
Kaylee Si Gadis Konglomerat
Bab 25
Begitu sampai di kantor.
Agatha langsung memecat Galvin. Agatha lantas tanya, apa ada yang mau Galvin katakan?
"Aku tidak bisa menerimanya" Jawab Galvin.
"Sungguh? Kenapa?" Ucap Agatha.
"Sebagai pengacara, aku percaya bahwa siapa pun yang tidak bersalah seharusnya tidak masuk penjara, bukan hanya berlaku pada Nona Kaylee Smith saja. Dan aku hanya bertindak berdasarkan apa yang aku yakini"Jawab Galvin.
"Begitukah? Kenapa kau menjadi pengacara?" Tanya Agatha.
Galvin terkejut mendengar pertanyaan dari Agatha. Tapi kemudian ia menjelaskan alasan kenapa ia menjadi pengacara. Tentu saja bukan alasan yang sebenarnya. Galvin bilang, itu karena ayahnya pernah ditipu pemilik toko dan agen real estate sebelumnya, sampai diusir dan kehilangan depositnya.
"Aku merasa sangat marah ketika itu terjadi" lanjut Galvin.
"Jadi kau menjadi pengacara untuk melawan ketidakadilan? Kau seorang idealis"Ucap Agatha.
"maaf? Kami hampir menjadi tunawisma. Setelah itu, untuk menghindari menjadi korban ketidakadilan lagi dan hidup bahagia, maka aku ingin menjadi pengacara, jadi, aku bukan seorang idealis" Jawab Galvin.
"Kau benar. Tapi pengacara yang idealis tidak punya tempat di dunia ini. Ada tiga cara pengacara bisa memecahkan masalah. Cara yang baik.Cara yang buruk. Dan cara GOLD. Kau pengacara atau karyawan GOLD?"Tanya Agatha.
"Aku pengacara di GOLD" Jawab Galvin.
"Karyawan GOLD harus mengikuti aturan GOLD. GOLD memutuskan untuk meninggalkan Nona Kaylee Smith"Ucap Agatha.
"Aku mungkin seorang karyawan GOLD, tapi aku tidak ingin dipecat sebagai pengacara Nona Kaylee Smith. Karena aku tidak idealis. Aku tidak tahu apakah aku harus setia kepada Nona Kaylee Smith atau GOLD terlebih dahulu. Posisiku agak tidak jelas"Jawab Galvin.
"Kau benar. Kau bekerja dengan baik untuk mengeluarkan Nona Kaylee Smith, Aku akan membatalkan pemecatan mu. Posisimu yang genting secara alami akan menjadi lebih jelas seiring waktu. Sampai kau diberi perintah, tolong terus bantu Nona Kaylee Smith dengan baik"Ucap Agatha.
Sontak, keputusan Agatha membatalkan pemecatan Galvin, membuat Clara, Pak Jackie, Aleda dan Pak Liam kaget.
"Bukankah ini pengecualian? Rencana kita mungkin terpengaruh karena Nona Kaylee dibebaskan" Protes Clara.
"Jika kita tidak mengambil keuntungan terlebih dahulu, ini mungkin terjadi lagi" Protes Pak Liam.
"Pengacara Galvin membuktikan bahwa Nona Kaylee tidak bersalah. Berkat dia, kita bisa mengatasi Jaksa Arlen. Bukankah GOLD terbuka bagi orang yang cukup kompeten?" Jawab Agatha.
Agatha kemudian menyuruh karyawannya kembali bekerja dan beranjak pergi.
***
Kaylee bersama Pengacara Zaan dan juga Bu Maya di ruangan kakek nya. Bu Maya duduk di sofa, sedang membaca buku.
Sementara Kaylee dan Pengacara Zaan duduk disamping Richard.
"Nona Kaylee, jangan pernah pergi keluar sekarang. Kita tidak tahu apa lagi yang mungkin terjadi" Ucap Pengacara zaan.
"Jangan terlalu khawatir. Aku sudah kembali. Apa kondisi kakekku masih sama?" Ucap Kaylee mengalihkan pandanganya ke bu maya.
__ADS_1
"Kondisinya telah membaik selama beberapa hari terakhir" Jawab bu maya.
Kaylee lantas menyuruh Bu maya keluar sebentar.
Bu maya mengerti dan langsung keluar.
Tak lama setelah Bu maya keluar, ponsel Kaylee berdering. Telepon dari Galvin.
"📞Apa yang terjadi?"
"📞Baguslah"
"📞Ku Tutup teleponnya sekarang"
sambungan di matikan oleh Kaylee,ia kemudian tersenyum senang setelah menutup teleponnya.
"Siapa itu?" Tanya Pengacara Zaan curiga.
"Bukan siapa-siapa" Elak Kaylee.
Tak lama pengacara Zaan teringat sesuatu.
"Nona Kaylee, sulit untuk segera menjual tanahnya. Jadi, untuk memperoleh uang tunai, aku menghubungi rentenir wanita dari Amlampura. Tapi, dia seorang wanita yang pemilih"Ucap Pengacara Zaan.
"Aku akan menemuinya" Jawab Kaylee.
"Kau mau menemuinya?" Tanya pengacara Zaan memastikan ucapan nona nya itu.
"Ya, jika perlu, aku akan menemui siapa pun" Jawab Kaylee.
"Baik" Ucap Kaylee.
***
Agatha langsung pergi ke kediaman SM, menemui Halbert. Halbeet bertanya, apa tindakan Agatha mengenai Menteri Pertahanan, Infrastruktur dan Transportasi.
"Aku akan pastikan dia tidak terpilih kembali" Jawab Agatha.
"Sungguh?" Tanya Halbert.
"Setelah menteri baru terpilih, akan di butuhkan waktu untuk menunjuk Ruang Terbuka Hijau. Tapi kami sudah menyebarkan desas-desus tentang penunjukan Ruang Terbuka Hijau di pasar real estat sehingga akan sulit bagi pihak lain untuk menjual tanah mereka. Kita juga membeli saham dalam distribusi dengan strategi dua jalur"Ucap Agatha menjelaskan rencananya.
"Baiklah" Ucap Halbert.
Elizabeth kemudian datang dan marah marah.
"Direktur Agatha, apa kau berkencan belakangan ini? Siapa yang membebaskan Kaylee dan kenapa!"Ucap Elizabeth dengan emosi bahkan wajah nya kini memerah karena terlalu emosi.
Halbert kaget,"Kaylee bebas?"
"Aku hendak melaporkannya" Ucap Agatha.
Agatha lalu tanya, dari mana Elizabeth tahu.
__ADS_1
"Menurutmu siapa lagi? Bu Maya bilang Kaylee ada di rumah sakit sekarang!" Ucap Elizabeth yang masih emosi.
"Apa yang terjadi? Bukankah kata mu kau akan membuatnya di tahan lebih lama?" Tanya Halbert menatap Agatha.
"Pengacara Galvin yang merupakan pengacara Nona Kaylee, membuktikan dia tidak bersalah"Jawab Agatha.
"GOLD adalah kerajaan mu! Tapi seorang pemula membuat langkah seperti itu tanpa seizin mu? Aku bingung karena ini sangat konyol! Kau menyebut itu alasan? Pecat pemula itu sekarang!"Bentak Elizabeth.
"Kau tidak berhak ikut campur dalam urusan personel GOLD! Hanya aku yang bisa memutuskan siapa yang harus di pecat!"Jawab Agatha Tegas bahkan ia menatap Elizabeth dengan wajah datar dan sangat dingin.
"Direktur Agatha benar. Berhentilah berbicara tentang siapa yang di pecat di GOLD dan diam lah!"Bentak Halbert pada istri nya itu.
"Sayang!" Bentak Elizabeth tak terima.
"Kau! Jangan pernah berpikir untuk menyentuh Kaylee! Terlepas dari segalanya, Kaylee adalah putriku! Biarkan GOLD yang berurusan dengan Kaylee" Ucap Halbert mengancam istrinya itu.
Kesal,Elizabeth beranjak pergi tapi sampai diluar, ia memergoki seorang pelayannya sedang bermain ponsel.
Elizabeth langsung mengambil ponsel pelayannya.
"Apa ini? Sudah kubilang, tidak boleh membawa ponsel pribadi ke rumah. Kau mau dipecat?!" Ucap Elizabeth menatap tajam Pelayan itu.
"Maafkan aku, Nyonya. Aku sedang menunggu panggilan mendesak dari rumah."jawab pelayan itu takut.
"Kau akan merekam dan memotret kami lalu menjualnya kepada pers? Beraninya kau melakukan hal seperti itu?"Ucap Elizabeth marah ia mengira jika pelayan itu sedang merekam kejadian tadi.
Elizabeth kemudian membanting ponsel si pelayan, lalu menginjak-injaknya.
Agatha lalu datang dan menghentikan Elizabeth. Agatha lalu menyuruh kedua pelayan pergi.
Agatha lalu memegang bahu Elizabeth dan meminta Elizabeth menarik napas dalam-dalam.
"Kenapa menyentuh rumput liar di taman dan mengotori tanganmu? Kami akan menyingkirkan semuanya untukmu"Ucap Agatha.
Agatha kemudian beranjak pergi.
Elizabeth menatap kepergian Agatha dengan kesal"****** sombong itu..." Gumam Elizabeth dengan geram.
***
Henry bicara di telepon dengan seseorang. Dari pembicaraannya, sepertinya dia sedang berbicara dengan Marisa. Dia sedang membujuk Marisa.
"📞Aku menugaskan mu untuk memotret Kaylee Smith secara eksklusif. Meskipun orang mudah melanggar janji, tapi aku tidak sembrono begitu. Aku pria yang memegang kata-kataku" Ucap Henry.
"📞Aku sedang sibuk,sebaiknya kau jangan menganggu ku" Jawab Marisa.
"📞Aku akan marah sekarang" Ucap Henry mengancam.
"📞Ku Tutup teleponnya" Tanpa menunggu jawaban Henry,Marisa sudah langsung memutuskan sambungannya.
Henry mendengus kesal'astaga, Marisa kau Sudah mulai berani'
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Happy Reading All🥰🥰🥰...