
"Foto yang manis namun tidak dengan kisahnya," cibir Kean masih menatap foto tiga orang yang tertera di layar. "Caramu terlalu menjijikan untuk merebut dia dari saya."
"Tidak ada yang beda dari Kita, Kean. Kita sama saja."
Foto perempuan yang ada di antara mereka adalah foto perempuan yang pernah dekat dengan Kean. Saking akrabnya banyak yang mengira kalau mereka sepasang kekasih.
Terlalu akrab, jelas menjadi pupuk yang membuat benih-benih cinta tumbuh subur. Namun Zidan-lelaki yang ada di hadapan Kean saat ini juga diam-diam menyimpan perasaan pada perempuan bernama Alma itu. Hingga timbulah sebuah rencana jahat. Dia menjebak Kean membuat pria itu terlihat buruk di mata Alma.
Hari itu Kean ditantang untuk menaklukan perempuan idola kampus seperti Hanum. Kean yang suka tantangan dan merasa mampu akhirnya setuju. Padahal tidak ada reward di antara mereka namun Kean selalu butuh validasi dari orang lain.
Dari rumah dia sudah berdandan rapih. Dia juga menyiapkan barisan kalimat manis sebagai puisi, tak lupa dia menyiapkan hal-hal romantis yang dianggap akan menaklukan hati seorang Hanum.
Saat istirahat, Kean memberi sogokan pada salah satu teman Hanum agar mau di ajak ke tempat yang telah di siapkan. Hanum datang, namun dia tidak tertarik sama sekali dengan apa yang dilakukan Kean.
Semua usaha Kean sia-sia. Hanum mengatakan kalau dia tidak bisa menerima pria lain selama Kaif masih berdiri di sampingnya. Hari itu Kean dibuat malu oleh usahanya. Teman-temannya banyak yang menertawakan dirinya kecuali Hans.
Aksi Kean ternyata direkam oleh Zidan dan ditunjukan pada Alma. Zidan mengatakan kalau Kean tidak pernah mencintai Alma dan hanya ingin bermain-main. Dia juga menambahkan kalau selera Kean itu memang Hanum yang jelas keturunan orang kaya, cantik, dan juga pintar.
Alma yang patah hati didekati dan diberikan perhatian oleh Zidan. Hingga suatu malam Alma yang terkena rayuannya luluh dan mau menyerahkan dirinya pada zidan. Mereka larut dalam hasrat haram yang memabukan. Tanpa Alma tahu kalau kejadian itu kembali direkam oleh Zidan.
__ADS_1
Besoknya Zidan menemui Kean, mengatakan kalau orang seperti Kean tidak pantas ditolak oleh siapa pun. Zidan juga memanas-manasi dengan mengatakan kalau dirinya jadi Kean akan membuat Hanum hancur. Sehancur dirinya yang telah dipermalukan.
Jiwa muda yang masih bergejolak itu pun membenarkan ucapan Zidan. Dia memang tidak pantas untuk di tolak kata Kean saat itu.
Saat pulang ke rumah dan mengetahui kalau keluarganya di undang ke sebuah resepsi pernikahan Kean awalnya tidak tertarik untuk ikut. Akan tetapi setelah melihat nama mempelai pria dalam kartu undangan, dia menjadi penasaran. Dia pun setuju untuk hadir apalagi kata Bimo dia akan dikenalakan pada anak salah satu rekan bisnisnya. Kean berpikir secantik apa anak rekan bisnisnya, kalau lebih cantik dari Hanum dia akan menggunakan kesempatan itu untuk membalas Hanum. Niatnya dia ingin melihat reaksi Hanum namun ucapan dan hasutan Zidan telah tertancap kuat pada jiwa muda Kean.
Dengan mengeluarkan biaya tambahan, Kean mengetahui nomor kamar Hanum sekaligus menadapat akses untuk masuk. Dia bekerja sama dengan salah satu pegawai hotel yang ternyata sudah bekerja sama dengan Zidan.
Saat Kean tengah melarikan diri sambil menahan sakit akibat hantaman lampu yang dilakukan Hanum, Zidan datang dengan pegawai hotel tadi. Dengan rasa penuh kemenangan dia mengatakan Kean bodoh. Dengan percaya dirinya dia mengatakan kalau semua rencana itu dilakukan demi mendapatkan Alma. Dia juga memperlihatkan rekaman dirinya yang tengah bergulat penuh hasrat bersama Alma.
"Bang***" Kean turun dari motor langsung meninju wajah Zidan.
Terjadilah baku hantam, namun keadaan kurang menguntungkan bagi Kean. Di mana dia tengah menahan sakit harus menahan serangan dari dua orang sekaligus. Jelas dirinya kalah. Sekedar untuk berteriak meminta tolong atau bangun pun dia susah. Sebelum matanya tertutup Kean sempat menggumamkan kata maaf untuk Hanum. Sedangkan Zidan dan pegawai hotel tadi kabur membawa barang-barang milik Kean agar disangka terjadi permpokan.
Kean tertawa keras, "Zidan, Zidan kamu pikir bisa menang lawan seorang Kean? Hanya segitu aja kemampuan kamu melarikan diri?"
Kean menampar wajah Zidan, "Bangun Zidan mimpi mu terlalu tinggi. Cara berpikir mu mudah terbaca. Kamu mengawasi Hanum dengan niat agar aku merasa takut kamu membocorkan rahasia ini pada dia. Begitu kan?"
Zidan menelan ludah, apa yang dikatakan Kean memang benar rencananya. Dia pikir dengan begitu bisa mengendalikan Kean namun dia lupa siapa orang yang tengah dihadapi. Kean merupakan manusia yang tak takut mati, lihat saja saat dia tengah beraksi di sirkuit balapan liar. Rintangan yang menguji nyawa dia lahap tanpa sisa. Masuk rumah sakit berkali-kali pun tak membuat dirinya kapok.
__ADS_1
"Sudah ditemukan soslusinya?" tanya Kean angkuh. "Membuka rahasiaku sama dengan mengorbankan Alma dan anak kalian. Tinggal pilih mana yang. Menurut kamu baik. Tutup mulut dan diam di penjara atas kasus pembegalan tapi Alma dan anak kalian aman. Kamu masih bisa melihatnya atau memang ingin mengorbankan mereka."
"Kamu benar-benar licik Kean," teriak Zidan memberontak.
"Baru tahu?" balas Kean tersenyum mengejek, "padahal aku sudah berbaik hati memberikan tawaran. Oh iya gak perlu khawatir tentang Alma, udah gak tertarik sama sekali."
Kean kembali tertawa saat Zidan kembali diam tak mampu membalas ucapannya. Dia meninggalkannya kemudian masuk ke dalam kamar yang biasa ditempati. Duduk di tepi pembaring sambil mengusap wajah. Saat memejamkan mata, bayangan Ibam tengah tersenyum dan melambaikan tangan melihat kedatangan dirinya.
"Ken, Lo, ok?" Hans menghampirinya saat melihat Kean terlihat tidak baik-baik saja.
Kean menoleh sejenak dan melempar senyum tapi tak menjawab apa pun. Dirinya tengah dilanda gundah. Sejak bertemu Ibam dan melihat betapa tulusnya anak itu menerima kehadiran dirinya, ada rasa bersalah yang menyusup ke dalam hati. Merasa bersalah telah melakukan hal buruk dan tak bertanggung jawab. Merasa malu saat Ibam yang polos begitu terbuka menerima kehadiran dirinya. Padahal dia lah penyebab Ibam lahir berbeda dari orang lain.
Masih ada waktu untuk bertanggung jawab. Akan tetapi bagaimana dengan Hanum. Sejauh dia tidak mengetahui atau menyadari bahwa Kean adalah orang yang telah membuat dirinya sengsara itu masih aman. Akan tetapi sampai kapan rahasia itu akan aman. Bisakah selamanya.
Kean bangkit setelah menemukan solusi dan yakin kalau cara itu adalah cara yang pling tepat.
"Bro, gue titip lagi orang itu," kata Kean segera memakai jaket yang ada penutup kepalanya.
"Lah, emangnya mau kemana lagi?"
__ADS_1
"Menyelesaikan misi."
Misi apa yang dimaksud Kean? Apakah itu menaklukan hati Hanum? Memangnya bisa?