
Kaylee Si Gadis Konglomerat
BAB 36
NewsPatch sedang melakukan wawancara ekslusif dengan Kaylee.
"Halo, ini wawancara eksklusif NewsPatch. Kami mengundang seorang tamu,Nona Kaylee Smith yang baru-baru ini mewarisi semua aset dari Pimpinan Senior SM Grup dan menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus calon CEO SM Distribution" Ucap Marisa memulai wawancaranya.
"Halo, aku Kaylee Smith" Ucap Kaylee memperkenalkan dirinya.
"Kita siaran langsung melalui internet. Pemirsa kita sangat tertarik. Jumlah penonton meningkat dengan luar biasa" Ucap Marisa.
"Terima kasih untuk semua perhatiannya" Kaylee menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
"Nona Kaylee,kau tidak aktif di Indonesia dan menjadi orang yang misterius. Kau menjadi wanita terkaya ketiga di indonesia begitu kau kembali ke dari London setalah 15 tahun" Tanya Marisa.
"Itu sebabnya aku pikir mungkin ada beberapa kesalahpahaman" Jawab Kaylee.
"Ya, kudengar kau membayar pajak hadiah senilai 800 miliar dolar secara langsung" Ucap Marisa.
"Di mana ada keuntungan, pasti ada pajak. Itu hal yang wajar untuk dilakukan. Pimpinan Senior sebelumnya,Richard Smith, jujur dan sederhana. Akan ku lanjutkan filosofi bisnisnya yang menghormati orang. Aku akan bekerja dengan adil" Ucap Kaylee dengan tegas.
"Cut! Baik, itu bagus." teriak Henry yang bertugas merekam Kaylee.
"Terima kasih sudah memenuhi janjimu untuk wawancara eksklusif. Aku sangat senang dengan jumlah penontonnya dan reaksi yang kita dapatkan!" Seru Marisa dengan senang(masih ingat kan gays kontrak antara galvin dengan marisa eps yang sebelumnya dimana mereka bertemu)
"Kau harus berterima kasih pada pengacara ku" Ucap Kaylee.
Henry lalu berkata"nona Kaylee,kau sangat cantik jika dilihat secara langsung"pujinya.
Kaylee tersenyum menanggapinya, lalu mengajak Henry bicara berdua. Henry sontak kaget.
***
Sedangkan Marisa dan Galvin pergi keluar.
"Pengacara Galvin, terima kasih. Tapi kau sungguh tidak mengenaliku?" Tanya marisa yang berdiri di samping Galvin.
"Astaga. Aku sudah bilang, aku tidak tahu" Jawab Galvin.
"Tidak, tidak. Aku mencium sesuatu. Baunya seperti ingatan yang sangat lama. Kita pasti pernah bertemu sebelumnya" Ucap marisa bersikeras.
Takut identitasnya terbongkar,, Galvin langsung pergi meninggalkan marisa.
marisa terus mengoceh sambil memejamkan matanya. Begitu ia membuka mata, ia kaget melihat Galvin sudah pergi.
***
__ADS_1
Kaylee dan Henry bicara empat mata.
"Aku menikmati artikel mu tentang kisah rahasia keluarga SM Group" Kaylee membuka pembicaraan.
"Bagaimana kau bisa membaca itu? Artikel itu sudah dihapus" Ucap Henry tak percaya.
"Aku beruntung. Aku membacanya tepat setelah diunggah" Jawab Kaylee.
Henry menghela nafasnya"Artikel itu menghilang dan Aku di pecat karena artikel itu dan sejak itu bekerja di sini"Ucapnya.
"Akulah satu-satunya yang berkomentar" Ucap Kaylee.
"Dengan ID pengguna, Titanium Mental?"Tanya Henry.
"Ya. Aku mengikuti semua akun media sosialmu. Oh tidak, kurasa kita akan sering bertemu" Jawab Kaylee tersenyum mengajak Henry untuk berjabat tangan.
***
Sekarang, Kaylee dan Galvin sudah di jalan. Kaylee sedang membaca artikelnya di internet.
"NewsPatch cepat juga. Ada artikel yang diterbitkan oleh media lain.Mayoritas mereka menguntungkan untukku. Tidak buruk" Ucap Kaylee dengan mata masih menatap layar handphonenya.
"Kau membicarakan apa dengan Pak Henry?" Tanya Galvin penasaran.
"Tentang artikel yang dihapus... Dia yang menulisnya. Dia orang penting yang akan sering kita temui" Jawab Kaylee.
***
"📞Belum ada konfirmasi. Reporter Henry? Kau tidak bisa menulis artikel apa pun yang kau inginkan. Halo! Halo!"ucap Clara dengan kesal,sambungan nya dimatikan sepihak oleh henry.
"Beraninya mereka menggunakan pers disaat rapat pemegang saham bahkan belum terjadi!" Gerutunya dengan kesal.
Staf Gold berkumpul lalu membaca artikel itu dilayar monitor.
'Cinderella telah muncul'
'Cucu tersembunyi dari SM Grup telah datang'
'Pemimpin baru yang cantik dan cerdas'
'Apakah perang saham SM Grup berakhir?'
"Artikel dari banyak tempat muncul setelah artikel Newspatch" Ucap Aleda.
"Mari kita mulai pembalasan kita" Ucap Clara yang baru saja datang.
"Tunjukkan padaku analisis soal preferensi pemegang saham kita" Perintah Agatha diangguki Aleda.
__ADS_1
"Lebih dari 50% pemegang saham kita konservatif" Ucap Aleda.
"Kita harus menulis artikel yang disesuaikan untuk mereka" Ucap Agatha.
"Aku akan mengungkapkan berapa banyak yang dia habiskan untuk Club di Londom. Judulnya adalah,'Kaylee Smith, si Maniak Pesta."Ucap Clara memberi ide.
"Kita juga memiliki laporan anonim. Dan dia juga menghadiri pertemuan yang mendukung pernikahan sesama jenis, bukan?" Tanya Agatha menimpali.
"Ya"Jawab Clara.
"Kita akan membuat pemegang saham konservatif tidak dapat mempercayai Kaylee sebagai CEO, mengerti?Tapi, kita akan menyerangnya dengan artikel itu pada hari rapat umum pemegang saham" Ucap Agatha.
Sontak Clara dan Aleda kaget.
Agatha tersenyum licik dan berkata, ia punya alasan.
***
Di kamar Kaylee, Galvin sedang mem-print sesuatu.
Kaylee yang habis mandi, kemudian keluar dan menghampiri Galvin.
"Sudah Selesai?" Tanya Kaylee pada Galvin.
"Sudah"Ucap Galvin, lalu memberikan artikel yang dicetaknya,dan kaylee kemudian membacanya.
"Aku, Kaylee Smith. Sejak kecil, aku belajar di London untuk tumbuh menjadi bakat global. Aku bersikap baik. Aku memiliki perilaku yang baik dan memiliki wawasan global" Ucap Kaylee membaca Artikel yang dicetak itu.
Kaylee lalu menyebut keterampilan menulis Galvin sangat buruk.
"Seperti inilah pidato. Kau tidak tahu apa pun" Jawab Galvin.
"Tapi ini bukan gayaku"Elak Kaylee.
"Lakukan yang kau inginkan. Lakukanlah dengan gaya Kaylee Smith" Ucap Galvin dengan malas.
Kaylee kemudian bergaya seolah olah ia sedang berpidato(versinya)"Mari menikmati hari ini seolah kita akan mati besok. Karena hidup itu sangat pendek. Bagaimana menurutmu?" Tanya Kaylee pada Galvin.
Mendengar itu,Galvin sungguh tak percaya,pidato macam apa itu"Apa kau sangat ingin mengacaukan semuanya?" Ucap Galvin.
"Tidak, aku serius. Lebih baik daripada berpura-pura rendah hati dan keren" Elak Kaylee.
"Aku juga suka Kaylee Smith yang jujur dan berani,,, Tapi itu bisa menjadi kekurangan di indonesia...."Galvin menjeda ucapanya.
"....Tidak perlu transparan. Bukankah kau bilang kepala bukan untuk aksesoris" Lanjut Galvin
Kaylee mengangguk kemudian membaca tulisan Galvin lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Happy Reading All🥰🥰🥰...