
Kaylee Si Gadis Konglomerat
Bab 24
Di episode sebelumnya ~~
Kaylee di nyatakan bebas karena terbukti bersih dari narkoba. Galvin bersandar di pintu mobil, menunggu Kaylee keluar. Tak lama,, Kaylee keluar dan tersenyum melihat Galvin. Galvin lantas mendekati Kaylee dan bertanya Kaylee mau kemana. Kaylee pun mengajaknya ke hotel.
Kaylee bilang hotel adalah tempat terbaik untuk saat ini.
***
Flash Back...
beberapa tahun yang lalu....
Di mana Richard memberitahu Agatha rencananya,ia ingin Kaylee mewarisi SM. Agatha sontak kaget mendengarnya.
Richard lantas meminta Agatha membantu Kaylee untuk memimpin SM.
Agatha tak setuju, ia beralasan, Kaylee masih terlalu muda untuk mewarisi SM.
Agatha lantas meminta Richard untuk menunggu sedikit lebih lama sebelum membuat keputusan.
Richard tetap pada keputusannya. Ia berkata, Kaylee anak yang cerdas dan dia percaya Kaylee adalah sosok yang tepat untuk memimpin SM.
"Saat ini, SM Grup membutuhkan stabilitas alih-alih perubahan. Harap pertimbangkan kembali keputusan anda" Ucap Agatha.
Richard lantas membuka lacinya,, lalu mengambil dokumen wasiatnya dan memberikannya ke Agatha.
"Aku sudah membuat keputusan. Pengacara Zaan menuliskan wasiatku yang menyatakan bahwa aku mewariskan saham ku kepada Kaylee. Lihat dan periksa apa itu sudah benar dan tidak ada masalah. Inilah yang perlu kau lakukan" perintah Richard.
Agatha lalu mengantarkan Richard ke mobil. Seorang staf membukakan pintu mobil untuk Richard. Agatha dan para staff kemudian membungkuk, sebagai tanda hormat, ketika mobil Richard mulai melaju.
Sopir menatap Richard melalui spion mobil dan bertanya, apa Agatha bisa mereka percaya?
"Kau tidak bisa menempatkan semua telur dalam satu wadah. Pengacara Agatha bukan satu-satunya yang aku andalkan" Jawab Richard.
Richard lalu meminta sopir mengantarkannya ke villa, tempat Kaylee dan Nyonya Dania tinggal.
*Pimpinan Smith mungkin berhati-hati. Tetapi ada telur busuk di antara telur-telur yang telah ia pilih.
Tiba tiba Sebuah truk melaju kencang ke arah mobil Richard. Cahaya yang berasal dari lampu depan truk, membuat mata sopir dan Richard silau.
Truk itu terus melaju, lalu, tak lama, truk itu menabrak mobil Richard dengan sengaja dan menyeret mobil Richard ke jurang.
Truk itu kemudian pergi, meninggalkan mobil Richard di jurang.
Sopir Richard tewas di tempat dengan mata terbelalak.
Sementara Richard selamat. Ia sempat menggerakkan tangannya sebelum akhirnya hilang kesadaran.
Usai kecelakaan Richard, Agatha menemui Halbert dan memberikan surat wasiat Richard ke Halbert. Halbert tanya, kenapa Agatha memberikan surat wasiat ayahnya padanya.
"Keputusan untuk SM Grup seharusnya tidak dipengaruhi emosi pribadi"Jawab Agatha.
"Untungnya, kita berpikiran sama. Kudengar pengemudinya mabuk. Apa kecelakaan itu kebetulan?" Tanya Halbert.
"Berpikirlah sesuai kemauanmu" Jawab Agatha.
__ADS_1
Halbert kemudian tertawa.
"Kuharap kau akan lebih mencintai SM mulai sekarang daripada aku. Kau suka lantai berapa?" Tanya Halbert.
"Aku akan menggunakan lantai yang sama sepertimu, Pimpinan Smith" Jawab Agatha.
Di meja Richard, papan nama mulai berubah. Dari yang tadinya CEO Richard Smith menjadi CEO Halbert Smith.
Besok paginya, Agatha datang ke kantor GOLD bersama Halbert.
Mereka sama sama menuju ke lantai 40.
Setibanya di lantai 40, Halbert membukakan pintu sebuah ruangan untuk Agatha.
Agatha pun masuk dan melihat-lihat ruangan itu.
Halbert kemudian pergi.
Agatha mulai duduk di depan mejanya.
Di meja, terlihat papan nama bertuliskan, "Direktur Agatha".
Flashback End...
****
Kembali ke cerita Kaylee.
Kaylee yang mengajak Galvin ke hotel. Kaylee menyetir gila-gilaan. Galvin yang duduk di sebelah Kaylee, tegang!.
"A-apa...Ada apa denganmu? Hei, hei! Ada mobil di depanmu! Itu lampu merah! Berhenti, berhenti, berhenti!"
Mereka kemudian tiba di 'Hotel Denhill'. Kaylee langsung turun dari mobil sementara Galvin sedang menenangkan diri, masih syok karena Kaylee ngebut tadi.
Kaylee lantas mengetuk kaca mobil dari luar, menyuruh Galvin turun.
Petugas resepsionis tersenyum menggoda sambil menatap Kaylee dan Galvin. Ia salah faham, mengira Kaylee dan Galvin memesan kamar untuk wik-wik.
"Selamat bersenang-senang." ucap si petugas,, lalu memberikan kunci kamar Kaylee.
Kaylee mengambil kuncinya dan berjalan menuju lift. Galvin pun meminta si petugas resepsionis tidak berpikiran macam-macam. Tapi petugas itu terus saja tersenyum dan tidak percaya omongan Galvin kalau mereka mesan kamar bukan untuk melakukan sesuatu seperti yang ada di dalam pemikirannya.
Galvin mau ikut masuk ke lift, tapi dihentikan Kaylee.
Kaylee memberikan kartu kreditnya ke Galvin dan menyuruh Galvin membelikannya pakaian dalam untuk berganti.
Galvin kaget"apa?"
"Cepat!" Ucap Kaylee.
Galvin mengambil kartu kredit Kaylee.
Galvin mau protes, tapi pintu lift sudah keburu tertutup.
Terpaksa lah Galvin pergi ke toko yang menjual pakaian dalam wanita. Tapi si wanita paruh baya sang penjual itu malah mencecarnya dengan beberapa pertanyaan dengan wajah antusias.
"Jadi, sudah berapa lama kalian saling kenal?"tanya nya.
"Aku tidak yakin sudah berapa lama. Sudah sekitar satu bulan."Jawab Galvin.
__ADS_1
"Apa dia cantik? Bagaimana dengan tubuhnya?"Tanya Wanita paruh baya itu lagi.
"Ya. Dia memang cantik, tapi temperamennya buruk. Tapi kenapa kau bertanya?"Galvin memicingkan matanya.
"Aku perlu tahu gayanya untuk menyarankan sesuatu. Aku bukan orang yang hanya menjual barang! Aku seorang profesional yang menjual pakaian dalam selama 20 tahun."Jawab Wanita itu antusias.
"Kami tidak seperti itu. Beri aku apa saja. Yang cocok dipakai gadis jahat dengan temperamen buruk."Ucap Galvin.
"Kurasa tipe idealmu adalah gadis nakal! Kalau begitu..."wanita paruh baya itu menjeda ucapannya dengan mata seperti sedang mencari sesuatu.
wanita lantas menunjukkan sebuah bra.
"Ini luar biasa, bukan?" Ucap nya.
"Kurasa kau memang profesional selama 20 tahun."Jawab Galvin.
Galvin lantas masuk ke kamar hotel dan meletakkan pesanan Kaylee di atas meja.
Galvin lalu menunggu Kaylee di depan mobil. Tak lama, Kaylee datang dan Galvin langsung membukakan pintu mobil untuknya.
Si petugas resepsionis ikut mengantarkan mereka. Dia yang masih salah faham, terus tersenyum ke arah mereka.
Kini gantian Galvin yang menyetir.
Kaylee lalu menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum kepada si petugas resepsionis sambil melambaikan tangannya.
"Sudah berapa lama kau tidak mandi?" Tanya Galvin.
"Aku tidak mandi sejak masuk penjara" Jawab Kaylee dengan santainya.
"Kau bisa menggunakan kamar mandi bersama" Ucap Galvin.
"Aku tidak bisa mandi bercampur dengan orang lain. Di tambah lagi, di sana hanya ada air dingin. Aku lebih memilih untuk tidak mandi"Jawab Kaylee.
"Jadi, kau lebih suka bau dan mengganggu orang lain?" Tanya Galvin.
"Aku lah orang yang pernah masuk penjara. Kau belum pernah ke sana, jadi, diam saja" Ketus Kaylee memelototi Galvin.
"Kau selalu bisa membalikkan apa pun"desis Galvin pelan.
"Melihat bagaimana aku dibebaskan, kau pasti memiliki bukti kuat yang bahkan tidak bisa Jaksa Arlen sangkal. Bagaimana kau menemukannya?" Tanya Kaylee penasaran.
"Tak ada komentar"Jawab Galvin fokus menyetir.
Telepon mobil Galvin lantas berdering.
Telepon dari Agatha yang marah marah dan menyuruh Galvin segera ke kantor.
"Direktur Agatha pasti sangat kesal karena semua berjalan tidak sesuai rencananya" Ucap Kaylee yang mendengar Agatha memarahi Galvin.
"Aku mungkin kehilangan pekerjaanku" Jawab Galvin.
"Seharusnya aku tetap di penjara, tapi kau mengeluarkan ku tanpa izin darinya. Jadi GOLD akan berusaha mengusir mu pergi. Maafkan aku" Ucap Kaylee.
"Aku tidak tahu kalau kau tahu caranya meminta maaf" ejek Galvin.
"Turunkan aku di rumah sakit" Pinta Kaylee.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Happy Reading All🥰🥰🥰...