
Kaylee Si Gadis Konglomerat
Bab 40
Kaylee kini di kamarnya, sedang membaca buku puisi yang diberikan Galvin tadi.
"Pengacara Galvin, kau memang berbeda. Aku menyukai puisi ini" Gumam Kaylee tersenyum.
****
Di kamarnya, Galvin tak henti menatap ponselnya. Ia sedang menunggu telepon dari Kaylee.
Tapi karena Kaylee Tak kunjung menghubunginya, ia pun akhirnya menghubungi Kaylee.
"📞Kau sudah membaca puisi itu?" Tanya Galvin membuka pembicaraan.
"📞Apa kau tahu pukul berapa ini? Kau menelepon ku hanya untuk menanyakan itu?" Ucap Kaylee tak percaya.
"📞Ini siang hari di London" Jawab Galvin.
"📞Jadi, kau mau membalas ku?" Ketus Kaylee.
"📞Tentu saja tidak. Aku hanya penasaran apa kau sudah membaca puisinya?"Tanya Galvin mengulanginya lagi.
"📞Aku suka puisi ini"Jawab Kaylee.
"📞Sungguh? Hei, kita memiliki banyak kesamaan seperti saudara kandung!" Seru Galvin senang.
Galvin lalu membacakan puisinya. Lalu Kaylee melanjutkannya.
"📞 Aku memikirkan kesedihan mu di dunia yang menyedihkan" Ucap Galvin.
"📞Memikirkan kesedihan mu di dunia yang menyedihkan ini, suram seperti tanah yang kehilangan rumah" Lanjut kaylee
"📞dan sebagai rumah yang kehilangan penghuninya."ucap Galvin dan kaylee bersamaan.
Galvin lalu minta Kaylee bernyanyi lagi.
"📞Lupakan. Jika kau melewati batas lagi, aku akan menendang mu" Ucap Kaylee mengancam Galvin.
"📞Aku lega" Ucap Galvin tiba tiba.
"📞Apa?"tanya Kaylee heran.
"📞Kau masih Kaylee Smith yang aku kenal. Selamat malam" Jawab Galvin dan memutuskan panggilannya
Mendengar itu,Kaylee tersenyum.
****
Besok paginya, Galvin membantu Richard menyiapkan surat gugatan. Setelah gugatannya selesai, Galvin menunjukkannya pada Pengacara Zaan dan Pengacara Zaan menunjukkannya pada Richard.
__ADS_1
Setelah mendapat persetujuan Richard, Galvin dan Pengacara Zaan langsung pergi memasukkan surat gugatan itu.
***
sedangkan di tempat lain.
Agatha dan timnya langsung membahas gugatan Kaylee.
"Nona Kaylee baru saja mengajukan gugatan, bahwa kami memaksa para pemegang saham menandatangani surat kuasa. Kami dituntut karena pemaksaan" Ucap Pak jackie.
"Ada juga klaim bahwa kami melanggar hukum pasar modal. Mereka mengatakan kami menerima surat kuasa dari pemegang saham pada tanggal yang berbeda" Timpal Clara.
"Pasal 153 Undang-Undang Pasar Modal dan Investasi Pasar Saham. Pelanggaran dan pengungkapan surat kuasa dan dokumen referensi" Ucap Pak jackie lagi.
"Nona Kaylee lebih teliti daripada penampilannya"Ucap Clara menimpali.
"Itu berarti dia bertekad untuk menjadi CEO. Kita sudah menduga ini" Jawab Agatha.
"Pimpinan Senior juga sedang menghubungi para direktur saat ini" Ucap Pak Liam.
"direktur barra,Farraz, Harra. Bahkan hanya dengan tiga orang ini, mereka bisa mengadakan rapat darurat" Timpal pak Jackie.
"Bukankah Direktur Harra ada di pihak kita? Apakah ini informasi darinya?" Tanya Agatha heran.
"Benar" Jawab Pak Jackie.
"Mereka akan mengadakan rapat dewan darurat?" Tanya Agatha lagi.
"Haruskah kita mengirim mereka bertiga ke luar negeri sebentar?"Tanya pak Liam memberi ide.
"Tidak, tunggu. Jika mereka menghubungi Direktur Harra, maka itu berarti mereka cukup percaya diri dan tidak peduli jika informasinya bocor pada kita. Maka itu pasti berarti dua lainnya sudah bergabung dengan mereka. Cari tahu kapan dan di mana pertemuan itu akan berlangsung"perintah Agatha.
"Baik" Ucap mereka serempak.
"Tidak, gunakan Direktur Harra untuk mengadakan pertemuan di rumah" Ralat Agatha.
"Kenapa?" Tanya pak jackie heran.
"Jika sesuatu yang buruk terjadi di luar, maka itu tidak akan baik untuk kita" Jawab Agatha dan bergegas menemui Halbert.
****
"Rapat dewan direksi darurat? Keserakahannya tidak pernah berakhir. Dia begitu gigih" Gumam Halbert yang mulai merasa takut.
"Pimpinan" Ucap Agatha baru saja datang menundukkan kepalanya hormat.
Halbert lalu menatap Agatha.
Tiba-tiba, Richard datang. Richard datang diantar Bu maya.
Melihat Agatha, Richard menyuruh Agatha keluar. Agatha mengerti dan langsung keluar.
__ADS_1
Setelah Agatha keluar,Richard meminta Halbert menyerahkan posisi CEO ke Kaylee. Halbert jelas menolak. Ia beralasan, tidak bisa mundur karena dewan direksi sudah menunjuknya.
"Kau akan di hukum karena keserakahan mu. Jika kau mencoba menggangguku lagi, kau akan membayarnya. Ini masih rumahku" Ucap Richard mengancam.
Richard lalu meminta Bu Maya membawanya keluar.
Diluar,, ia bertemu Agatha yang berdiri di depan pintu.
"Kau seharusnya tetap menjadi hakim. Ini kesalahanku" Ucap Richard tanpa menatap Agatha.
Agatha tak menjawab. Ia hanya menatap dingin Richard. Setelah Richard pergi, Agatha langsung kembali ke dalam.
"Aku...tidak bisa menerimanya lebih lama lagi. Aku muak dan lelah" Ucap Halbert frustasi.
"Ini terjadi sudah lama, tapi aku pernah beruntung. Aku mulai dengan 100 dolar untuk bersenang-senang. Tapi aku hanya menyisakan 1 dolar dalam sekejap mata. Aku berpikir untuk membuangnya. Tapi aku memasukkan koin terakhir itu dan koin itu memberiku hadiah besar. Koin 1 dolar itu mengubah hidupku. Kau tidak boleh memberi satu dolar pun kepada seorang penjudi"Ucap Agatha.
Halbert mengangguk-ngangguk."Usia tua adalah penghinaan bagi keluarga" Ucap nya.
Agatha mengerti apa maksud Halbert.
Agatha kemudian berdiri dan beranjak pergi.
*SM Group ini kn punya Richard ya,,, so Richard dong yg punya kekuasaan penuh tapi disini yg sy lihat yg punya kekuasaan penuh tu si Agatha.....(isi hati para pembaca😁)
Agatha hendak pergi,, tapi langkahnya berhenti. Ia lantas berbalik dan mendongak dan melihat sesuatu.
Agatha lantas masuk ke kamar Kaylee.
"Maaf mengganggumu saat kau sedang beristirahat" Ucap Agatha pada Kaylee.
"Sopan jika tidak melakukan hal-hal yang membuatmu harus meminta maaf" Jawab Kaylee.
"Menurutmu kau bisa mengubah hasilnya jika kau mengadakan rapat dewan darurat?" Tanya Agatha.
"Aku tidak tertarik untuk bermain jika tidak ada peluang untuk menang" Jawab Kaylee.
"Ke mana perginya Nona Kaylee yang polos di masa lalu itu?" Tanya Agatha lagi.
"Entahlah. Dia mungkin meninggal di London ketika dia berusia sekitar 20 tahun. Kau harusnya tahu itu. Kau dan SM Grup membunuh Kaylee" Jawab Kaylee.
"Nona Kaylee, menurutmu berapa lama kau bisa mengandalkan Pimpinan Senior? Jika kau tidak melepaskan keserakahan mu, Pimpinan Senior mungkin akan berada dalam situasi yang sulit" Ucap Agatha dengan wajah datarnya
Kaylee mengerutkan dahinya"Apa itu ancaman? Selama aku bisa mendapatkan SM Grup, tidak penting apakah kakek meninggal atau tidak. Lagipula, kakek memang sudah tua"Jawab Kaylee.
Agatha sedikit terkejut dengan kata-kata Kaylee.
kaylee yang melihat itu menaikan sudut bibirnya"Kau tampak terkejut. Untuk melawan kalian, aku harus bertindak dan berpikir seperti kalian. Karena inilah caramu bertarung"Ucap Kaylee.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Happy Reading All🥰🥰🥰...
__ADS_1