Kaylee Si Gadis Konglomerat

Kaylee Si Gadis Konglomerat
BAB 49


__ADS_3

Kaylee Si Gadis Konglomerat


Bab 49


Galvin masih tidak menyangka Ternyata Freya adalah ibunya Nathan.


Tak lama, ponsel Galvin berdering. SMS dari Kaylee yang menyuruh Galvin segera datang.


***


Kini,Galvin menunggu Kaylee di depan klub. Tak lama kemudian, Kaylee datang dengan taksi.


Galvin terkejut melihat penampilan mentereng Kaylee.


"Apa yang kau kenakan?" Tanya Galvin dengan heran.


"Aku penggemar Club. Aku berpakaian begini agar sesuai" Jawab Kaylee dengan santai.


Galvin yang terus menatap penampilan Kaylee pun tertawa kecil"Kau tampak lucu!"Ucap Galvin.


"Aku sedang bekerja sekarang, jadi, jangan bercanda" Ucap Kaylee dengan malas.


"Tapi kau terlihat lucu..." Sahut Galvin.


Kaylee tak mengindahkan ucapan galvin,ia pun mengajak Galvin masuk, tapi petugas keamanan melarang Galvin masuk karena penampilan Galvin yang terlalu formal.


Kaylee pun keluar lagi. Ia melepaskan dasi dan kancing atas Galvin, serta mengacak-ngacak rambut Galvin. Barulah Galvin di izinkan masuk.


***


Galvin dan Kaylee bicara di sebuah ruangan. Mendengar cerita Galvin,Kaylee heran kenapa ayahnya ingin cepat cepat Alex menjadi CEO.


"Direktur Agatha bilang ini obsesi biasa" Jawab Galvin.


Kaylee mengernyit kan dahinya heran"Obsesi?"Tanya nya.


Kaylee tidak percaya itu hanya obsesi biasa.


"Ayahku mengawasi Direktur Agatha. Untuk persiapan saat dia lebih tua dan lemah. Karena Alexavier Smith tidak bisa mengatasi Direktur Agatha sendiri. Aku yakin dia takut dia akan berakhir seperti kakekku" Ucap Kaylee.


"Bukan hanya kau tapi seluruh keluarga harus menandatangani pernyataan" Timpal Galvin.


"Apa mereka akan menyetujuinya?" Tanya Kaylee.


"GOLD akan melakukan apa pun untuk membuat mereka melakukannya" Jawab Galvin.

__ADS_1


Kaylee mengangguk mengerti"GOLD selalu punya jalan bebas hambatan untuk berkendara. Tidakkah menurutmu kini mereka harus menghadapi beberapa lubang di jalan?"Ucap Kaylee.


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Galvin pada Kaylee penasaran.


"Divide and rule" Jawab Kaylee singkat.


"Seperti bagaimana negara-negara kuat memerintah koloni selama imperialisme? Mereka menyebabkan perselisihan internal untuk mencegah kemerdekaan. Kau ingin membuat anggota keluarga lainnya memperebutkan warisan. Gunakan satu grup untuk mengontrol yang lain. Kau jauh lebih pintar dari yang terlihat"Ucap Galvin tersenyum memuji Kaylee.


"Sekarang kita akhirnya sepaham" Jawab Kaylee.


"Tapi jika itu terjadi, mereka akan curiga bahwa aku telah membocorkan informasinya" Ucap Galvin sedikit Takut.


"Tapi kita bisa menggunakan kecurigaan Direktur Agatha untuk keuntungan kita. Direktur Agatha tidak mudah lengah. Kau harus melewati tesnya cepat atau lambat" Jelas Kaylee.


"Permainan mata-mata tampaknya cocok untukmu" Ucap Galvin tertawa pelan.


"Aku penggemar berat drama detektif. Jangan lupa. Peran ku adalah pewaris yang gila dan kasar. Itulah aku" Ucap Kaylee dengan bangga.


Kaylee lalu mengajak Galvin mengunjungi Sarah akhir pekan ini.


Galvin menatap Kaylee dengan heran"Ibuku?" Tanya Galvin memastikan.


"Dia satu-satunya yang bisa menjelaskan tentang kejadian itu. Aku harus sering menemuinya" Jelas Kaylee.


"itu benar, tapi semuanya akan berakhir jika mereka mengetahui tentang kunjungan kita" Ucap Galvin.


***


Besok paginya,, Kaylee terlambat ke ruang makan. Ia baru datang di saat yang lain sudah mulai makan. Sudah terlambat,, Kaylee juga mengenakan pakaian olahraga dengan perut terbuka. Kaylee masuk ke ruang makan sambil menatap ponselnya dengan wajah senang.


Elizabeth langsung menatap Kaylee.


"Kau seharusnya datang ke meja makan tepat waktu" Ucap Elizabeth dengan wajah tak senangnya.


"Aku menemukan artikel yang menarik. Konsesi SM Grup yang indah. Indah sekali hingga aku bisa gila" Ucap Kaylee dengan tertawa tapi hanya sebentar.


"Kaylee Smith, aku tidak mengharapkan rasa hormatmu. Tapi setidaknya bersikaplah sopan" Ucap Alex dengan wajah dinginnya.


"Mereka bilang aku melepaskan hak ku untuk ayah. Komentarnya yang gila. Mereka mengatakan bahwa kita adalah contoh yang bagus untuk bisnis keluarga. Ayah pasti senang memiliki Direktur Agatha yang pintar. Tapi bukankah itu terlalu munafik?" Tanya Kaylee menyindir.


Albern yang mendengar itu, terkejut.


"Hei! Apa kau benar-benar menyerahkan hak manajemen mu?"Tanya Albern tak percaya.


"Lebih tepatnya, di paksa. Benar kan, Ayah?  Sekarang aku tidak punya hak atau saham. Bahkan jika aku ingin berinvestasi dalam film mu, aku tidak bisa."jawab Kaylee pura pura sedih

__ADS_1


"Benarkah? Ayah, apa itu benar?" tanya Albern menatap Halbert.


"Kak Albern, apakah itu berarti kau tidak bisa membuat film? Katamu kau akan memberiku peran khusus." ucap Nathan.


"Bro, itu tidak penting sekarang. Jadi diam lah." ucap Albern.


Albern lalu minta penjelasan ibunya soal hak manajemen Kaylee.


"Kaylee, kau menandatanganinya sendiri karena ketidakmampuan mu. Jika kau mengatakan sebaliknya, kau harus pergi ke rumah sakit jiwa" Ucap Elizabeth menyindir kaylee.


mendengar itu,kaylee pura pura terkejut"Astaga. Kau sekarang mengancam untuk mengurungku di rumah sakit jiwa? Kau menakutkan, Ibu Tiri"Ucap nya dengan wajah pura pura takut.


Elizabeth kesal dan kembali berkata"umurmu sekarang sudah lebih dari 30 tahun. Jadi, kau harus menjaga dirimu sendiri. Kapan kau akan berhenti menggunakan uang ayah mu untuk membeli pakaian dalam mu?"Ucap Elizabeth, lalu menatap Halbert.


"Bagaimana jika kau membantu Kaylee untuk lebih mandiri?" Ucap Elizabeth pada Suaminya itu.


"Aku mengerti gambaran besar mu yang indah, tapi aku suka berada di sini karena penuh dengan cinta dan kedamaian. Jadi, maaf aku tidak bisa melangkah keluar dari rumah ini" Sahut Kaylee dengan wajah pura pura sedihnya.


"Ibumu tidak salah. Kau harus bergabung dengan kakak iparmu dan mengikuti pelajaran memasak" Ucap Halbert tegas.


"Aku akan senang jika di temani olehnya" Sahut Ghesia tersenyum.


"Ada apa denganmu? Aku sibuk menyia-nyiakan hidupku" ucap kaylee menatap ghesia.


Tiba tiba Pelayan mendekati Nathan.


"Tuan Muda Nathan, akademi menelepon dan mengatakan hari ini tidak ada pelajaran."Ucap pelayan itu.


Nathan langsung lemas mendengarnya. Melihat ekspresi Nathan, Kaylee pun penasaran.


***


Di kamarnya, Kaylee sedang siap siap. Tiba tiba, Nathan masuk kamarnya.


"Kakak, bisakah kau mengatakan aku menemui mu setelah sekolah? Kelasku di batalkan" Ucap Nathan dengan wajah penuh harap pada Kaylee


"Kau butuh alibi?" Tanya Kaylee mengerutkan dahinya.


"Penyihir jahat itu tidak suka aku bertemu ibuku. Tapi, ibu mau aku menyelinap keluar" Jawab Nathan sedih.


"Kau telah berbohong tentang kelas untuk bertemu ibumu?" Tanya kaylee lagi.


"Aku tidak melakukannya setiap hari. Hanya sebulan sekali" Elak Nathan.


"Baiklah, aku akan mengantarmu" Ucap lalu merangkul Nathan dan bergegas keluar.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Happy Reading All🥰🥰🥰...


__ADS_2