Kaylee Si Gadis Konglomerat

Kaylee Si Gadis Konglomerat
BAB 28


__ADS_3

Kaylee Si Gadis Konglomerat


Bab 28


Maka Aleda pun langsung kembali ke mejanya. Clara mengikutinya.


"Aku menemukannya." ucap Aleda.


Tenyata, pakaian yang dipakai Clara sama dengan pakaian yang di pakai istri Menteri Pertanahan saat mereka menghadiri suatu acara.


Clara melihat foto yang sudah Aleda lacak di komputer"Kau benar. Itu produk yang sama"Ucap nya.


"Berapa harga baju mu?" Tanya Aleda.


"500 juta" Jawab Clara.


Clara lalu mengamati lagi penampilan istri pak menteri.


"Tunggu,Bahkan tas dan sepatunya buatan desainer,Tidak mungkin. Periksa tagihan kartu kreditnya" Ucap Clara.


"Baiklah"jawab Aleda


Aleda pun langsung memeriksa tagihan kartu kredit Clara.


"Dia tidak membeli apa pun dari pusat perbelanjaan atau toko merek mewah. Jika begitu, aku pasti sudah menemukannya..." Aleda menjeda ucapanya.


"....Suap?" Ucap Aleda,ia merasakan ada sesuatu yang janggal.


"Secara etis, dia hampir sempurna. Tapi dia menerima barang bermerek sebagai penyuapan?" Tanya Clara yang tak percaya jika istri menteri itu menyuap.


"Lalu apa ini? Istri menteri tidak akan mengenakan pakaian murah, bukan?"Ucap Aleda.


"Tunggu... Kau bisa meretas Kakaotalk, bukan?" Tanya Clara.


Aleda pun selesai meretas kakaotalk istri Pak Menteri.


"Nyonya, datanglah untuk minum kopi."


"Nyonya, kuenya dipanggang dengan baik."


"Nyonya, aroma bunga sepatunya harum."


"Tidakkah itu terdengar agak aneh? Kedengarannya seperti kode" Ucap Aleda Setelah berhasil meretas Kakaotalk istri pak menteri


"Lacak nomornya" Ucap Clara.


Aleda pun melakukan perintah Clara dan berhasil melacak nomornya, tak hanya nomornya tapi juga alamatnya.


***


Sekarang, Clara sudah berada di depan apartemen si desainer itu.


'Dia seorang wanita lajang berusia 30-an. Dia tinggal di apartemen 1401 di gedung apartemen yang sama dengan menteri'Clara kembali mengingat perkataan Aleda tadi.


Clara pun langsung masuk dan memencet bel.


"Siapa?" tanya suara di dalam sana.


"Nyonya Della memberitahuku tentangmu." jawab Clara.


Si desainer pun mengizinkan Clara masuk.


"Jika kau mendapat rekomendasi dari Nyonya Della, aku bisa mempercayai mu." ucap desainer itu.


"Terima kasih." jawab Clara.


"Kau sangat modis!" puji si desainer.


"Terima kasih." jawab Clara, lalu mulai memilih-milih baju.


"Oh, astaga! Aku sangat menginginkan ini!" ucap Clara, lalu mengambil sebuah blazer berwarna biru.

__ADS_1


"Bolehkah aku mengambil beberapa foto?" tanya Clara.


"Tentu. Tapi kau tidak boleh  mengunggahnya di sosial media, ya?" ucap si desainer.


"Tentu saja." jawab Clara.


"Aku yakin kau sudah mendengar dari Nyonya Della jika Kami tidak menjual barang imitasi. Sebagian dari produk ini adalah barang asli yang rusak." ucap si desainer.


"Tidak heran mereka terlihat sangat asli! Aku mengerti alasan Nyonya della menjadi pelanggan." ucap Clara.


"Bukan hanya Nyonya Della saja, istri pejabat yang lain juga membeli dariku. Mereka mampu membeli sepatu atau tas desainer. Tapi pakaian terlalu mahal, jadi, banyak barang afkir yang populer." jawab si desainer.


"Kau benar." ucap Clara.


"Omong-omong, bagaimana kau mengenal Nyonya della?" tanya si desainer.


Clara lantas memegang tasnya dan mengarahkannya pada si desainer.


"Aku baru saja di pindahkan sebagai sekretaris menteri." jawab Clara.


Di tas Clara, ternyata sudah di pasangi sebuah kamera kecil.


"Oh, astaga! Aku mengerti! Aku punya banyak barang bagus. Lihatlah ke sekeliling mu." ucap si desainer.


***


Clara kembali ke mobilnya dan langsung menghubungi Aleda.


"📞Hallo, apa Direktur Agatha sudah kembali?" Tanya Clara.


"📞Belum. Bagaimana hasilnya?" Ucap Aleda.


"📞nanti saja,kau Hubungi Direktur Agatha dan minta dia datang dan Yang lainnya juga" Ucap Clara dan mematikan sambungan nya.


***


Sekarang, mereka semua sudah berkumpul di ruangan Agatha. Clara memperdengarkan rekaman kata kata si desainer pada mereka semua.


"apa maksudnya"Tanya Agatha setelah mendengar rekaman ucapan di desainer itu.


"Di antara produk merek mewah yang di buat di pabrik, label yang rusak dilepas dan dijual secara rahasia" Jawab Clara.


"Apa ini ilegal?" Tanya Agatha menatap Clara.


"Tentu saja. Barang bermerek jarang cacat dan harus dibakar jika demikian. Itu ilegal untuk dijual.  Mereka menyebutnya barang afkir, tapi mayoritas adalah imitasi yang rapi" Jawab Clara.


"Itu melanggar Hukum Cukai 235, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, dan Hukum Merek Dagang" Ucap Pak jackie menimpali.


Agatha lalu menyuruh Pak Liam memeriksa jadwal untuk audit parlemen. dan menghubungi Anggota Kongres Felix dari partai oposisi.


Agatha juga menanyakan Galvin pada Pak Liam.


"Dia menghubungi Milk Witch di Amlampura" Jawab Pak Liam.


"Sebesar apa kemungkinannya?" Tanya Agatha.


"30 persen. Haruskah kita hentikan dia?" Ucap Pak liam.


"Tidak. Tidak perlu memperburuk keadaan. Wanita tua itu seharusnya tidak diremehkan.kalau dia memutuskan untuk  memihak mereka, lebih aman bagi kita untuk mengambil alih  saham investor bernilai tinggi" Jawab Agatha.


kemudian Agatha memuji kerja mereka semua.


***


Kaylee makan dengan lahap dengan di restoran ayah Galvin. Galvin dan ayahnya pun heran melihat Kaylee yang makan seperti orang kelaparan.


Kaylee terus makan dan makan.


"Kau makan dengan sangat baik. Jadi, kau dilahirkan dalam keluarga yang sangat kaya, orang-orang seperti kami bahkan  tidak bisa membayangkan seperti apa, kan?" Tanya Pak Anson.


"Tolong bicaralah dengan nyaman. Aku tidak sebahagia yang kau pikirkan" Jawab Kaylee.

__ADS_1


"Tidak, tidak. Kau sangat beruntung karena kau tidak perlu khawatir  tentang uang atau membayar sewa. Kurasa Galvin ku beruntung jika seseorang sepertimu menyukainya Dia putra kesayanganku. Aku sangat tersentuh bahwa kau mengaguminya" Ucap Pak Anson.


"Tidak. Itu karena putramu sangat kompeten" Elak Kaylee.


"Kupikir ayah mau bilang aku berkompeten" Potong Galvin ia menatap ayah nya dengan wajah pura pura kecewa.


Galvin lalu menyuruh Kaylee makan lagi.


"Dagingnya sangat lezat!"Seru kaylee.


"Kami terkenal karena daging Kambing kami!" Jawab Pak Anson.


"Tetapi kau makan terlalu banyak daging! Itu sebabnya kau memiliki temperamen yang buruk!" Ejek Galvin.


Mendengar itu, Kaylee langsung memelototi Galvin.


"Jangan memfitnah nama baik orang  dengan informasi yang tidak berdasar" Ketus Kaylee.


"hei hei! Ada apa denganmu? Dia menikmati makanannya. Berhentilah membuatnya kehilangan nafsu makan"Ucap Pak anson pada putranya.


"Tidak, aku yakin tentang ini. Pencinta daging memiliki temperamen buruk. Ada lebih dari satu yang aku tahu" Ucap Galvin yang masih pada pendiriannya.


Lalu Gladis datang.


"Oh, ada satu lagi." ucap Galvin sambil melirik Gladis.


"Hei, Gladis, kau juga harus makan." ucap Galvin.


"Kau yang traktir?" tanya Gladis.


Gladis lalu melirik Kaylee.


"Siapa dia?" tanya Gladis.


"Klienku." jawab Galvin.


Galvin lalu mengenalkan Gladis ke Kaylee. Galvin bilang ke Kaylee bahwa Gladis adalah teman lamanya.


"Daging kambing nya gratis. Jadi, makanlah sepuas mu." suruh Pak Anson.


"Sepertinya kau melakukan pertempuran daging." jawab Gladis.


Galvin masuk ke dapur dan tak lama, ia keluar membawa piring berisi lalapan dan memberikannya ke Kaylee.


"Makanlah ini juga. Seimbangkan nutrisinya" Ucap Galvin.


"benar! Aku menanam ini dan tidak menggunakan pestisida" Ucap Pak anson ikut menimpali.


"Ini berharga. Cobalah" ucap Galvin.


Kaylee mencobanya.


"Ini lezat!" Seru Kaylee dengan senang.


Gladis yang cemburu, mengambil piring sayuran itu.


Melihat itu, Galvin sewot.


"Hei, kau seharusnya berhenti makan!" Ucap Galvin menatap tajam Gladis.


"Kenapa? Sayuran ayahmu enak!" jawab Gladis.


"Kau selalu makan milikku  tanpa meninggalkan apapun untukku,dan selalu saja kau menghabis kan nya" Ucap Galvin.


"Itu karena kau selalu datang terlambat"Jawab Gladis dengan santainya.


Galvin mengambil kembali piring lalapan itu, lalu meletakkannya ke dekat Kaylee. Kaylee mau mengambil piring lalapannya tapi Gladis langsung mengambil piringnya.


Mereka terus berdebat. Kaylee speechless, sekaligus berusaha menahan tawa melihat mereka berdebat seperti anak kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Happy Reading All🥰🥰🥰...


__ADS_2