Keberuntungan Cinta

Keberuntungan Cinta
Onsen yang Hangat


__ADS_3

Villa milik keluarga william adalah villa terbaik, juga terbesar seperti nya. Kami sampai di villa saat matahari mulai tenggelam. suasana sedikit dingin saat itu.


Aku berjalan menaiki tangga dengan sedikit tertatih. namun dengan sigap, seseorang memapahku dengan hangat. william memegang erat pundak ku untuk memberi bantuan. jantung ku berdebar, aku sangat senang saat itu.


william mengantarku sampai depan kamar.


"Terima kasih untuk hari ini". ucap william


"terima kasih untuk apa?" tanyaku.


William hanya tersenyum menatapku.


Aku membuka pintu kamar untuk segera meninggalkan suasana yang mendebarkan ini.


Beberapa saat telah terlewati dengan semua kesibukan mengemas pakaian ke dalam koper. suara pintu kamarku diketuk oleh seseorang, terdengar sayup suara perempuan dari luar.


"permisi nona, saya ingin mengantar handuk untuk dipakai saat menuju onsen".


aku membukakan pintu dan mengambil handuk yang diantarkan pelayan. ada hal yang membuat aku sedikit bingung dan perlu ku tanyakan pada pelayan.


"maaf, apakah tidak ada pakaian untuk berendam di onsen?" tanyaku.


Pelayan itu tersenyum sedikit malu, ia menjelaskan beberapa hal tentang onsen padaku.

__ADS_1


"Nona mungkin belum pernah ke onsen, ada beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan untuk berendam di onsen." pelayan itu menjelaskan dengan sangat ramah.


"Berendam di sumber air panas tidak menggunakan pakaian sama sekali nona." jelasnya lagi.


Mata ku terbelalak dengan wajah yang memerah. aku tau diam diam pelayan itu tertawa dengan sembunyi sembunyi. ya wajar sajalah, ini pertama kali aku liburan ke negara asing.


ku pasangkan handuk baju yang diberikan pelayan pada tubuhku yang mulai merasa dingin. aku berjalan ke arah ruangan besar yang bertuliskan Mata air Onsen.


ketika aku masuk, ruangan yang besar dengan hawa yang sangat hangat membuatku merasa ingin langsung menceburkan diri. suasananya samgat sunyi, terdapat 1 kolam besar dengan tirai tinggi penghalang pandangan.


aku tak banyak berfikir, aku mulai menikmati hangatnya ruangan onsen. ku buka handuk dan tanpa sehelai benang pun aku berendam ke dalam sumber mata air. sungguh sangat hangat dan menenangkan.


kupejamkan mata menikmati hangatnya sumber mata air, aku terlena dan larut dalam kenyamanan.


"Siapa itu ?" tanyaku.


"ini aku william." jawab suara itu.


ada perasaan lega namun canggung. aku beremdam dengan william yang dibatasi tirai.


"besok kita akan kembali, apa kau suka jepang? apa kau menikmati nya ?" tanya william padaku.


"aku suka jepang, walau liburan kali ini sedikit canggung." jawabku.

__ADS_1


"Hana sudah kembali lebih dulu, dia sudah sampai dirumah. sekarang hanya tinggal kita berdua. apa kau tidak ingin disini lebih lama bersama ku? tanya william dengan nada menggoda.


"maaf bapak william yang terhormat, bukan saya lancang. namun apa hak saya untuk terus bisa bersama bapak disini ?" aku menjawab dengan tawa yang tersembunyi.


"saya rasa, kehadiran bapak disini mungkin hanya sekedar membantu hana. bapak tidak usah terlalu menganggap serius. saya juga paham siapa saya dan siapa bapak. kita berbeda."


Aku menjawab pertanyaan william dengam menjelaskan apa yang ada di kepala ku.


"Apa kau mau menjadi Wanita ku ?" pertanyaan yang terlontar dari mulut william.


aku terdiam dengan pertanyaan william yang begitu terus terang.


"apa bapak bercanda? itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi tuan william." jawabku dengan serius.


"kau hanya perlu menjawab mau atau tidak, nona". william menjawabku dengan sangat berwibawa.


Aku hanya terdiam tanpa mampu menjawab pertanyaan nya.


"atau begini saja, aku akan mengejarmu. bagaimana ? dan dalam 30 hari jika kau tidak jatuh cinta padaku dengan semua usahaku mengejarmu. kau akan aku bebaskan dan aku tidak akan menggangu mu lagi."


"deal?" tanya william. aku masih saja terdiam tanoa mampu menjawab pertanyaan nya.


"diam berarti setuju." william memutus lamunanku.

__ADS_1


ia langsung beranjak keluar dari kolam mata air meninggalkan ruangan. dan sekarang hanya tinggal aku sendiri memikirkan apa yang baru saja terjadi.


__ADS_2