Keberuntungan Cinta

Keberuntungan Cinta
Cadeau


__ADS_3

Manusia itu sifat dasarnya adalah Pelupa, namun ada hal yang manusia juga tak mampu menghapusnya dari ingatan. Kenangan contohnya, entah itu baik atau buruk. semua yang terserap rapi dalam ingatan tak kan mampu dilupakan.


Aku benar benar menyerah saat kepalaku tak mampu bekerja dengan normal. Sebenarnya badanku masih terasa shock dengan perlakuan Pria tampan yang bernama william ini, yang tak lain ialah paman tampan nya hana.


Aku ingin menceritakan hal ini pada Hana, namun pantaskah, pikirku. tentu akan sangat memalukan dan hana akan menertawakan ku pastinya.


masih sedikit jengkel rasa nya, dengan perlakuan Paman Hana. Ciuman pertama ku lenyap begitu saja, aku berharap suatu hari nanti seorang kekasih akan memberikan ciuman terindah untuk ku namun kenyataannya hilang dirampas begitu saja.


Aku menjalani pekerjaan ku seperti biasa nya, dan lebih syukur lagi Mr. William ini tidak datang lagi. aku sungguh merasa tenang menjalankan rutinitas ku.


Pekerjaan Hari ini selesai jam 7 malam, aku berencana untuk memesan sebuah meja di salah satu restaurant yang lumayan bagus. Hari ini adalah hari ulang tahun ku, aku ingin mengajak Hana makan malam dan seperti biasa, bercengkrama. yaa hubunganku dengan Hana sudah seperti kakak beradik kandung. tentu saja karna selama ini dia yang selalu membantu ku.


Sembari perjalanan pulang, aku berjalan di pinggir trotoar menuju Halte, tiba tiba saja seseorang menarik tanganku dan memasukkan ku kedalam mobil.


Pikiran ku melayang jauh dan aku terkejut, aku seperti diculik. respon tubuhku langsung berteriak dengan sangat keras.


TOLOOOOONG!!!!!


Dua orang pengawal menutup mulutku segera, agar suara ku tak bisa keluar dari balik kaca mobil.


"Nona nona tolong diam!" ucap sesorang disebelah kananku yang memegangi tanganku. dengan kepanikan dia menjelaskan.


"Kita adalah anak buahnya Nona Hana!" teriak sesorang sebelah kiri ku.


Aku menoleh ke kiri dengan sedikit bingung pada pria disamping kiri ku.


"jadi bapak anak buah nya Hana, trus ngapain culik saya begini? kan bisa ngomong baik baik!" ujarku sedikit kesal.

__ADS_1


"Kami tidak berniat non," ujar pria itu lagi.


Mendengar semua penjelasan dari mereka aku sedikit tentang, seperti nya mereka mengajak ku kerumah Hana.


Di depan pagar depan, mereka menurun kan ku dan menyuruh ku untuk masuk sendirian. aku tak berfikir banyak, karna ini bukan kali pertama aku masuk ke Mansion yang sangat besar ini.


Aku buka pintu dan masuk kedalam, namun sepi tak ada orang. Ruangan juga terlihat remang remang karna hanya sedikit lampu dinyalakan. Aku berjalan naik ke tangga menuju lantai atas.


-Cettttaaaarrrr-


suara ledakan convetti terdengar dan lampu dihidupkan.


Happy birthday to you, happy birthday to you happy birthday happy birthday happy birthday to you.


Hana berjalan menuruni anak tangga dengan membawa sebuah Kue yang sangat besar. ada lilin yang menyala dan apinya menari nari.


Mataku berkaca kaca menyaksikan hal yang dipersiapkan hana.


"Tiup lilinnya" ujar Hana.


Dengan mengepalkan tangan dan berharap aku memanjatkan keinginanku. kutiup lilin yang menyala dan memeluk hana sambil menangis.


"Terima kasih Hana, kamu sangat baik padaku." ucapku sambil berlinangan air mata.


Kami larut dalan haru biru surprise yang dipersiapkan Hana. Dari arah atas, berjalan seorang pria dengan jas rapi menuruni tangga dan membawa sebucket bunga yang besar. Wajahnya bahkan sampai tertutupi olehnya.


Pria itu adalah William, betapa terkejutnya aku. Dia memberikan ku bunga yang sangat besar dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Jujur aku tersipu malu.

__ADS_1


Kuterima bunga yang indah itu dan berterima kasih pada nya. Menundukkan punggung dan tersenyum. setidaknya rasa terima kasih dan penghormatan yang baik ku tunjukan. William tersenyum dingin padaku.


Di Mansion ini sudah tersedia semua hal yang di butuhkan. Hana menarik ku menuju meja makan dan william menyusul di belakang. Di meja makan yang sangat besar itu sudah tersedia makanan yang sangat banyak dan mewah mewah. Steak, pasta, ayam, dan banyak lagi. tersedia juga beberapa Wine yang sangat mahal tentunya.


Seorang Pelayan menyuguhnya Rose wine dibhelas kami, dan seorang pelayan datang padaku membawa sebuah kotak. Kotak Hadiah seperti nya.


"Silahkan Non", ujar pelayan itu padaku.


Aku mengambil kotak hadiah itu, From Hana. tertulis di kotak nya. aku tersenyum senang dan memandangi hana penuh kasih.


Perlahan ku buka dan terkejut nya aku melihat isi kotak itu. Brosur tiket perjalan ke Jepang.


"Han, ini Brosur Perjalanan ke jep...." belum selesai ucapan ku hana langsung memotong.


"Ke jepang, iya kak. aku akaj mengajak mu jalan jalan ke jepang. segera siapkan jadwal mu, dan kabari aku. kita pergi kapan pun kamu mau". ucap Hana.


"Ok hana, akan ku atur jadwal ku. besok aku akan coba meminta izin libur pada manager beberapa hari." seyuman ku sumringah pada Hana.


"Besok, kita akan Pergi besok."


Seseorang dari sisi lain meja mengeluarkan suara indah nya. William memotong obrolan kami sehingga membuat kami menoleh bingung pada nya.


"ok" Hana membulatkan Jari nya menyetujui paman nya.


"lalu bagaimana pekerjaan ku?" tanya ku pada nya.


"tenang saja kakaak, jika paman sudah berkehendak tak ada yang bisa menolak." potong Hana

__ADS_1


Aku hanya bersikap diam dan kaku didepan William, etah kenapa aku tak bisa berkutik dan merasa ciut dengan pesona seorang William.


__ADS_2