Keberuntungan Cinta

Keberuntungan Cinta
Malam Berbintang


__ADS_3

Ingin tidak memiliki


setitik pun rasa malu


Menatap langit sampai tiba ajalku,


sansai aku, bahkan manakala angin mengacaukan dedaunan.


Bersama hatiku yang bernyanyi tuk bintang-bintang,


Mesti kukasihi segala makhluk yang kan mati


Dan mesti kulintasi jalan


Yang telah dibentangkan kepadaku


Malam ini, lagi, bintang-bintang


Dibasuh oleh angin


Sudah sebulan ini kehidupan ku berjalan demgan baik, hubunganku dengan hana semakin hangat. Namun sejauh ini aku tak lagi berjumpa dengan paman tampan Hana.


jika di ingat mungkin aku merasa berterima kasih pada tuhan karna membuatku mengalami ini semua. semenjak kejadian itu, kehidupan ku perlahan makin baik. walaupun di awal yang ku temui adalah tragedi. namun tragedi ini membawa kebaikan.


Wajah tampan, mapan, idola setiap wanita. itulah hal pertama yang ku rasakan saat memperhatikan paman hana perlahan.


Kutarik panjang ingatan ke masa lalu dan mulai berkhayal. andai saja, andai aku benar benar menjadi istri si paman tampan.

__ADS_1


fiuuhh, ku hela nafas membuyarkan semua lamunan konyol tak berfaedah itu.


ku periksa kembali pekerjaan ku. masih tersisa 1 reservasi lagi. hari semakin malam, menunjukan sudah lewat jam 9. Namun, tamu terakhir ini belum memunculkan tanda tanda kedatangannya.


Tertera nama, William Louis Barack. Nama nya sangat berkelas, tamu VVIP l. sudah pasti orang kaya pikirku sendiri.


Detik makin habis, menit makin terlewat. Restauran tutup jam 12 malam. sekaramg sudah menunjukan pukul 10.


Sembari menunggu tamu VVIP ini datang, ku mulai merapikan beberapa dokumen. Menyelesaikan beberapa data yang tertinggal, tiba tiba saja Supervisor menyuruhku untuk pergi ke ruangan VVIP.


Aku berjalan melangkah masuk ke ruangan yang sangat besar ini. Ruangan VVIP ini berukuran sangat besar, bisa muat untuk 10 orang makan di sini. Beberapa lampu dibiarkan mati, sedikit cahaya remang remang neneramgi ruangan.


Seperti nya tidak ada orang pikirku, namun tercium bau wine yang sangat kuat dari dalam ruangan makan. Aku mendekati bilik makan dengan mengendap, antara takut dan cemas memastikan keadaan.


Tiba tiba saja, seseorang merangkul pinggangku dari belakang. Betapa terkejutnya aku hingga tab yang ada di tanganku sampai terjatuh. demgan sigap, orang yang memelukku menangkap tab yang hampir terhempas ke lantai itu dan berbisik di telinga ku,


"ssttt, jangan berisik". ucapnya.


Mata yang tajam, hidung mancung, bibir tipis. nafas nya searoma anggur muda. mata ku terbelalak mengetahui orang lancang ini. Dia adalah paman nya Hana, si paman tampan yang mengaku jadi suamiku.


ku dorong dengan keras badannya hingga tercipta ruang diantara kami.


"Maaf pak, seperti anda mabuk". ucapku basa basi.


Namun dia bergerak mendekati ku dengan sempoyongan. aku bergerak mundur menghindari resiko.


"saya harus keluar pak, maaf. akan saja panggilan pelayan untuk menyuguhkan Wine anda." elak ku agar bisa melarikan diri.

__ADS_1


Aku berusaha kabur dengan berjalan agak cepat menuju pintu keluar. namun tanganku tertarik sangat kencang membuatku terhempas ke pangkuannya.


Tak jelas apa yang terjadi, tiba tiba ia mencium bibirku demgan sangat keras. Aku membeku kembali, ia eratkan rangkulannya di pinggang ku. tangan kiri nya menahan kepala ku agar mengikuti permainannya.


Aku memcoba memberontak dan mendorong badannya menjauhi ku.


"PLAAAK."


tanpa sengaja tanganku refleks menampar wajah tampan nya. Ia terdiam, merasakan pipi nya panas oleh tamparanku. Senyuman sungging di ujung bibirnya. mata nya sedikit sayu, memang pipi nya memerah terlihat.


"Maaf pak". ucapku sambil membungkukan badan berlari keluar dari ruangan.


Jantung ku berpacu sangat kuat. mataku berat manahan tangis, aku berlari menuju toilet.


Betapa shock nya aku dengan hal yang baru saja terjadi. Aku gemetaran, badanku panas dingin. pikiran ku sangat kalut. betapa tidak, ciuman pertama ku dirampas oleh orang yang sedamg mabuk.


Aku menangis tertahan di dalam toilet. Fikiran ku tak bisa melupakan hal yang baru saja terjadi. ku kuatkan perasaan ku, walaupun aku merasa dilecehkan aku tak ingin ada yang tau.


Ku hapus bekas air mata di pipi ku. aku melangkah keluar toilet dan kembalin ke Stand Host. Grasak grusuk aku mencari tab kerja ku.


Astaga, bodohnya aku. Tab itu tertinggal di ruangan VVIP. Aku bingung dan takut, harus kembalu ke ruangan itu lagi atau tidak.


aku mondar mandir menggigit kuku memikirkan solusinya. namun sesorang meletakkan tab itu diatas meja Host.


"Ini ada yang tertinggal." Ucapnya


Aku Diam seribu bahasa dan gemetar. dihadapan ku berdiri seseorang yang membuat pacu jantungku sangat cepat.

__ADS_1


pria itu berlalu pergi dan meninggalkan aku yamg masih mematung. ku lihat tab yang ia letakkan ada sebuah kertas tertempel.


-William, Ingat nama ini.- isi pesannya.


__ADS_2