Keberuntungan Cinta

Keberuntungan Cinta
Awan Kelabu


__ADS_3

Semilir angin menyapa tubuh kecilku. Gemetar badanku tak kuasa menahan dingin malam itu. Aku berjalan diantara pohon jalanan. Temaram mataku sayup-sayup menatap dalam gelap. Ada sesuatu yang datang, tiba tiba aku melayang. Rasanya seperti ringan diatas awang, didalam kepala ku terpikir sesuatu. apakah aku akan pergi? pergi ketempat yang dikatakan semua orang surga? apakah aku sudah mati? tiba tiba semua berdengung dan aku sudah tak bersama diriku lagi.


******


Sekelebatan cahaya tiba tiba datang menyilaukan mataku. Terdengar sayup sayup suara memanggil, entah aku atau siapa yang dipanggil, ku coba ikuti dan melangkah ke ujung cahaya itu. Tiba tiba aku terbangun dari tidur panjangku.


Remang remang ku lihat seseorang berdiri di depan mataku. Berbaju putih,dengan stetoskop mengalungi lehernya. Seorang dokter bicara padaku perlahan, senyuman dokter itu manis, sambil berkata padaku.


 "Anda sudah sadar nona, apakah bisa mendengarkan saya?” Dokter mengarahkan Light Pen ke arah mata ku. Memeriksa kondisiku secara menyeluruh.


 “Syukurlah nona sudah sadar, keajaiban tuhan yang telah datang. 1 bulan sudah nona berbaring ditempat ini. Setelah ini pemeriksaan akan dilanjukan oleh perawat. Selamat telah kembali nona, kebahagian untuk kami semua. Saya akan panggilkan Suami anda.” Dokter itu berlalu meninggalkan ku dan bergantian dengan perawat yang akan melanjutkan medical checkup ku.

__ADS_1


Dengan kepala yang masih sakit, aku berpikir cukup keras memahami keadaaan. Aku lihat sekeliling dengan seksama. Semua berwarna putih, tak kurang berisiknya dengan alat kontrol jantung.


Aku  mulai berfikir aku kenapa, kenapa bisa ada ditempat ini. Terakhir ingatanku, aku sedang berjalan pulang menuju kosanku.


Langkah kaki berdecit berjalan ke arahku, kulihat seseorang dengan perawakanyang tinggi. matanya sedikit sipit, dia putih, berwajah dingin. Dia melihat ke arahku, lalu berbicara dengan dokter.


Mereka berbincang jauh dari ranjangku. Namun dengan ekspresi yang serius, membuatku penasaran dengan semua keadaan. Aku tidak bisa memahami apapun saat ini. Semuanya masih membuatku kebingungan.


Aku tau aku dirumah sakit, tapi karena apa? lalu laki-laki itu siapa? dalam lamunanku itu mereka mendekat.


Dengan jantung yang berdebar, nafas tak beraturan, aku tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.

__ADS_1


 "Baik saya permisi dulu, silahkan anda dan suami brbincang.” Ucap dokter itu mengakhiri pembicaarn padaku.


 "Siapa kamu?" tanyaku pada pria yang berdiri didepanku dengan memangku tangan tanpa ekspresi. Dia masih saja diam dan mengamati ku dengan perlahan.


 "Are you oke?" dengan suara yang sangat berat dia bertanya padaku. Tanpa menjawab pertanyaanku. Aku mengangguk perlahan.


Dia menarik kursi perlahan yang tak jauh dari ranjangku dan duduk disamping ranjang ku. Aku hanya melirik dengan sejuta rasa penasaran. Suami? koma? 1 bulan? dia siapa? dimana ibuku? semua dikepala ku berputar putar.


 "kamu hebat, dengan kondisi yang kamu alami dan kamu bertahan hingga kini." Dia berbicara padaku tanpa ekspresi sedikitpun.


 "kamu sudah koma selama 1 bulan, dan saya yang membawa kamu kerumah sakit ini." intonasi pria ini makin serius. Dengan menyeringitkan kening, aku bertanya perlahan.

__ADS_1


 "apa yang terjadi pada saya? dimana ibu saya? jika saya koma 1 bulan tidak mungkin dia tidak ada bersama saya. dia pasti mencari saya"


 "saya tidak tahu siapa kamu, tidak ada identitas apapun yang saya temukan ketika saya membawa kamu kesini. kamu mengalami kecelakaan. keponakan saya yang menabrak kamu.” Aku terdiam seribu bahasa, mencoba untuk mengingat kembali apa yang terjadi. namuan semuanya blank. Aku tak bisa ingat apapun.


__ADS_2