Kaylee Si Gadis Konglomerat

Kaylee Si Gadis Konglomerat
BAB 27


__ADS_3

Kaylee Si Gadis Konglomerat


Bab 27


Seorang wanita tua, dengan rambut yang sudah memutih sepenuhnya pun menoleh.


Tak lama, Kaylee dan Galvin datang.Kaylee dan Galvin lantas membungkuk kan badannya, memberi hormat pada wanita yg mengenakan Vestimentum itu.


Wanita itu lalu menyuruh mereka untuk masuk ke dalam rumah nya dan Wanita itu menyuguhkan susu organik putih untuk Kaylee dan Galvin.


Kaylee dan wanita itu sama sama duduk dan saling menatap.


galvin berdiri di belakang Kaylee.(seperti bodyguard guys😎)


Telepon yang ada di belakang wanita itu berbunyi.


Wanita itu memencet tombol loud speakernya.


"📞Ma'am, we decided to choose the place we told you before." terdengar suara seorang pria.


"📞Big data company in Singapore?" tanya wanita itu.


"📞Yes, that's right." jawab pria itu.


"📞Yes, I told you already. ASEN which is the current trend. Negotiate the investment amount with Charlie. I'm in a meeting right now." ucap wanita itu.


"📞He is meditating now. He experienced mental confusion after the failure of South American investment." jawab si pria.


"📞Let's talk later, okay?" ucap wanita itu.


Sambungan terputus.


Wanita tua itu lalu menatap dan bertanya ke Kaylee, "kenapa? Apa kau mengharapkan rentenir dengan tangan berminyak yang sukses di Rajabasa? Itulah cara orang lain berhasil. Dari awal, aku mendapatkan kekayaanku dari berbisnis dengan tempat seperti Goldman Sachs. Di Indonesia, aku hanya meminjamkan kepada perusahaan menjanjikan yang kekurangan uang"Ucap Wanita tua itu yang maksud kedatangan kaylee dan Galvin.


"Anda seorang investor besar untuk perusahaan domestik" Ucap Galvin.


"Banyak juga dari mereka yang gagal karena mereka tidak dapat membayar bunga." jawab wanita itu.


"Aku mendengar tentangmu. Kau menghasilkan uang dari perusahaan asing, dan melakukan banyak hal baik untuk perusahaan domestik. Kau juga seorang kapitalis kejam yang menghancurkan tanpa ampun jika mereka tidak menepati janji." ucap Kaylee.


"Kenapa kau berbelit-belit? Katakan saja aku rentenir jahat tanpa darah dan air mata. Jadi, kenapa aku harus memberikan pinjaman kepada SM Distribution?" jawab wanita itu.


Kaylee langsung menyuruh Galvin keluar. Galvin mengerti. Ia lalu membungkukkan badannya pada si rentenir dan beranjak pergi.


"Aku tahu kau mengenal kakekku selama lebih dari 30 tahun" Ucap Kaylee menatap wanita tua itu dengan serius setelah galvin sudah keluar.


"Dia pria yang murah hati dan penuh kasih sayang. Bisakah kau melawan  Halbert Smith dan mengalahkannya? Bukankah dia juga tetap ayahmu?"Ucap Wanita itu.


"Aku tidak sedang berusaha untuk berperang melawannya. Aku mencoba menemukan orang yang membunuh ibuku. Sekarang, aku bertaruh dengan anda memakai perasaanku."Ucap Kaylee.


"Lalu kenapa kau membutuhkan perusahaan?"Tanya wanita itu.


"Karena aku membutuhkan uang dan kekuasaan yang di berikannya."Jawab Kaylee.

__ADS_1


"Apa itu alasannya aku harus memberimu pinjaman?" Tanya wanita itu.


"Kau harus menemukan alasannya sendiri. Aku hanya punya kejujuran. Untuk lebih jujur lagi, bahwa kau yang akan memutuskan nasib ku, itu menyakiti harga diriku."Jawab Kaylee.


"Apa yang di luar itu temanmu?"Tanya wanita itu lagi.


"Dia pengacaraku."jawab kaylee.


"Sebuah pohon dengan akar yang tebal dan dalam terjebak dalam pot dan sulit bernapas. Bertambahnya usia membuat orang menjadi konyol. Kau harus pergi sekarang."Ucap wanita itu.


Si rentenir lalu mengantarkan Kaylee keluar.


Saat Kaylee hendak pergi, si rentenir berkata, bahwa Kaylee mirip dengan Richard.


Kaylee menoleh tapi hanya sebentar, setelah itu ia beranjak pergi dengan Galvin.


"Apa yang dia katakan? Apa dia mengatakan dia akan membantu?" tanya Galvin pada Kaylee begitu mereka berjalan meninggalkan kediaman si rentenir.


Kaylee tak menjawab. Sorot matanya menggambarkan bahwa suasana hatinya sedang kacau saat itu. Kaylee kemudian pergi. Galvin menatap Kaylee dengan sorot mata heran.


Kaylee berlari di lapangan, tanpa alas kaki.


Galvin ikut berlari, mengikutinya.


Galvin kembali menatap Kaylee dengan tatapan heran.


Galvin yang sudah tak kuat berlari, akhirnya berhenti berlari dan membiarkan Kaylee berlari sendirian.


Flashback....


Kaylee berlari di lapangan, sambil teriak, bahwa ia adalah Kaylee Smith.


Nyonya Dania menyusul Kaylee dan ikut menemaninya berlari.


"Sayang, bertahanlah" Ucap Nyonya Dania.


Kaylee akhirnya berhenti berlari. Nyonya Dania tanya, apa yang membuat Kaylee sangat kesal, hingga berlari seperti itu.


Kaylee menunduk.


"Ayah terlalu sibuk untuk datang ke sekolah. Tapi, yang lain terus mengejek ku. Mereka bilang aku tidak punya ayah" Ucap Kaylee dengan suara pelan.


"Ditambah lagi, kau gagal dalam tes mu, jadi, itu pasti berat untukmu"Ucap Nyonya Dania yang mengerti perasaan anak nya sekarang.


Nyonya Dania kemudian menasihati Kaylee.


"Akan ada masa yang lebih sulit di masa depan. Setiap kali itu terjadi, berlari lah. Ketika kau melakukannya, kau akan  segera melupakan masa-masa sulit dan kau akan menjadi lebih bahagia" Ucap Nyonya Dania.


"Apa ibu melakukan itu juga?" Tanya Kaylee yang akhirnya mendongakkan kepalanya menatap ibunya.


"Tentu. Karena kau putriku, jadi, kau bisa berlari dan bertambah kuat" Ucap Nyonya Dania menyemangati.


Senyum Kaylee pun seketika merekah.

__ADS_1


"Aku mau berlari sedikit lagi"Ucap Kaylee.


Kaylee pun kembali berlari, bersama ibunya.


Flashback end....


Kaylee masih berlari. Ia ingat nasihat ibunya.


'Tentu. Karena kau putriku, jadi, kau bisa berlari dan bertambah kuat'


Galvin datang menyusul Kaylee.


Mereka akhirnya berhenti berlari dan duduk di pinggir lapangan. Kaylee lalu cerita ke Galvin, kalau berlari adalah cara ia untuk meredakan stres.


"Aku selalu berlari saat sedih atau suasana hatiku sedang buruk. Ini metode yang diajarkan ibuku. Seperti aku. Setelah aku berlari seperti ini, aku merasa lebih baik dan aku merasa lebih berenergi. Dulu, biasanya ibu selalu berlari bersamaku. Kupikir tidak ada teman yang lebih baik daripada ini bagiku karena aku sendirian"Jelas Kaylee.


"Kenapa kau sendirian? Aku berlari di sebelahmu. Apa aku bukan manusia?" Tanya Galvin.


Kaylee tertegun mendengarnya. Kaylee lalu tiba tiba saja merasa canggung. Untuk mengusir kecanggungannya, ia pun  mengalihkan topik pembicaraannya dengan mengaku lapar.


"Ingin makan daging panggang?" Tanya Galvin.


Kaylee mengangguk.


"Aku tahu tempat yang bagus" Ucap Galvin dan beranjak duluan,kaylee terdiam menatapnya.


***


Clara sedang menambah riasan bedaknya di toilet. Tak lama, Aleda datang dengan wajah stress.


Clara menatap Aleda.


"Ekspresi wajahmu menunjukkan segalanya" Ucap Clara.


"Ini benar benar membuatku gila. Aku bahkan meretas emailnya dan tetap tidak mendapatkan apa pun" Ucap Aleda benar benar frustasi.


"Tenggat waktunya sebentar lagi. Apa kita semua akan mati malam ini?" Ucap Clara.


"Aku kagum padamu, kau masih bisa mengurus penampilanmu di saat-saat seperti ini" Ucap Aleda lalu menatap pakaian clara.


"Aku belum pernah melihat pakaian ini sebelumnya. Aku jatuh cinta dengan ini di runway Paris jadi, aku melepasnya dari modelnya(membelinya). Ini langka dan sulit ditemukan di Indonesia"Ucap Clara dengan tersenyum bangga.


Aleda tersenyum geli mendengarnya. Karena urusannya di toilet sudah selesai, Aleda mau pergi tapi tiba-tiba saja ia teringat sesuatu.


Aleda kemudian berbalik dan menatap pakaian Clara lagi. Clara salah paham, ia fikir Aleda naksir bajunya.


"Kurasa aku pernah melihat pakaian ini di suatu tempat." Ucap Aleda.


"Di mana?" Clara mengerutkan dahi nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Happy Reading All🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2