
Kaylee Si Gadis Konglomerat
Bab 44
Kaylee makan sendirian di ruang makan. Lalu tak lama,Albern datang bersama Nathan.
"Kaylee Smith, bahkan kau masih makan steak di hari seperti ini! Kau sangat berkelas! Tekad mu untuk bertahan hidup amat mengagumkan! Luar biasa, Kaylee Smith!" Puji Albern pada Kaylee sedikit menyindir kaylee.
Kaylee tak menanggapinya,ia hanya melirik Albern sekilas.
"kak kuatlah" Ucap Nathan tersenyum lembut pada Kaylee.
Albern langsung menatap Nathan.
"Kau pasti sangat menyukai Kaylee. Kau bahkan menghibur dia" Ucap Albern.
"Kan aku sudah bilang.kak Kaylee adalah tipeku" Jawab Nathan bangga.
"Astaga, tiba- tiba aku sangat mengkhawatirkan masa depanmu,Nathan" Ucap Albern dengan wajah pura pura khawatir.
Nathan menatap Albern heran"Kenapa?"Tanyanya.
Sebelum Albern kembali membuka mulutnya.tiba tiba Kepala Pelayan datang dan berkata, bahwa Halbert ingin bertemu dengan Kaylee.
Kaylee bangkit dan langsung berjalan ke ruangan sang ayah setelah mengganti baju nya.
***
"Pemakaman alami kakek mu berada di tempat terbaik yang ku inginkan untuk diri ku sendiri" Ucap Halbert membuka pembicaraan.
"Lalu kenapa tidak ayah gunakan untuk pemakaman ayah sendiri?"Ucap Kaylee berbalik tanya dengan wajah datarnya.
Ia kemudian mengalihkan pandanganya dan menatap tajam Agatha.
"Di mana kau sembunyikan Bu Maya dan Pengacara Zaan?" Tanya Kaylee pada Agatha.
Bukanya menjawab,Agatha menarik sudut bibirnya."Senang melihat mu begitu energik"
"Ayah mungkin menjadi CEO-nya. Tapi ayah tahu bahwa aku masih pemegang saham mayoritas SM Distribution, bukan?" Tanya Kaylee lagi pada Halbert.
" Struktur pemegang saham telah berubah hingga hari ini"Bantah Agatha.
Agatha lalu menunjukkan laporan saham.kaylee pun langsung membacanya.
"Aku membeli semua saham Direktur Barra dan Direktur Farazz" Lanjut Agatha.
"Kini aku mengerti alasan semua orang menginginkan mu" Ucap Kaylee menatap Agatha datar.
"Ini adalah formulir untuk melepaskan hak manajemen mu" Ucap Agatha.
"Untuk apa aku harus menandatangani formulir itu? Aku bukan pemegang saham mayoritas jadi aku tidak memperoleh hak manajemen!" Bantah Kaylee dengan nada tinggi,ia bahkan menatap Agatha tajam.
"Kau mungkin bukan pemegang saham mayoritas tapi dengan saham mu, kau mungkin akan menghalangi jalan Pimpinan Smith. Kau bisa menyangkalnya, tapi orang di sekitar mu tidak akan membiarkan mu. Dan juga, berikan warisan yang kau dapatkan dari Pimpinan Senior" Ucap Agatha dengan dingin.
"apa katamu?!!!Direktur Agatha!!!" Marah Kaylee tak terima.
__ADS_1
"Nona Kaylee, kau bersenang-senang di Indonesia seperti yang kau lakukan di taman hiburan setelah 15 tahun. Sekarang sudah waktunya menutup taman hiburan" Ucap Agatha dengan wajah datarnya.
"Biar ku tanyakan satu hal. Siapa yang membunuh Kakek?" Tanya Kaylee pada dingin Agatha.
"Kaylee Smith" Bentak Halbert.
"Katakan kebenarannya! Maka, aku akan menandatanganinya" Tegas Kaylee lagi.
"Aku yang merawatnya"Jawab Agatha datar.
"Direktur Agatha"Tegur Halbert.
"Sekarang, tolong tanda tangani" Lanjut Agatha.
"Apa yang akan ku dapatkan jika aku menandatanganinya?" Tanya Kaylee lagi.
"Kau bisa hidup seperti di London dulu..." Ucap Agatha langsung di potong kaylee.
"Dengan seseorang mengawasi ku?" Potong Kaylee.
"Makan dan habiskan uang sebanyak yang kau mau" jawab Agatha.
"Dengan kartu kredit?"Tanya Kaylee menaikan sebelah alisnya.
"Kau bisa hidup dengan bebas" Jawab Agatha.
"Biarkan aku tetap mempertahankan Pengacara Galvin sebagai pengacaraku" Ucap Kaylee.
"Tidak bisa" Tolak Agatha dengan cepat.
Kaylee menatap Agatha heran"Kenapa?"
Kaylee kesal, tapi kemudian ia minta waktu berpikir.
Kaylee kemudian mengambil permen di dalam toples di meja, lalu ia memakannya dan mondar mandir di dekat akuarium Picasso sambil memegang ponselnya.
Agatha yang curiga, langsung memanggil Pak Liam. Pak Liam masuk dan mengambil paksa ponsel Kaylee.
Kaylee marah,ia tak terima.
Pak Liam memberikan ponsel Kaylee pada Agatha.
"Nona Kaylee, kau seharusnya tidak mengajukan pertanyaan sensitif" Ucap Agatha,ia lantas memutar rekaman pembicaraan mereka tadi.
"Katakan kebenarannya maka aku akan menandatanganinya. Siapa yang membunuh kakek?" Tanya Kaylee mengulangi pertanyaannya lagi.
"aku yang merawatnya" Jawab Agatha sama seperti tadi.
Ya, Agatha tahu kalau kaylee diam diam merekam pembicaraan mereka.
Sontak, Halbert langsung menatap Agatha dengan tatapan ngeri.
Agatha lantas memasukkan ponsel Kaylee ke dalam gelasnya.
Agatha lalu berkata, Kaylee lah yang telah membunuh Richard.
__ADS_1
Agatha pun memutar rekaman kata-kata Kaylee.
"Selama aku bisa mendapatkan SM Grup, tidak penting apakah kakek meninggal atau tidak. Lagipula Kakek memang sudah tua"
Kaylee tersudut dan terpaksa menandatangani berkas itu.
Setelah menandatangani berkas itu, Kaylee berdiri dan menatap mereka berdua dengan wajah kesal.
Setelah itu, Kaylee beranjak ke pintu dan melemparkan permen di mulutnya ke dalam akuarium.
Setelah Kaylee pergi, Agatha pun ikut pergi meninggalkan ruang kerja Halbert.
Tak lama setelah Agatha pergi, Alex datang.
"Bersiaplah untuk mengurus Direktur Agatha" Ucap Halbert pada putranya.
"Aku mengerti" Jawab Alex kemudian ia pamit pergi.
***
Malam semakin larut. Di tengah malam yang larut, terdengar jeritan Elizabeth yang menggema di kediaman Smith.
Pak Jackie langsung bergegas ke markasnya dan menemui Aleda.
"Apa yang terjadi?" Tanya Pak Jackie pada Aleda.
"Ini Picasso!"Jawab Aleda dan langsung menghubungi semua anggotanya.
"Semua anggota tim, kita memiliki keadaan darurat!" Ucap Aleda dengan panik.
Sedangkan di sisi lain.
Pak Liam yang lagi latihan bela diri, kaget dapat telepon dari SM.
Clara yang sedang berduaan dengan Henry di kamar hotel, juga kaget dan langsung pergi begitu menerima telepon dari SM,henry yang melihat clara pergi meninggalkannya dengan terburu buru henry hanya bisa menatap clara dengan melongo.
****
Pak Anson senyam senyum memperhatikan Galvin yang lagi tidur dari jarak dekat. Ketika Galvin terbangun,ia langsung berteriak karena kaget melihat ayahnya.
"Ayah, kenapa ayah tidak tidur?" Tanya Galvin setelah sadar dari terkejutnya.
"Tunggu sampai kau menjadi tua. Kau juga akan terbangun di malam hari. Karena aku terbangun, aku datang untuk melihat wajah putraku" Jawab Pak Anson tersenyum.
Galvin pun langsung bangun dan bersiap siap.
Pak Anson tanya"Kau mau kemana? Apa ada yang meninggal lagi"Pak Anson menatap Galvin Heran.
"Picasso" Jawab Galvin Singkat.
"Apa? Seniman itu? Hei, apa dia masih hidup?Tanya Pak Anson beruntun.
Galvin tak menjawab pertanyaan Ayahnya ia langsung pamit"Aku akan kembali nanti"
Galvin pun pergi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Happy Reading All🥰🥰🥰...