
kita hidup di dunia yang segala sesuatunya serba berdampingan, siang dengan malam, senja dengan Fajar, laki-laki dan perempuan, baik dan buruk, jahat dan pengasih. terkadang segala sesuatu itu yang dilihat orang lain indah, belum tentu memang indah pada kenyataannya. mulut manis, kebohongan, omong kosong, ketidakpercayaan menjadi bumbu untuk pelengkap jalan hidup yang sederhana.
pagi ini cuaca sangat indah, langit biru, awan yang indah menari-nari menutupi sekelebatan cahaya matahari pagi.
aku sangat bersemangat mengemasi barang-barangku untuk kepulanganku hari ini.
setelah waktu yang sangat lama aku habiskan di rumah sakit, akhirnya akan berakhir dan aku Aku kan kembali ke kehidupanku yang sederhana itu.
sekilas aku mendengar decitan langkah kaki menuju ke arah ruanganku. Aku menoleh untuk memastikan Siapa yang datang, dokter dan suster menghampiriku dengan semua berkas yang telah diselesaikan administrasi.
kubuka setiap lembaran berkas yang diserahkan kepadaku secara perlahan, aku amati dengan seksama setiap informasi yang ada di dalamnya. tertera dengan jelas dan yang paling membuat aku ternganga adalah Jumlah biaya semua perawatan ku di rumah sakit ini mencapai 900 juta. dan Betapa terkejutnya aku lagi, semua biaya itu telah lunas di bayarkan.
keterkejutanku terpecah karena masuknya 2 orang yang sampai saat ini aku masih sedikit Canggung menghadapinya.
pria Jangkung itu yang mengaku sebagai suamiku datang bersama seorang gadis muda yang cantik. wajahnya begitu sangat manis, dan jika dilihat-lihat sedikit mirip dengan pria Jangkung itu.
pria itu berkata padaku,
"gadis ini adalah keponakanku yang menabrakmu, dia datang untuk memohon maaf darimu"
terpaku dagu ku tak bisa berkata apa apa. tertahan mataku tak berkedip dengan pernyataan yang baru saja aku dengarkan.
didalam hati aku berkata ternyata orang yang sudah menarik ku kedalam penderitaan ini adalah seorang gadis muda.
Gadis itu berjalan melangkah ke arahku setelah sedikit bersembunyi di belakang punggung pria itu.
sepertinya nya ada ketakutan yang juga iya sembunyikan, perlahan dia mulai menatap ke arahku dan tiba-tiba saja Betapa terkejutnya aku dengan Respon yang diberikan.
tanpa banyak berkata Dia berlutut di kakiku, tangisannya pecah tersedu-sedu. ia mulai merangkai sepatah dua patah kata, dengan tulus ia berkata kepadaku bahwa iya menyesali semua perbuatannya. hatiku seketika menjadi luluh, seakan-akan aku lupa bahwa beberapa bagian hidupku telah dihancurkannya.
__ADS_1
kurangkul ia ke dalam dekapanku dan aku berkata
" jangan menangis gadis muda, aku tahu kau tidak sengaja. setidaknya hari ini aku masih bisa bernafas dan hidup untuk menikmati hidupku".
kuberikan senyuman hangat agar suasana canggung ini segera berakhir. dan juga agar gadis itu tak trus menerus menyalahkan diri nya.
Pria jangkung itu menarik tas yang terletak di atas ranjang ku, tanpa berkata apa apa dia berjalan melangkah keluar.
aku yang masih mematung dengan kejadian yang ku alami langsung saja mengikuti langkahnya pergi . aku berteriak pada nya "hey, mau dibawa kemana tas ku itu?" tegasku.
dia menoleh dengan begitu anggun nya dan berkata
" aku yang akan mengantarkan kamu pulang. bukan kah semua nya sudah diselesaikan. cepat lah, aku tau kau juga ingin segera pergi dari tempat ini. dan aku juga ingin segera kembali ke kehidupan normalku" dia berkata dengan samgat lugas.
didalam hati aku hanya bisa meracau. betapa sombongnya dia, atau betapa anehnya dia, bahkan aku saja masih tidak tau dia siapa. aku tau seperti nya dia juga ingin segera terlepas dari beban yang ia tanggung untuk menolong keponakannya.
"kak, namamu siapa?" tanya nya.
"namaku ayassa. ayassa zhafira" jawabku dengan senyuman.
"nama yang indah, aku suka. aku harap kita bisa semakin dekat atau bahkan kau bisa menjadi kakakku. aku tak punya kakak atau pun adik. aku sendirian." jawabnya dengan sangat bergairah.
aku hanya tersenyum dan mengelus rambut nya. sedangkan pria itu ya hanya diam saja, seperti semestinya. dingin, tak banyak kata kata.
sekitar 1 jam lebih didalam kemacetan, akhirnya perlahan lahan mobil mobil ini mulai bergerak. sedikit senggang dan akhirnya perjalanan menjadi normal. tak begitu lama, akhirnya pria itu bersuara.
"dimana rumah mu?" ttanya nya.
"dibelakang mall kaula. tak berapa jauh dari sana. kau bisa menurunkan aku di depan mall saja. aku bisa berjalan.
__ADS_1
"tidak bisa, aku harus mengantar mu sampai ke tempat tidur mu. aku tidak suka setengah setengah menjalan kan tugasku. anggap saja itu kesempatan terakhir yang kuberikan padamu untuk bisa membalasku." jawabnya.
aku bingung dengan kata-katanya, aku tak bisa menjawab apapun dan terpaku diam.
tak berapa lama akhirnya sampai di depan tempat tinggalku. sebuah rumah yang bertingkat empat, tertera di depannya sebuah palang bertuliskan -kost Andita-.
kebetulan pagar rumah terbuka lebar, ada beberapa orang yang sedang duduk santai di sekitarnya.
aku turun dari mobil mewah yang tak berapa lama aku tumpangi. semua mata memandangi aku dengan sangat terpana, dan juga 2 orang dari kerumunan itu adalah Tetangga kamarku.
Betapa terkejutnya mereka melihatku kembali ke tempat itu setelah kurang lebih 2 bulan aku tak pernah pulang. bahkan penjaga kos pun terkejut melihat aku kembali.
Aku berjalan melangkah memasuki kos-kosan dengan sedikit cemas, terlepas dari pria dan gadis muda yang beberapa waktu belakangan ini masuk ke dalam kehidupanku telah pergi dengan mobil mewahnya meninggalkanku.
dengan jantung yang berdebar aku melangkah masuk dan beberapa orang menyusulku dari belakang. kamarku terletak di lantai 3 hanya ada tangga untuk akses turun naik. melelahkan memang namun sepadan dengan harga kamar yang aku bayar kan.
aku merasa Seluruh badanku terasa sangat lelah, entah karena baru saja naik tangga atau mungkin memang karena aku baru saja keluar dari rumah sakit.
penjaga kost datang menghampiriku dan menghujaniku dengan sejuta pertanyaan.
"hai ay, aku kira kamu sudh tidak tinggal disini lagi. sudah 2 bulan kamu baru kembali, kamu dari mana sih. kok pergi ga ngasih ngasih kabar. untung aja kamu udah bayar kos ini langsung 1 tahun. jadi aku belum kasih ke oramg lain." dengan nada yang sedikit sewot ia mengawali.
" aku masuk rumah sakit karena kecelakaan dan aku koma selama 1 bulan." jawabku pelan. betapa tercengang nya mereka mendengar jawaban ku. tetangga yang tinggal disebelah ku menyela.
" lalu hp mu kemana ay, aku pernah sempat menghubungi mu. tapi ya tidak bisa tersambung." tegasnya.
"entahlah, aku juga tidak tau kemana barang2 ku pergi pada saat kecelakaan itu. tapi yang paling aku sesali adalah, aku harus mengurus kembali semua dokumen2 penting ku. ah sialnya" gerutu ku.
Satu jam sudah berlalu, banyak perbincangan yah harus aku tanggapi. namun yang pasti, kembali nya aku ke kos ini adalah awal dimulai nya kehidupan ku kembali.
__ADS_1