Keduanya Telah Hilang

Keduanya Telah Hilang
Perjumpaan dengan Rizal


__ADS_3

"Apa yang kamu impi impikan Dini setelah kamu keluar dari jurang kehancuran hidup yang 'ga karuan dipinggir jalan kemarin..dan sekarang kau akan menikah denganku?" Tanya Dani distasiun kereta sebelum berangkat pulang keJakarta.


"Aku hanya bermimpi satu saja..Aku bermimpi agar pernikahanku dengan mas Andi terlaksana secepatnya agar aku bisa membuktikan kepada dunia, orang tua dan pastinya mas Dani sendiri bahwa kaulah arjunaku..Dan kita akan membangun keluarga yang sukses"


"Aamiin ya Allah semoga semua terlaksana dengan sempurna sayang"


"Iya..oya mas..maaf, selama aku diBandung ini..apakah sudah ada yang menggantikan posisilu direstoran?"


"Sudah sayang..kemarin aku dapet penggantimu, jangan kawatir"


"Ini aku bawain kueh putu Bandung, mama yang buat..katanya untuk makan mas Dani dikereta" ucap Andini sambil menyerahkan satu kotak isi kueh.


"Oh Ya Allah mama ada ada aja..bilang terima kasih ke mama ya..aduh oas banget kue putu kesukaanku..pasti enak sambil ngopi"


"Ya udah sayang..kamu masuk kereta ya, call aku kalo dah sampe jangan lupa"


"Ya Din..pasti"


Andini mencium tangan Dani, entah kenapa matanya berkaca kaca.


"Heh ko sedih..minggu depan ketemu lagi diJakarta. Kamu siap kepelaminan ya?"


"Insya Allah..semua sudah alu persiapkan mas"


Tidak lama Dani masuk kekabin kereta, lewat 15 menit kemudian kereta jalan menuju Jakarta.


Ketika menuju pulang kerumahnya tanpa sengaja ia melewati warung pojok yang terkenal mi gorengnya itu. Andini terkejut melihat Rizal sedang ngroko disebelah warung sana.


Sengaja Andini berhenti agak jauh..ia tidak mau Rizal merasa terhina karena kini Andini naik mobil dan dia sebagai seorang pengamen jalanan.


Andini berjalan pelan mendekati Rizal yang sedang menikmati roko hasil ngamen.


Terasa ada seseorang mendekat Rizal berpaling, serentak ia bangun hendak meninggalkan tempat itu.


"Mas!..mas Ical! jangan lari mas..ngobrol yuk" Andini berkata dengan suara pelan dan halus.


"Ga ada yang perlu diobrolin..kamu ga pantas bersamaku" Ia mulai berjalan.


Andini mengejar dan memegang tangan kanannya.


"Berhenti mas Ical..tolong berhenti, apa yang ga pantas..kita semua sama kita manusia yang sama mas!"


"Kamu sekarang tau bagaimana keadaanku..dan kamu berhak memaki maki ku! ayo puaskan marahmu! itu yang kamu mau bukan?" suara Rizal meninggi.


"Mas..kamu jangan begitu, yang sudah kita lupakan..boleh aku ajak mas Ical minum kopi ditempat lain? aku mau ngobrol mas, aku kangen dengan candamu yang lucu"

__ADS_1


"Apalah aku ini sekarang..seorang pengamen jalanan..ga panteslah aku bicara sama kamu..sudahlah..kamu lebih baik pulang dan tidak usah ketemu aku lagi" ucap Rizal sambil menunduk.


Andini kembali memegang tangan Rizal bahkan ia beranikan memegang telapak tangan Rizal.


"Mas..aku mau traktir mas Ical minum kopi..ga ada salahnya kan? Mas Ical akan berdosa besar kalo tidak mau aku ajak ngopi" ucap Andini sambil tersenyum manis.


"Ya okelah..jangan lama lama Dini..aku sungkan"


"Ayo deh pokonya kita ngobrol..jangan disini kita ketempat lain" Ia menarik tangan Rizal kearah mobilnya.


...♧■○■○■○♧...


Andini sengaja membawa Rizal kesebuah Cafe yang sepi pengunjung kebetulan ga begitu jauh dari warung itu.


"Din..aku malu ah pake baju gini..ga cocok"


"Alah..yang penting kita bayar ga masalah..yuk turun"


Andini jadi teringat waktu mas Dani bawa dia pertama kali ke super market..dibandingkan dengan pakaian Rizal sekarang tidak ada banding dengan kaos hitam dengan ukuran yang kebesaran..Hmm kalau ingat waktu dulu..pasti mas Rizal ga percaya.


Andini mengambil meja disudut agar Rizal tenang.


"Aku kopi hitam aja Din, terima kasih"


"Oke siap"


"Mas..aku ga akan menanyakan tentang hidupmu..mas Ical ga usah takut atau gimana..hanya mau tanya apakah mas Ical sehat sehat saja?"


"Yah begitulah Din..namanya juga pengamen, tidur kurang, makan juga apa adanya..tapi aku sehat ko..kemarin yang bersamamu pacar atau suami?" ucapnya datar.


"Oh..calon aku iya..kenapa ko lari kemarin?"


"Ah ga mau ketemu ah malu..ini juga kalo ga kepergok aku ga mau" ucapnya sambil terus liat kelantai.


"Mas..jangan liat kelantai terus..ayo ah bicara yang bener.."


"Iya..tuh kopinya dateng" kata Rizal.


"Rencana kapan mau nikahan?"


"Insya Allah minggu depan mas, diJakarta"


"Oh..dari Jakarta..jauh juga..dulu aku denger dari teman teman lama katanya kamu menghilang ya?"


"Kan..kita janji ga mau omongin masa lalu..ayuk kita ngopi..enak masih panas"

__ADS_1


Ahirnya setelah minum dan makan kueh Rizal mulai tenang dan santai. Dari hanya minta waktu sebentar malah ahirnya mereka menghabiskan waktu satu jam disana.


Tanpa ditanya tiba tiba Rizal menceritakan masa lalunya semenjak Andini lari dari dirinya dan menghilang..Rizal menceritakan perusahaan ayahnya bangkrut total, karena bangkrut rumah dan semua kendaraan ditarik paksa oleh bang. Rizal berupaya melakukan bisnis kecil kecilan tapi terus gagal bahkan tambah hancur.


Andini kaget mendengarnya, ko bisa sampe segitu parahnya.


"Itu Om Mulya pamanmu yang kaya apa ga bisa bantu?" tanya Andini.


"Loh..justru dia yang menghancurkan perusahaan papa..ahirnya dia sendiri aku denger denger mau ditangkep polisi karwna malsukan sertifikat tanah orang"


"Ya ampun.." balas Andini.


"Aku sendiri sudah kehabisan Dana dan hartaku total habis, pernikahanku juga batal..karena siapa yang mau nikah sama orang miskin..aku sempet stres berat..apalagi semenjak papa meninggal"


"Hah papa meninggal?! Innalilaihi.."


"Iya mungkin papa stres dan juga kena stroke yang fatal waktu itu"


Andini terdiam..apakah ini sumpahku dulu? Ya Allah..Andini masih ingat waktu awal awal ia menjadi gelandangan ia bersumpah agar seluruh keluarga Rizal hancur berantakan..


"Ahirnya daripada aku ga makan..aku beli gitar bekas..itu yang ada dimobilmu..aku mulai ngamen..belum lama ko aku ngamen..pertama malu banget tapi aku kalo ga ngamen mau makan apa?"


"Loh mas kan bisa cari kerjaan toh?"


"Anehnya..semua lowongan yang aku daftar menolak..sampe ahirnya aku daftar jadi supir taxi..itupun gagal..aku pikir gila! kenapa begini?"


Kembali Andini terdiam..jelas ini hasil sumpahannya..selain meminta keluarga Rizal hancur ia juga minta agar Allah memberikan pelajaran bagi Rizal bahwa semuanya tidak bisa dibuat main main..


"Tapi ga apa apa sekarang aku kuat..dan sebetulnya aku berbahagia bisa jumpa lagi sama kamu..dikesempatan ini aku mohon maaf sedalam dalamnya atas kesalahanku kepadamu Andini..dan apabila ada kesalahan dari keluargaku khususnya papa..aku mohon dimaafkan ya"


Andini meraih sebelah tangan Rizal.


"Mas..kamu tidak tau bagaimana ceritaku..kalau kamu tau kamu tidak akan percaya..tapi untuk permasalahan kita..kamu sudah aku maafkan, aku juga sudah maafkan keluargamu..semua sudah berlalu"


Tiba tiba Rizal menitikkan air matanya, matanya yang sudah merah bertambah merah. Ia ******* ***** tangan Andini.


"Kamu orang yang baik hati..aku doakan agar perkawinanmu sukses dan langgeng..sekali lagi mohon maaf"


"Iya mas aku terima dengan ikhlas..sekarang kamu tinggal dimana?"


"Aku sewa kamar disebelah rel kereta"


"Minggu depan aku akan keJakarta sebelum aku kesana hari Jumat kita ketemuan ya..kamu shalat jumat ga?"


"Boleh..ketemuin aku diwarung aja..iya abis shalat jumat jam 2 kita bisa ketemu"

__ADS_1


...☆■○■○■○☆...


__ADS_2