
Kaylee SI gadis Konglomerat
Bab 46
Episode ini dibuka dengan adegan masa lalu Richard dan Halbert yang begitu buruk. Awal di mana kebencian Halbert pada Richard dan Kaylee bermula.
Flash Back...
Beberapa tahun yang lalu.
Richard memarahi Halbert yang gagal dalam berinvestasi.
Halbert membela diri nya, Ia berkata, itu adalah rintangan tersembunyi dalam krisis keuangan yang tidak bisa d iduga oleh siapa pun.
"Tidak ada masalah dengan penilaianku..." Lanjut Halbert tapi langsung di potong oleh Richard.
"Perang sudah berakhir ketika sang jenderal menyalahkan anak buahnya" potong Richard.
Halbert menggebrak meja ayahnya,"ayah!!"Ucap Halbert dengan nada tinggi.
"Kau sudah kehilangan dua perusahaan dengan penilaian mu. Aku tidak menilai mu sebagai putra ku. Aku hanya melihat mu sebagai seorang eksekutif. Kau boleh pergi" Usir Richard dengan wajah dinginnya.
Halbert pun pergi, meninggalkan ruangan sang ayah dengan wajah kecewa.
*Sang putra kehilangan kepercayaan ayahnya dan sang ayah merasa di kecewakan oleh putranya.
Richard lantas membuka lacinya dan mengambil foto Kaylee.
"Kaylee,kau adalah masa depan SM Grup" Gumam Richard dengan mata terus menatap foto Kaylee.
*Keinginan dari seorang ayah yang memimpikan alternatif yang tidak konvensional. Lalu keinginan seorang putra yang tidak bisa menyerahkan kedudukan tertinggi. Di kastil besar ini, ada generasi dengan beragam ambisi.
Di sisi lain...
Alex yang baru bangun dari tidurnya, segera turun dari tempat tidurnya. Ia lalu meneguk segelas air sambil menatap istrinya yang masih terlelap di ranjang satunya.
__ADS_1
*Sang suami harus mempertahankan pernikahan palsu untuk menjadi pewaris SM Grup...
Halbert menyendiri di ruang kerjanya setelah di marahi sang ayah. Wajahnya terlihat kecewa.
Siang hari..
Ghesia sedang merangkai bunga, di ruang makan, di temani dua pelayan.
*Dan sang istri bergantung di sana untuk mendapatkan kebebasan dan cinta sejati.
Alex dan ibu nya beranjak menuju ruang makan. Mereka lalu berhenti melangkah sejenak dan Elizabeth memakaikan penjepit dasi di dasi Alex.
*Sang ibu mencoba untuk menguasai SM Grup melalui putranya.
Freya masuk ke ruang kerja halbert dan mendekati Halbert yang sudah menunggunya di sana. Hari itu, adalah hari peringatan kematian ibu kandung Halbert.
"Sayang, berapa lama lagi aku harus di sembunyikan?" Tanya Freya pada Halbert.
*Dan seseorang yang lain mencoba menggunakan cinta pimpinan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar.
"Itu dia. Itu semua perbuatan Ariel. Ariel membunuhnya dan membuang jasadnya di sungai" Ucap Albern dengan mata fokus menatap naskahnya itu.
Tapi kemudian, Albern meralat naskahnya.
"Tidak. Ariel bersama Bu Harsa malam sebelumnya. Dia bersama Bu Harsa, jadi dia tidak mungkin..."Ucap Albern menggantung.
Albern kemudian marah. Ia mengambil semua kertas kertas naskahnya dan menghamburkannya ke lantai.
*Aku penasaran bagaimana seniman penuh kreativitas artistik ini mencapai keinginannya. Setiap orang memiliki kebebasan untuk memiliki ambisi, tetapi masa depan keluarga tergantung pada mereka...
Halbert berdiri di dekat jendela,ia kemudian mendongak dan menatap tajam keluar jendela.
Tim GOLD berdiri di depan kolam kastil SM.
*Dan masa depan mereka diciptakan oleh GOLD.
__ADS_1
Flash Back Endd....
(author kasih spoiler nya dikit dikit ya biar tambah penasaranðŸ¤ðŸ¤)
***
Agatha memutar rekaman kata kata Kaylee, saat ia dan Kaylee bicara tepat sebelum sang kakek tewas.
"Selama aku bisa memiliki SM Grup, aku tidak peduli jika kakekku meninggal. Lagipula kakek sudah tua"
Kaylee terkejut ternyata Agatha merekam kata kata nya diam diam.
Agatha dengan wajah dingin, menyuruh Kaylee menandatangani dokumen pelepasan hak manajemen itu.
"Baiklah. Aku akan menandatanganinya" Ucap Kaylee,ia pun membubuhkan tandatangannya.
Setelah itu, ia menatap Agatha dengan tatapan marah.
Kaylee kemudian berdiri dan berhenti melangkah tepat di depan akuarium Picasso.
Kaylee lantas menatap Picasso, sebelum akhirnya ia melemparkan permen karet di mulutnya ke dalam akuarium.
Halbert menatap Agatha dengan tatapan syok. Tatapannya seolah menyiratkan bahwa ia baru sadar semengerikan apa wanita yang sedang duduk di hadapannya sekarang.
****
Kaylee kembali ke kamarnya.
Tangisnya pecah teringat kata kata Agatha bahwa ia lah yang telah membunuh Richard.
Kaylee menangis sampai dadanya terasa sesak.
Lantas apakah Kaylee menyerah begitu saja? Tentu tidak. Ia mengeluarkan alat perekam berbentuk pena dari dalam bajunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Happy Reading All🥰🥰🥰...