
Khayalan ini di kuar kendali.
jika ini benar tidak ada jawabannya
Apakah ini tidak ada apa apa untuk bermimpi
Kebahagiaan ini terhubung Ke masa depan
yang tak berujung selama nya
-Moshikashitara-
Jepang adalah tempat impian semua orang. Kota yang indah, orang yang ramah. semua hal tentang jepang aku suka.
Sudah dari dulu aku berkhayal untuk berlibur disini, dan sekarang aku sudah di jepang. Namun sayang, semua rencana liburan yang Aku dan Hana persiapkan gagal tak bersisa.
Hana harus ke London karena urusan penting, dan aku harus terkulai lesu di Villa karena kaki ku sedang terkilir.
Bibir ku mengkerut kedepan karna sedikit kesal. kaki ku terkilir dan harus di perban selama 3 hari, semua mengesalkan.
Kamarku ada di lantai bawah, sedangkan kamar william ada di lantai 2. aku bersyukur karna akan sangat sedikit kesempatan ku untuk terus bertemu dengan nya.
Di villa ini sudah ada pelayan yang mempersiapkan kebutuhan kami. berhubung aku sedang sakit, makanan ku di antar langsung ke dalam kamar.
Tok tok tok, suara pintu kamarku di ketuk. Terdengar sayup sayup dari kamar mandi. Seperti nya bibi pelayan sudah mengantar makananku, pikirku sendiri. Aku bergegas bersih bersih dan mandi, agar bibi tidak perlu menunggu ku keluar.
Aku langsung keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk. berjalan perlahan berpegang pada dinding.
__ADS_1
terkejutnya aku saat melihat william duduk di atas kasurku, Dia memandangi ku dengan senyuman. Sepertinya dia lah yang mengantarkan makanan ku bukan bibi pelayan.
Aku ternganga dan berdiam sejenak. William berjalan mendekat ke arahku. Ia rundukkan wajahnya mendekati wajahku. sambil tersenyum licik ia berkata pada ku.
"kamu kenapa diam saja disini, menunggu ku untuk menggendong mu lagi?" goda nya.
Aku tersipu malu, pipi ku memerah. wajahku begitu dekat dengan pria tampan.
William membantuku berjalan ke arah kasur, dia memapah pundak ku dengan lembut. setelah aku sampai di dekat kasur, william berjalan menuju pintu keluar.
"aku akan menunggu diluar, saat kau selesai panggil aku lagi." ujarnya padaku sambil berjalan.
William meninggalkan ku untuk berpakaian, setelah selesai aku memanggil william untuk masuk lagi.
"Pak william". panggil ku, sesaat aku lupa untuk tidak memanggilnya pak.
William masuk dengan cemberut.
"oh maaf, aku lupa." ujarku sedikit merunduk.
William mengambil makanan yang terletak di atas meja dan membawa nya mendekati ku. Dia mulai mengambil sendok dan menyendok sedikit makanan untuk disuapi padaku.
Aku tertegun malu menyaksikan nya.
"tak usah malu menatapku, aku akan merawatmu. aku berjanji pada hana, jadi kmu jangan kegeeran." ledek william padaku.
"Ya sudah, aku bisa makan sendiri." aku sedikit sewot mencoba meraih sendok dari tangan william.
__ADS_1
Ia menjauhkan sendok dari jangkauan ku, hingga wajahku tanpa sadar mendekati wajahnya.
William menatapku dengan senyuman menggoda.
tiba tiba saja william memakan makanan di tangannya dan langsung menciumi ku tanpa permisi.
Makanan yang ada di dalam mulutnya ia pindahkan ke dalam mulut ku. aku terkejut, mata ku terbelalak, jantungku berpacu dengan sangat cepat. tak ada sepatah kata pun bisa aku ucapkan. aku hanya menatapnya melongo.
William tersenyum senang melihat tingkahku, ia kembali menyendok makanan yang ada di mangkuk dan mencoba menyuapi lagi.
Aku masih saja mematung dengan apa yang baru saja terjadi.
"Hey, kau mau aku suapi seperti tadi lagi?" william menyadarkanku.
Aku langsung menggeleng tanpa kata kata dan memakan makanan yang ia suapi.
"Good girl" ucapnya padaku sambil membersihkan sisa makanan di bibirku.
Otak ku rasa nya membeku dengan apa yang baru saja terjadi. Pipi ku memerah seperti kepiting rebus. william hanya tersenyum menatap wajahku memerah. Seperti nya dia samgat senang mempermainkan ku seperti tadi.
Rasa nya aku akan jadi gila saat hanya berdua dengan william. Dia selalu bisa mengacak perasaan ku.
Setelah makanan habis, william beranjak pergi membawa tempat makanan itu ke luar. sesaat setelah william keluar, aku menggila.
"astaga tuhan, apa yang dia lakukan tadi? ujarku sendiri sambil memukul kan bantal ke kepala ku.
Aku histeria dengan hal yang tak pernah aku alami. perasaan ku berkecamuk antara senang dan sedih. Senang karna aku dicium william lagi dan sedih karna aku lagi lagi dicium tanpa permisi.
__ADS_1
Aku benar benar gila dibuatnya. jantung ku berdetak tak beraturan. jangan sampai aku tergoda oleh william, pikirku sendiri.
Hari ini berlalu dengan cepat, malam pun datang memanjakan kota jepang nan indah. aku bersyukur karena saat makan malam datang, bukan william lagi yang datang.