantarkan Pengacara Zaan keluar. Pengacara Zaan menyuruh Kaylee untuk istirahat, lalu pamit dan pergi.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Galvin setelah pengacara zaan sudah pergi.
"aku hanya sedikit lelah, tapi aku baik-baik saja" Jawab Kaylee.
Galvin terlihat ingin mengatakan sesuatu tapi ragu ragu.
Kaylee yang melihat itu lantas bertanya"Sepertinya ada yang ingin kau katakan"Ucapnya.
"Apa maksud mu saat kau mengatakan akan mengembalikan semuanya ke tempatnya?"tanya Galvin,ia ternyata mendengar gumam an kaylee tadi.
"Sederhananya, mencari pelaku sebenarnya alih-alih yang palsu. Ada banyak hal yang perlu ku kerjakan." Jawab Kaylee.
"Katakan padaku apa yang benar-benar ingin kau lakukan.jadi,aku bisa membantumu" Ucap Galvin.
"Untuk apa?" Kaylee mengernyitkan dahinya.
"Kau bilang kau membutuhkanku. Aku bekerja untuk perusahaan. Kau tidak boleh menggunakan perusahaan untuk alasan pribadi" Terang Galvin.
Mendengar itu, Kaylee langsung menatap tajam Galvin.
"Apa kau tahu bagaimana aku hidup selama 15 tahun terakhir? Aku akan terus melakukan caraku meski apa pun yang kau lakukan. Terserah padamu apakah kau membantuku atau tidak"Ucap Kaylee dengan nada tinggi dan beranjak pergi namun langkahnya terhenti saat Galvin bilang, ia mengkhawatirkannya.
"Pulanglah. Dan ambil hari libur besok karena kita akan sibuk mulai sekarang" Ucap Kaylee.
"Selamat karena kakekmu sudah sadar" Ucap Galvin.
Kaylee tidak berkata apa-apa lagi dan beranjak pergi menuju kamarnya.
***
Kaylee berdiri di depan jendela kamarnya menatap Galvin yang beranjak pergi.
"Aku yakin itu sulit untuk di mengerti oleh orang-orang yang memakai akal sepertimu" Gumam kaylee.
Kaylee kemudian mendengar ketukan di pintu kamarnya.
Bu maya memberikan selembar catatan kecil pada Kaylee.
"Dia adalah pembantu yang sekarang di penjara" Ucap bu maya.
kaylee lalu membaca catatan itu yang tertulis sebuah nama dan nomor.
"Sarah.. Jadi, pembantu itu bernama Sarah"Ucap Kaylee setelah membaca catatan itu.
"Setelah mengunjunginya pada saat kejadian, aku bahkan tidak tahu di mana dia sekarang karena Direktur Agatha mengawasi. Sudah waktunya bagimu untuk melakukan sesuatu"Ucap bu maya.
***
Di restoran, Gladis membantu Pak Anson.
"Wow,,,,Gladis kau bekerja sangat keras. Kau sangat bisa diandalkan" Puji pak anson.
"Ayah temanku seperti ayahku sendiri. Paling tidak ini yang bisa aku lakukan" Jawab Gladis dengan tersenyum senang
"Bagaimanapun, terima kasih telah membantu. Kau harus pergi, ini sudah larut" Ucap Pak anson
"Ini belum selarut itu" Elak Gladis.
__ADS_1
pak anson menatap nya dengan heran dan bertanya"Apa kau sedang menunggu Galvin?"
Gladis yang mendapat pertanyaan itu dari pak anson langsung salah tingkah.
"Tidak. Aku haus" elak Gladis dan berlari menuju kulkas.
Pak Anson menatap curiga Gladis.
Galvin kemudian pulang dan Gladis menawarinya minuman. Gladis juga mengaku bahwa ia baru saja mau pergi.
"Ini sudah larut. Sebaiknya kau pulang" Ucap Galvin.
"Tidak. Duduklah"Ucap Gladis.
Melihat gerak gerik gladis,Sadarlah Pak anson bahwa Gladis menyukai putranya,galvin.
***
"Itu tidak benar. Apa kau akan meninggalkan perusahaan kepada seorang cucu perempuan yang tidak tahu apa-apa sepertiku daripada seorang putra yang telah menjalankan perusahaan selama bertahun-tahun?" tanya Gladis.
"Tidak, aku tidak akan pernah menyerahkannya pada cucu perempuan sepertimu" Jawab Galvin.
"Ayah, dia menyepelekan aku, kan?" Ucap Gladis mengalihkan pandanganya pada pak Anson.
"Apa itu 'menyepelekan?' Ngomong-ngomong, Gladis benar" Jawab Pak Anson.
"Keluarga itu tidak normal. Aku yakin ada kisah di balik itu. Apa mungkin Pimpinan bukan anak kandung Pimpinan Senior itu?" Ucap Galvin.
"Betul! Pasti ada rahasia tentang kelahiran mereka!" Ucap pak anson menimpali.
Ponsel Galvin berdering, telepon dari Kaylee yang memintanya mencari seseorang.
"📞Siapa?" Tanya Galvin.
Sontak Galvin kaget.
"📞Dia telah dipenjara selama 15 tahun. Aku akan mengirimi mu nama dan nomor jaminan sosialnya. Cari tahu di penjara mana dia berada" Lanjut kaylee.
"📞Siapa orang ini?" Tanya Galvin pura pura tidak mengenal siapa yang di maksud Kaylee.
"📞Itu bukan urusanmu. Carikan saja dia untukku"ucap kaylee memutuskan panggilan.
Galvin terdiam. Melihat itu, Pak Anson tanya apa terjadi sesuatu.
"Apa? Tidak, bukan apa-apa" Elak Galvin.
Tapi tak lama, Galvin beranjak pergi dengan buru-buru, membuat Pak Anson dan Gladis menatapnya heran.
***
Agatha menemui anggotanya.
"Kenapa kalian semua terlihat seperti itu ketika pertarungan sesungguhnya dimulai sekarang?" Tanya Agatha menatap mereka semua.
"Situasinya agak rumit" Jawab Aleda.
"Karena suksesi itu sah, sulit untuk melawannya secara hukum. Mereka sudah menyegel suksesi dengan Layanan Pajak Nasional. Dan pemerintah menyukainya karena mereka membayar pajak dengan benar" Jawab Pak jackie.
"Ini adalah skenario terburuk yang kita bayangkan" Timpal Pak liam.
"Jadi kita perlu menemukan cara" Ucap Agatha.
"Bukankah pilihan terbaiknya adalah mayoritas menentangnya dalam rapat umum pemegang saham?" Ucap clara memberi ide.
__ADS_1
"Ya,kaylee adalah pemegang saham utama, tapi kita harus bergerak untuk mencegahnya menjadi CEO" Ucap Agatha.
Agatha lalu menanyakan struktur saham saat ini?
Aleda menyalakan layar monitornya dan menunjukkan grafik saham.
"Nona Kaylee memiliki 31.6%, sementara kita memiliki 31.4%, jadi ini persaingan ketat. Jika kita menambahkan investor asing, saham kita, dan investor kecil, kita bisa dengan mudah membalikkannya" Terang aleda.
Agatha menganggukkan kepalanya"Ketua Tim Jackie, hubungi CEO dengan hak suara dan dapatkan laporan yang mendukung kita. Dan gunakan itu untuk meyakinkan investor asing. Ketua Tim Liam dan Ketua Tim Clara,temukan investor individu dan buat mereka memilih melawan Kaylee Dan Aleda temukan alasan untuk mendiskualifikasi Kaylee sebagai CEO"Ucap Agatha memberi tugas pada mereka.
"Ngomong-ngomong, Pengacara Galvin meminta libur mulai besok" Ucap Pak jackie.
"Jangan pikirkan dia. Fokus dan selesaikan saja misi kita"Jawab Agatha.
***
Di kamarnya, Galvin memeriksa nomor jaminan sosial Sarah yang dikirim Kaylee dengan nomor jaminan sosial sarah di surat yang Galvin terima dari pengadilan.
Tak lama, Galvin ingat saat ia menemani Kaylee mengunjungi makam nyonya Dania.
'Galvin pun tanya, siapa Nyonya Dania dan kenapa dia meninggal'
'Kaylee bilang itu ibunya dan ibunya meninggal karena jantungnya berhenti mendadak'
Ia juga ingat kata kata Bu maya tadi.
Saat ibumu terbunuh....
Lalu ia ingat kata kata 'Kaylee yang ingin menemukan pelaku sebenarnya, bukan yang palsu'
Terakhir ia ingat saat melihat ibunya dijatuhi hukuman karena membunuh Nyonya Dania.
Sadarlah Galvin, siapa Kaylee.
***
Paginya, Galvin keluar dari rumahnya dengan terburu-buru dan menuju mobilnya tapi saat mau masuk mobilnya, ia memikirkan sesuatu.
Galvin pun lantas mencari cari sesuatu di bawah mobilnya. Ia takut ada alat pelacak disana. Tapi ia tak menemukan apapun. Galvin lalu menghubungi seseorang.
***
Detektif Van keluar dari kantor polisi dan terkejut melihat Galvin yang datang dengan terburu.
Galvin yang takut GOLD membuntutinya, meminta Detektif Van tukeran mobil untuk hari ini.
"Kenapa? Kau mau pergi kemana?"Tanya Detektif Van curiga.
"Aku akan jelaskan nanti" Jawab galvin
"Hei, aku tidak punya asuransi!"ucap Detektif Van.
"Aku punya banyak asuransi. Dan aku bisa menyetir mobil lain. Puas?" ucap Galvin.
Galvin langsung lari ke mobil Detektif Van
"Aku bukan orang lemah! Kenapa kau selalu menuntut sesuatu dariku. Apa kau pikir polisi itu lelucon!"Teriak Detektif Van.
Tapi Galvin tidak peduli dengan teriakan Detektif Van dan bergegas pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Happy Reading All🥰🥰🥰...
__ADS_1