Keberuntungan Cinta

Keberuntungan Cinta
Aku?


__ADS_3

waktu berjalan dengan terasa sangat lambat.


ku amati setiap sudut, jalanan, ruangan rumah sakit ini.


aku terpaku, tanpa bisa menuntut pada tuhan. aku hanya pasrah, berdoa dalam hati.


kenapa aku tuhan? aku serasa kehilangan arah.


tak tau harus apa, bagaimana.


elegi senja menggigit ku seolah ingin menunjukan sesuatu.


tapi aku masih tak paham! Kenapa harus aku?


*****


Hari-hari berjalan seperti biasanya, aku yang sedang terbaring dirumah sakit merasa sangat kesepian. Tak punya kerabat dan mungkin saja teman-teman di tempat kerja ku juga berfikir aku menghilang atau kabur entah kemana.


Dan yang lebih parah lagi, pria yang menyelamatkan ku sudah sepekan tak datang.

__ADS_1


Aku mulai berfikir perlahan, bukankah dia yang membawa ku kerumah sakit ini, para perawat bercerita dialah  yang selalu datang merawat ku selama aku koma. Tapi sekarang, kemana dia ? maksudnya apa? dan aku teringat ucapannya soal keponakannya yang menabrak ku.


kutarik nafas panjang, dan ku sadarkan diriku dari lamunan yang tak penting itu. aku juga tak berharap apa-apa. yang penting semua cepat berlalu dan aku bisa keluar dari rumah sakit.


“Selamat pagi nona!" dengan sedikit senyum perawat jaga yang datang ke kamarku menyapa dengan hangat.


"Pagi suster" dengan nada datar ku timpal. Beberapa saat, terlintas sebuah hal dikepalaku. Aku ingin mencari sesuatu.


"Suster, apa saya boleh tanya sesuatu ?" lanjut ku.


"Tentu saja nona. Mau menanyakan hal apa?" sambil tersenyum ia jawab pertanyaan ku. Sembari suster itu membentangkan meja di hadapanku dan meletakkan semangkuk sup hangat, roti, serta omelet.


"Nona sudah bisa makan sendiri ?" ku anggukkan kepala dan mencoba untuk mencicipi sup di hadapanku. Kulanjutkan obrolanku.


"Oiya suster, saya sudah mendengar beberapa Hal, apa benar saya koma selama 1 bulan? apa suster yang selalu merawat saya? bagaimana kondisi saya waktu itu? saya tak bisa ingat apapun. bisa suster jelaskan apa yang terjadi? ku borong semua pertanyaan. Sedikit berpikir panjang, tak lama suster itu menjawab.


"Satu satu ya nonaa, saya jelaskan. Pertama, nona memang dalam kondisi koma selama 1 bulan. Kedua, perawat jaga disini selalu berganti tiap shiftnya. Kebetulan hari itu, saya yang pertama merawat nona setelah dipindahkan dari ruang operasi. Dan kondisi nona saat itu -maaf- sangat buruk sekali. Nona mengalami benturan keras dikepala, dengan cedera dikepala yang sangat berat. Setelah operasi dilakukan, hampir 3 hari dalam pengawasan nona tidak sadarkan diri, dokter mendiagnosa nona koma. Bisa jadi sementara, atau tidak akan bisa bertahan dan kembali untuk selamanya. Lalu saat itu, dokter menceritakan pada kami -semua perawat jaga- untuk merawat nona dengan telaten dan selalu awas karna pria yang membawa nona kesini mempertahankan keadaan nona. Karna dia percaya nona pasti akan kembali. Di awal nona koma, suami nona setiap hari tak pernah absen untuk datang dan merawat." Sang suster mengakhiri dengan senyuman manis.


Kutarik nafas perlahan, dan ada sebuah kata yang berputar putar dikepala ku yang membuat aku bingung, suami.

__ADS_1


kenapa mereka selalu mengatakan suami? pikirku sendiri. aku tidak berani bertanya tentang ini pada mereka. -semua staf perawat dan dokter-.


Dalam lamunanku, aku dikagetkan dengan pertanyaan dari suster.


"Sudah satu minggu suami nona tidak datang, baru kembali bekerja yaa?" tanya nya.


"hmm, waktu itu kita pernah berbincang sedikit. suami nona bilang, dia rela membatalkan semua meeting dan pekerjaannya demi menemani nona disini. So sweetnya." dengan sedikit imajinasi suster ini menimpali pertanyaannya.


"Eh, maaf mba. saya jadi lancang bertanya urusan pribadi pasien. Itu mungkin karna kami sering ngobrol dengan suami nona, jadi saya juga merasa dekat dengan nona. maaf ya, saya jadi berbicara informal". Dengan tersenyum aku menjawab pertanyaan siperawat.


"Iya sus santai aja, mulai sekarang boleh kok ngobrol nya biasa aja" aku memutar isi kepala menjawab pertanyaan intinya.


"Iya, seperti dia sudah kembali bekerja" asal jawabku.


"Yasudah nona, ini obatnya saya taro disini. Nanti kalau ada apa apa nona bisa tekan bel aja yaa." Dengan senyum suster itu mengakhiri pekerjaan nya.


"Terima kasih sus." Ku akhiri.


Tuhan aku semakin bingung, rintihanku didalam hati. Kenapa laki laki itu mengaku dia adalah suamiku. Bahkan aku sendiri belum menikah, bahkan aku tak punya kekasih. Tuhan, kenapa ini? apa yang terjadi padaku.

__ADS_1


Kenapa aku harus berada di dalam keadaan seperti ini? kenapa aku bisa ada dalam masalah seperti ini? dimana ibu ? aku rindu ibu. kenapa ibu tidak mencari ku. Padahal jika benar. sudah satu bulan aku tak ada kabar. Ya tuhan kenapa ini terjadi. kenapa harus aku?


__ADS_2