
Hari hari yang panjang penuh dengan kebosanan, sudah hampir seharian aku uring uringan di atas kasur. setidaknya hanya beranjak sedikit untuk minum atau makan.
astaga, entah kenapa aku jadi semalas ini. tidak tahu apa yang akan dilakukan, tidak tau arah tujuan, sepertinya aku benar benar buntu.
tak punya handphone, aku benar benar buta dengan keadaan. aku berniat untuk mencari lowongan pekerjaan, atau setidaknya kerja paruh waktu untuk sementara. namun apa daya, untuk bisa mencari informasi aku harus berjalan berkeliling kota. dengan kemalasan yang menjadi, aku urungkan niat itu.
sudah terbayang di kepalaku betapa lelah dan menghabiskan sisa sisa uangku. aku melangkah ke lantai bawah untuk meminjam telfon pada penjaga kos kosan. aku sudah sangat rindu pada keluarga ku, ibu dan adik adik ku juga pasti merasakan hal yang sama.
ku lihat penjaga kos sedang berbicara dengan seseorang, pria dengan jas hitam rapi tampak serius berbincang dengannya. ku pelankan langkah kaki, secara tidak langsung menunggu agar obrolan mereka cepat usai. tidak sengaja penjaga kos menoleh padaku, tiba tiba ia panggil aku dengan wajah yang sumringah.
"ay, sini.. lo di cariin orang nih." penjaga kos itu menoleh lagi pada pria berjas hitam itu sambil menunjuk padaku.
aku tak tau apa yang mereka bincangkan. namun pria itu tampak kaku dan tak ada ekspresi. berpapasan langsung denganku pria berjas hitam itu menolah padaku dengan sedikit senyuman. suara berat keluar dari rongga mulutnya.
"benar dengan nona ayassa?" tanyanya padaku. aku hanya mengangguk kebingungan.
"saya ditugaskan untuk menjemput non bertemu seseorang. saya hanya diberi waktu 1 jam, dan sekarang sudah lewat 30 menit. saya harap non bisa membantu tugas saya dengan kerja sama nya".
pria itu sangat kaku bicara padaku. seolah olah aku adalah tuan putri dan dia adalah pesuruhnya. aku merasa tak enak. ku tanya dengan suara pelan.
"saya akan bertemu siapa pak?" ekspresi penuh tanda tanya.
"baik nya non ikut saja. saya bukan orang jahat kok" ucapnya sembari mengeluarkan kartu identitas nya.
"oke baik pak, tunggu disini sebentar. saya akan siap siap segera" aku berlari kecil menuju ke kamarku.
mobil melaju cepat tanpa hambatan, jalanan memang tidak terlalu ramai. mobil mercedez benz keluaran 2012 itu hanya berisi aku dan si bapak berjas hitam.
sudah sekitar 10 menit di perjalan, si bapak masuk ke sebuah perumahan elit yang tterkenal dengan kemewahan dan keindahannya.
__ADS_1
mulutku ternganga dan hanya bisa memandangi setiap rumah rumah yang terlewati. dan akhirnya berhenti di sebuah rumah yang sangat besar, tertulis MANSION LOIS di altar terdepannya. pintu dibuka dan aku dipersilahkan turun.
"silahkan non ikut saya masuk kedalam. seseorang telah menunggu sedari tadi" si bapak mengajakku masuk ke dalam.
Aku melangkah ke arah pintu masuk mengikuti si bapak, pintu terbuka dari dalam. sangat banyak pelayan berjejer menyambut kedatangan kami. kecanggungan membekukan badanku.
dari tangga tak berapa jauh dari ruang tamu turunlah seorang gadis cantik yang berlarian ke arahku seraya ingin memeluk ku.
"kakaak, akhirnya kamu datang" ujarnya sambil senyum kepada ku.
Aku hanya diam terpaku dan membeku. Tanpa aba aba gadis itu menarik tanganku dan berjalan menaiki tangga yang berukiran angsa di pegangannya.
kami menuju ke kamar si gadis cantik yang bernama hana ini. kita memang sudah saling berkenalan, tapi rasa canggung tak mampu aku tepis. diam adalah ekspresi yang paling sering ku perlihatkan.
kamar bergaya eropa dengan cat putih menghiasi dindingnya, tertata rapi semua hal indah di dalam nya. terpajang satu foto yang membuat aku berubah fokus. foto seorang gadis memeluk pria dengan sangat hangat, namun aku tau itu adalah hana dan kakaknya. yang belakangan ini telah masuk kedalam hidup ku secata tidak langsung.
hana yang duduk di sofa tamu kamarnya memanggilku untuk duduk di sebelahnya.
"iya gapapa hana." jawabku simple
"aku tau, kesalahan ku sangatlah fatal dan berakibat buruk pada kehidupan kakak. aku minta maaf untuk hal itu. izinkan aku untuk menebus kesalahan ku ini. aku mohon". Hana menggenggam erat tanganku. mata nya tampak berkaca kaca.
Di dalam lubuk hati ku terdalam aku merasa masih sedikit jengkel pada semua hal yang terjadi. mengetahui bahwa hana adalah penyebeb semua nya juga sangat mengganggu ku. gadis ini sebenarnya sangat baik. apa yang harus aku lakukan, aku benar benar bingung dengan kondisi ku sekarang.
karna aku hanya terdiam, hana menganggap permintaannya terpenuhi. hana menggerakkan tangan nya seolah memberi tanda pada pelayan untuk melaksanan sesuatu.
Dari luar, masuklah seorang pelayan membawa nampan berisikan banyak benda. nampan itu diletakkan di atas meja, dan betapa terkejutnya aku melihat benda yang ada dihadapan ku itu.
Handphone, kartu kredit, kunci mobil, kunci rumah. Membuatku benar benar ternganga.
__ADS_1
"Maksudnya ini apa hana?" aku menolah pada hana dengan penasaran.
Hana tersenyum padaku sambil berkata
"Sudah ku katakan, izinkan aku menebus kesalahan ku. maksud ku adalah, karna kecerobohan ku kakak mengalami banyak kesulitan pada kehidupanmu. aku tak bermaksud menebus nya dengan harta, namun aku tau kau juga pasti saat in membutuhkan ini."
Ku tarik nafas panjang, aku memang membutuhkan ini namun tak perlu sampai seperti ini, racau ku dalam hati.
"oke hana, pertama aku sangat berterima kasih bahwa kamu akan membantu ku. tapi apa ini tidak berlebihan?" tanya ku lagi.
"tak ada yang berlebihan kakak, ini memang pantas kamu dapatkan. pertama hp mu ga ada. kedua kamu masih nge kost kan? ketiga aku yakin untuk saat ini kamu tidak punya pekerjaan dan yang ke empat kunci mobil ini akan sangat membantu mu. aku mohon terima laah." dia rapatkan tangan di hadapanku seraya memohon.
Fikirku sangat panjang, ini memang samgat menggiurkan. tapi apa aku pantas, pikir ku dalam hati.
"aku rasa, aku akan menerima handphone ini saja".
aku menunjuk salah satu barang di atas nampan.
Hana terlihat samgat senang, ia merasa bahwa aku benar telah menerima permintaannya.
"lalu apa kakak tidak butuh kartu kredit ini? bukankah kakak tidak bekerja dan punya uang?" tanya nya lagi.
"tenang saja hana, aku akan mencari pekerjaan segera." aku tersenyum pada nya.
"atau begini saja, besok aku jemput kakak. aku akan bantu kakak untuk bisa mendapatkan pekerjaan? bagaimana?" dengan sangat bersemangat hana bertanya padaku.
"Baiklah Hana terserah kamu saja". ucapku menggenggam tangannya.
Tampaknya hana sangat berantusias membantu ku. aku berfikir, mungkin saja ia benar benar merasa bersalah dan ingin membantuku memperbaiki ini semua.
__ADS_1
Terima kasih Hana, tutur Hatiku.